Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM persaingan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin ketat di awal tahun 2026, nama Grok AI terus menjadi sorotan utama menandingi ChatGPT (OpenAI) dan Gemini (Google). Bagi pengguna media sosial X (dulunya Twitter), Grok mungkin sudah tidak asing lagi.
Namun, apa sebenarnya Grok AI dan apa yang membuatnya berbeda? Berikut rangkuman lengkapnya:
Grok adalah chatbot AI generatif yang dikembangkan oleh xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk. Nama "Grok" diambil dari novel fiksi ilmiah Stranger in a Strange Land karya Robert A. Heinlein, yang bermakna "memahami sesuatu secara mendalam dan intuitif".
Berbeda dengan AI lain yang cenderung kaku dan sangat sopan, Grok dirancang memiliki kepribadian ganda: bisa menjawab serius, namun juga memiliki "Fun Mode" yang jenaka, sarkastik, dan memiliki "jiwa pemberontak" (*rebellious streak*).
Hingga pekan kedua Januari 2026, versi tercanggih yang tersedia bagi publik adalah Grok 4.1. Model ini dirilis pada November 2025 sebagai penyempurnaan dari Grok 4 (Juli 2025) dan Grok 3 (Februari 2025).
Fitur andalan di versi terbaru ini meliputi:
Saat ini, Grok AI tidak tersedia secara gratis untuk umum. Layanan ini eksklusif bagi pelanggan X Premium dan Premium+. Pengguna dapat menemukan tab "Grok" di aplikasi X (iOS/Android) atau mengaksesnya via web untuk membuat teks, kode pemrograman, hingga menjadikannya asisten riset pasar. (H-3)
Tindakan ini merupakan upaya nyata pemerintah dalam melindungi perempuan, anak-anak, dan seluruh elemen masyarakat dari risiko kejahatan digital.
Jika Anda bingung memilih antara Grok (milik Elon Musk/xAI) dan ChatGPT (milik OpenAI), jawabannya tergantung pada kebutuhan Anda. Ini letak perbedaannya.
Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai perekonomian global memasuki 2026 dalam kondisi yang masih tertekan, namun menunjukkan ketahanan yang relatif solid.
TEKNOLOGI agentic AI perlu dimanfaatkan sebagai instrumen strategis negara untuk mendorong kebijakan publik yang lebih presisi, adaptif, dan berbasis data di era digital.
DIKSI ‘kesalehan digital’ pertama kali secara resmi dirumuskan dalam Muktamar Ke-48 Muhammadiyah pada November 2022 di Surakarta, Jawa Tengah.
PERDEBATAN tentang kecerdasan buatan kerap terjebak pada dua kutub ekstrem: optimisme teknologi yang nyaris tanpa syarat dan ketakutan apokaliptik yang berlebihan.
TINGKAT kecemasan dalam berbicara bahasa Inggris di kalangan pelajar dan mahasiswa Indonesia menunjukkan angka yang signifikan, menegaskan bahwa hambatan terbesar dalam belajar bahasa
ERA kecerdasan artifisial ini membutuhkan ketersediaan SDM digital yang cukup tinggi. Karenanya, penting bagi pemerintah bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved