Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meresmikan ZCorner di Universitas Sebelas Maret (UNS), sebagai pusat pemberdayaan UMKM mustahik, khususnya dari kalangan mahasiswa, dengan konsep foodcourt modern yang berlokasi strategis di area Masjid Nurul Huda, Kampus UNS, Jawa Tengah, Sabtu (6/12). Peresmian ZCorner Baznas di UNS melengkapi pembangunan 11 ZCorner yang telah hadir di 11 kabupaten/kota dan 8 provinsi di seluruh Indonesia sepanjang tahun ini.
Deputi 1 Baznas RI Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta, menyampaikan apresiasinya atas sinergi berbagai pihak yang mendukung pembangunan ZCorner UNS. “ZCorner ini merupakan hasil kolaborasi para muzaki, donatur, orang-orang baik, dan para konsumen Alfamart,” ujarnya.
Arifin menjelaskan, ZCorner UNS berdiri melalui kerja sama Baznas RI, Baznas Kota Surakarta, Universitas Sebelas Maret, serta dukungan pemerintah setempat. Fasilitas ini menaungi 9 tenant UMKM dan 1 dapur bersama yang dikelola oleh 20 mustahik, terdiri dari mahasiswa dan marbot Masjid Nurul Huda. "Tenant-tenant ini telah melalui proses asesmen bersama UNS dan Baznas dengan total bantuan program usaha sebesar Rp272.450.000," kata Arifin.
Lebih lanjut, Arifin berharap, ZCorner UNS dapat menjadi model kolaborasi terbaik antara Baznas RI dan perguruan tinggi dalam mendorong ekonomi produktif yang berkelanjutan bagi mahasiswa. Selain sebagai pusat kuliner, lokasi ini juga akan menjadi pusat pemberdayaan komprehensif bagi mahasiswa. "Model pemberdayaan seperti inilah yang terus kita kembangkan sebagai bagian dari pengelolaan zakat," ujar Arifin.
Arifin menambahkan, keberadaan ZCorner di Kampus UNS bukan hanya untuk meningkatkan pendapatan mahasiswa, tetapi juga menjadi laboratorium bisnis bagi mahasiswa.
“Upaya kolaborasi ini kami harapkan menjadi role model pemberdayaan ekonomi umat yang mengusung semangat ekonomi berjamaah. Ke depan, semoga ZCorner tumbuh menjadi Business Corner atau Student Business Center yang melahirkan mahasiswa berjiwa entrepreneur,” tutur Arifin
Arifin juga mengapresiasi dukungan penuh Universitas Sebelas Maret terhadap hadirnya ZCorner di lingkungan kampus. Menurutnya, program ini memiliki fungsi ganda sebagai fasilitas pemberdayaan sekaligus sarana dakwah zakat bagi civitas akademika
“Kami memang sengaja menempelkan huruf Z, yang berarti zakat, pada nama ZCorner. Bukan untuk mengganggu proses jual-beli, tetapi untuk mengingatkan bahwa ada sebagian harta yang perlu dialokasikan untuk membantu sesama. Mudah-mudahan setiap kali kita memasuki ZCorner, kita teringat bahwa pada sebagian harta kita terdapat hak orang lain," ucap Arifin.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Ir. Dody Ariawan, turut mengapresiasi kontribusi Baznas. Ia mengatakan, Baznas tidak hanya mendukung melalui ZCorner, tetapi juga melalui UPZ Baznas di UNS yang selama ini menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari beasiswa, pelatihan kewirausahaan, hingga mentoring pengelolaan zakat.
“Kami berharap Z-Corner dapat berkembang menjadi laboratorium kewirausahaan, Student Business Center, dan pusat aktivitas mahasiswa,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Direktorat Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa UNS, Dr. Dwi Prasetyani, menyampaikan apresiasi kepada Baznas atas berbagai dukungan, termasuk pendirian ZCorner di kawasan kampus UNS.
“Semua bergerak dengan semangat berbagi dan ibadah. Kami berterima kasih kepada Baznas atas fasilitas yang diberikan, mulai dari ZCoffee hingga ZCorner, yang telah memberi dampak besar bagi ekosistem kewirausahaan UNS,” ucapnya
Ia menjelaskan, program ZCorner merupakan lanjutan dari ZCoffee yang diresmikan pada Mei lalu dan kini telah berkembang pesat. “Alhamdulillah, dengan hadirnya ZCorner, jumlah penerima manfaat meningkat dari dua mahasiswa menjadi 20 mahasiswa,” ujarnya.
Dwi berharapkan, ZCorner di Kampus UNS dapat menjadi ruang tumbuh bagi mahasiswa yang ingin memulai dan mengembangkan usaha, sekaligus mengasah keterampilan kewirausahaan mereka. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berlangsung selama kuliah, tetapi menjadi inspirasi pilihan karier setelah lulus. Fasilitas seperti ini akan mendukung passion mahasiswa di bidang kewirausahaan,” ucapnya.
ZCorner merupakan program inisiatif Baznas RI yang mengusung konsep foodcourt kuliner halal dan sehat untuk mendukung UMKM binaan serta kelompok fakir miskin yang memiliki keterbatasan akses ke pasar strategis. (E-3)
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Indonesia resmi jadi negara dengan kedai kopi terbanyak di dunia. Hampir 462 ribu coffee shop tumbuh dari budaya nongkrong, UMKM, dan ekosistem digital.
Suryo menjelaskan, motivasi utamanya membangun pabrik di Lampung Timur adalah untuk menekan angka pengangguran yang tinggi di daerah asalnya.
Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Tanah Datar, Jack Maradona, menyampaikan pada kegiatan tersebut tercatat sebanyak 196 pelaku UMKM berjualan.
Sebagai agency terkemuka, HDA GO memposisikan diri sebagai solusi end-to-end bagi pemilik restoran, coffee shop, tempat makan, hingga penginapan.
Berawal dari usaha rumahan, Finetrus sukses menjadi UMKM perlengkapan tidur favorit di Shopee. Fokus pada kualitas bedding, Finetrus tumbuh pesat lewat inovasi dan digitalisasi.
Mahasiswa UNS diperkenalkan pada dasar-dasar layanan pinjaman daring (pindar), termasuk peran teknologi dalam menjembatani akses keuangan yang lebih cepat dan tepat guna.
RUU Perampasan Aset versi April 2023 mengatur mekanisme non-conviction based asset forfeiture yang memungkinkan aset dirampas tanpa putusan pidana.
SEBANYAK 1.500 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sangat antusias dan tertantang mengikuti kegiatan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Goes to Campus.
UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta tengah mempersiapkan rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 yang berlangsung pada 19-23 Agustus.
Konfrensi itu diikuti 28 negara dan dibuka Wakil Menteri Perhubungan, Komjen (Purn) Suntana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved