Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM persaingan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin ketat di awal tahun 2026, nama Grok AI terus menjadi sorotan utama menandingi ChatGPT (OpenAI) dan Gemini (Google). Bagi pengguna media sosial X (dulunya Twitter), Grok mungkin sudah tidak asing lagi.
Namun, apa sebenarnya Grok AI dan apa yang membuatnya berbeda? Berikut rangkuman lengkapnya:
Grok adalah chatbot AI generatif yang dikembangkan oleh xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk. Nama "Grok" diambil dari novel fiksi ilmiah Stranger in a Strange Land karya Robert A. Heinlein, yang bermakna "memahami sesuatu secara mendalam dan intuitif".
Berbeda dengan AI lain yang cenderung kaku dan sangat sopan, Grok dirancang memiliki kepribadian ganda: bisa menjawab serius, namun juga memiliki "Fun Mode" yang jenaka, sarkastik, dan memiliki "jiwa pemberontak" (*rebellious streak*).
Hingga pekan kedua Januari 2026, versi tercanggih yang tersedia bagi publik adalah Grok 4.1. Model ini dirilis pada November 2025 sebagai penyempurnaan dari Grok 4 (Juli 2025) dan Grok 3 (Februari 2025).
Fitur andalan di versi terbaru ini meliputi:
Saat ini, Grok AI tidak tersedia secara gratis untuk umum. Layanan ini eksklusif bagi pelanggan X Premium dan Premium+. Pengguna dapat menemukan tab "Grok" di aplikasi X (iOS/Android) atau mengaksesnya via web untuk membuat teks, kode pemrograman, hingga menjadikannya asisten riset pasar. (H-3)
Tindakan ini merupakan upaya nyata pemerintah dalam melindungi perempuan, anak-anak, dan seluruh elemen masyarakat dari risiko kejahatan digital.
Jika Anda bingung memilih antara Grok (milik Elon Musk/xAI) dan ChatGPT (milik OpenAI), jawabannya tergantung pada kebutuhan Anda. Ini letak perbedaannya.
PT Yonyou Network Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor bisnis.
Jejak Jajanan Nusantara tidak hanya menampilkan beragam kuliner tradisional, tetapi juga menghadirkan berbagai inisiatif penguatan kapasitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital.
Sering kali, perusahaan terjebak di tahap percontohan karena demo terlihat bagus.
Universitas Pembangunan Jaya menggelar seminar internasional membahas peran AI dalam transformasi pendidikan tinggi bersama akademisi Indonesia, Malaysia, dan Taiwan.
Melalui Qonnect+ 2026, Qoala Plus memberikan edukasi atas gambaran pertumbuhan industri asuransi umum dengan faktor pendorong pertumbuhan premi dan dinamika perusahaan asuransi.
Ebbot menghadirkan teknologi AI andal, sedangkan Veda Praxis menyediakan fondasi tata kelola yang kuat dan juga tim implementer dengan kapabilitas lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved