Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Pengusaha Muda Butuh Kepastian di Tengah Tekanan Global

Naufal Zuhdi
02/3/2026 22:20
Pengusaha Muda Butuh Kepastian di Tengah Tekanan Global
ilustrasi(Antara)

Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tekanan dan ketidakpastian, pengusaha muda membutuhkan kepastian arah kebijakan, perluasan jejaring, serta dukungan konkret lintas daerah agar tetap optimistis mengembangkan usaha. Semangat tersebut menjadi dasar penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara HIPMI Jawa Timur dan HIPMI Jaya yang digelar pada Senin (2/3), di Menara Peninsula Hotel Jakarta. MoU tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Timur, Ahmad Salim Assegaf sebagai pihak pertama, dan Ketua Umum BPD HIPMI Jakarta Raya, M. Riandy Haroen sebagai pihak kedua.

Kerja sama ini mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari perindustrian dan perdagangan, sinergitas BUMN dan BUMDes, pariwisata, ekonomi kreatif dan infokom, UMKM, koperasi dan kewirausahaan, hingga infrastruktur tata ruang, properti, perhubungan, serta investasi dan kerja sama antar daerah.

Ketua Umum BPD HIPMI Jakarta Raya, M. Riandy Haroen, menegaskan bahwa di tengah kondisi global yang fluktuatif, kolaborasi antardaerah menjadi jawaban untuk menciptakan kepastian dan memperkuat daya tahan pengusaha muda.

“Pengusaha muda hari ini tidak hanya butuh semangat, tetapi juga kepastian ekosistem dan ruang kolaborasi. Dengan sinergi Jakarta dan Jawa Timur, kami semakin optimistis menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Ia menilai, dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi fondasi penting dalam membangun rasa percaya diri pelaku usaha muda, khususnya dalam ekspansi bisnis dan penguatan investasi.

MoU ini berlaku selama tiga tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama. Pelaksanaan teknis kerja sama selanjutnya akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama tersendiri sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari nota kesepahaman tersebut.

Dengan Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional dan Jawa Timur sebagai salah satu motor industri dan perdagangan terbesar di Indonesia, sinergi ini diharapkan melahirkan program konkret seperti business matching, penguatan rantai pasok, kolaborasi sektor strategis, serta perluasan akses pasar antarprovinsi. Di tengah ketidakpastian global, langkah ini menjadi pesan optimisme: pengusaha muda memilih untuk bersinergi, bukan berjalan sendiri.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya