Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Jejak Jajanan Nusantara Jadi Ruang Pemberdayaan dan Pengenalan AI kepada UMKM

Ihfa Firdausya
07/3/2026 21:52
Jejak Jajanan Nusantara Jadi Ruang Pemberdayaan dan Pengenalan AI kepada UMKM
CEO MediaWave Erik Palupi berbincang dengan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.(MWX)

Festival kuliner kini tidak hanya menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli. Di tengah percepatan transformasi digital, kegiatan semacam ini juga mulai dimanfaatkan sebagai ruang pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus memperkenalkan teknologi baru yang dapat membantu pengembangan usaha mereka. Hal tersebut terlihat dalam gelaran Jejak Jajanan Nusantara 2026 yang berlangsung pada 6-8 Maret 2026 di Jakarta.

Mengusung tema "Rayakan Rasa, Berdayakan Negeri”, festival ini tidak hanya menampilkan beragam kuliner tradisional, tetapi juga menghadirkan berbagai inisiatif penguatan kapasitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (aritifcial/intelligence/AI). Festival ini dirancang sebagai ruang pertemuan antara pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat untuk merayakan kekayaan kuliner Nusantara sekaligus membuka peluang ekonomi bagi usaha kecil. Selain memperluas akses pasar, kegiatan ini juga bertujuan menghidupkan kembali memori kolektif terhadap jajanan tradisional serta memperkuat jejaring sosial di tengah masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, MediaWave melalui platform MWX turut berpartisipasi dengan menghadirkan Booth Klinik UMKM. Area ini menjadi ruang konsultasi bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pendampingan terkait pengembangan bisnis sekaligus mengenal berbagai solusi berbasis AI yang dapat membantu operasional usaha.

Salah satu momen penting dalam acara ini adalah kunjungan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar ke area booth. Dalam kesempatan itu, ia disambut oleh CEO & Co-founder MediaWave Erik Palupi, yang menjelaskan bagaimana teknologi AI dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan efisiensi dan daya saing bisnis. Erik menekankan bahwa pemanfaatan teknologi AI tidak harus rumit maupun mahal bagi pelaku usaha kecil.

“Melalui MWX, kami berupaya menghadirkan teknologi AI yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan UMKM, mulai dari membuat konten promosi, mengelola interaksi dengan pelanggan, hingga membantu pencatatan keuangan dasar,” ujar Erik.

Booth Klinik UMKM mengusung tema “Naik Kelas Bersama, UMKM Berdaya, Negeri Sejahtera”. Fasilitas ini memberikan berbagai bentuk pendampingan bagi pelaku usaha, mulai dari konsultasi pengembangan bisnis, percepatan legalitas dan sertifikasi produk, hingga dorongan bagi UMKM untuk masuk ke ekosistem digital.

Selain konsultasi, MediaWave juga mengadakan sesi edukasi melalui workshop “Juragan UMKM x MWX”. Dalam sesi ini, para peserta diperkenalkan pada cara memanfaatkan AI untuk mempercepat berbagai pekerjaan operasional usaha, seperti pembuatan materi promosi, riset pasar sederhana, hingga pengelolaan komunikasi dengan pelanggan.

Marketplace AI untuk UMKM

MWX merupakan marketplace AI yang menyediakan lebih dari 20 solusi digital yang dapat digunakan oleh pelaku UMKM. Layanan yang tersedia mencakup pembuatan konten digital, otomasi penjualan, analisis pasar, hingga pengelolaan keuangan dan dokumen hukum. Hingga saat ini, platform tersebut telah dimanfaatkan oleh lebih dari 10.000 UMKM dengan total lebih dari 5.000 transaksi di dalam marketplace.

Pendekatan yang diterapkan menekankan kemudahan penggunaan serta biaya yang terjangkau agar teknologi AI dapat diakses oleh pelaku usaha kecil yang baru memulai transformasi digital.

MediaWave sendiri telah berpengalaman lebih dari 15 tahun di bidang analitik data dan kecerdasan buatan, serta aktif memberikan pelatihan pemanfaatan AI kepada pelaku usaha di berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Yogyakarta, hingga Kupang. Ke depan, perusahaan menargetkan dapat melatih dan mengintegrasikan sekitar 100.000 UMKM ke dalam ekosistem platform MWX.

Dengan pendekatan tersebut, festival seperti Jejak Jajanan Nusantara diharapkan tidak hanya menjadi perayaan kuliner tradisional, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan bisnis mereka. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya