Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

4 Tips UMKM Kelola Lonjakan Pesanan saat Ramadan

 Gana Buana
03/3/2026 23:08
4 Tips UMKM Kelola Lonjakan Pesanan saat Ramadan
Pelajari strategi pengiriman Ramadan agar lebih efisien.(Dok. Freepik)

Di bulan Ramadan dan menjelang Lebaran 2026, pelaku usaha di Indonesia mulai bersiap menghadapi fenomena musiman, lonjakan pesanan yang masif. Dari sektor fesyen, kue kering, hingga hampers, peningkatan permintaan sering kali menjadi pedang bermata dua jika tidak dikelola dengan logistik yang mumpuni.

Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto, mengungkapkan bahwa periode Ramadan adalah momentum krusial bagi ekosistem logistik. Strategi yang matang bukan hanya soal mengejar omzet, melainkan menjaga kepercayaan pelanggan melalui ketepatan waktu pengiriman.

1. Proyeksi Pesanan: Kunci Manajemen Stok dan Produksi

Langkah pertama dalam efisiensi adalah data. Pelaku usaha wajib memetakan potensi kenaikan permintaan berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya.

Dengan proyeksi yang akurat, Anda dapat mengatur jadwal produksi dan stok barang agar tidak terjadi bottleneck saat pesanan memuncak di minggu kedua dan ketiga Ramadan.

2. Memilih Layanan Pengiriman Berdasarkan Urgensi

Karakteristik konsumen saat Ramadan sangat dinamis. Sebagian besar masyarakat cenderung berbelanja mendekati Hari Raya, terutama setelah pencairan Tunjangan Hari Raya (THR).

Dalam kondisi mendesak, pemilihan layanan prioritas menjadi harga mati. Lion Parcel, misalnya, menawarkan layanan BOSSPACK untuk pengiriman yang membutuhkan kecepatan ekstra.

Namun, untuk pesanan yang masuk lebih awal, pelaku usaha bisa menghemat biaya operasional dengan menggunakan layanan reguler REGPACK atau layanan ekonomis JAGOPACK.

Tips Efisiensi Logistik Ramadan:

  • Gunakan layanan prioritas untuk pesanan "menit-menit terakhir" (last minute shopping).
  • Manfaatkan layanan ekonomi untuk pengiriman luar kota yang dipesan jauh hari.
  • Pastikan pengemasan (packaging) aman untuk menghindari retur barang rusak.

3. Solusi Pengiriman Paket Besar dan Grosir

Distribusi stok ke reseller atau pengiriman hampers dalam jumlah besar sering kali terkendala oleh durasi pengiriman cargo yang lama. Untuk mengatasi tantangan ini, efisiensi bisa ditingkatkan melalui layanan khusus paket besar yang tetap mengutamakan kecepatan.

Layanan seperti BIGPACK FAST dari Lion Parcel hadir sebagai solusi kirim paket minimal 10 kg dengan durasi yang lebih singkat. Dengan biaya mulai dari Rp6.500 per kilogram, pelaku usaha dapat menjaga margin keuntungan tetap sehat meskipun volume pengiriman meningkat.

4. Digitalisasi Logistik: Fitur COD Ongkir untuk Social Commerce

Bagi UMKM yang aktif di social commerce, administrasi ongkos kirim sering kali menyita waktu dan rentan kesalahan manual. Mengadopsi fitur COD Ongkir dapat menjadi strategi cerdas.

Melalui skema ini, penjual cukup menerima pembayaran harga barang, sementara biaya pengiriman diselesaikan oleh penerima saat paket tiba.

Hal ini memangkas proses birokrasi internal usaha dan mempercepat alur kerja pengiriman, sehingga pelaku usaha dapat lebih fokus pada strategi pemasaran dan peningkatan penjualan. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya