Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Program Desa EMAS 2026 Latih UMKM Majalengka Tingkatkan Pendapatan

Putri Anisa Yuliani
24/2/2026 21:03
Program Desa EMAS 2026 Latih UMKM Majalengka Tingkatkan Pendapatan
Ilustrasi(Dok istimewa )

PULUHAN pelaku usaha kecil mengikuti pelatihan pembuatan produk inovatif dalam Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026 di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Program ini ditujukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa sekaligus membuka lapangan kerja baru melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kegiatan workshop pembuatan hampers dan strategi pemasaran tersebut diprakarsai INOTEK Foundation bersama Yayasan Indonesia Setara dan digelar di Gedung Yudha Karya Bakti Negara, Kabupaten Majalengka, pada 20 Februari 2026. Peserta yang merupakan pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan selama enam bulan.

Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal peluncuran program yang melibatkan pemerintah desa, perangkat daerah, serta peserta terkurasi.

"Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pengalaman praktik keterampilan pembuatan hampers produk hilirisasi untuk mengoptimalkan pemasaran di Hari Raya Idulfitri lewat workshop ini diharapannya dapat meningkatkan peluang pendapatan bagi kelompok usaha desa khususnya di Kabupaten Majalengka," ujar Sandiaga Uno dalam keterangannya, Selasa (24/2).

Ia berharap Program Desa EMAS mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian desa melalui pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal.

"Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, program ini dapat menjadi langkah signifikan menuju kemandirian ekonomi desa," jelas dia.

Program ini antara lain menargetkan peningkatan pendapatan warga desa, pemberdayaan UMKM melalui pelatihan dan akses pasar, serta perluasan pemasaran produk kerajinan.

Sementara itu, Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan menyatakan pembangunan daerah saat ini mengusung visi Majalengka Langkung Sae dengan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama dan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi.

"Mengembangkan ekonomi inklusif dan produktif, meningkatkan kemandirian pangan, memberikan kesempatan serta manfaat nyata bagi seluruh kalangan, terutama pelaku UMKM di desa," ujar Dena.

Ia menambahkan pemerintah daerah juga menjalankan sejumlah program yang selaras dengan Desa EMAS, seperti GASIK (Gerakan Start-Up Inovatif & Kompetitif) yang melibatkan 144 pelaku usaha dan memberikan bantuan modal Rp10 juta kepada 25 pemenang.

Selain itu terdapat program Lokal Go Viral untuk penguatan branding dan pemasaran digital produk daerah, serta Program MADU'E yang mendorong produk unggulan menembus pasar ekspor.

"Kami juga memberikan dukungan fasilitas dengan penyediaan pendampingan NIB gratis, bantuan modal dari Baznas, serta fasilitas SIKIM (Sentra Industri Kecil dan Menengah) untuk standarisasi produksi," jelas dia.

Kolaborasi program ini melibatkan Yayasan Indonesia Setara, INOTEK, Dompet Dhuafa, serta pemerintah daerah. Program diharapkan menjadi katalis percepatan pembangunan ekonomi desa dan pengentasan kemiskinan.

"Sarana untuk mencetak kelompok usaha yang mandiri, inovatif, dan mampu menyerap tenaga kerja secara optimal. Langkah nyata untuk memastikan UMKM Majalengka tidak hanya jago kandang, tetapi mampu bersaing di kancah nasional maupun global," pungkasnya.

Peserta program mengaku merasakan manfaat langsung dari pelatihan tersebut. Aulia Putri dari KWT Mulya Mukti menyebut kegiatan ini membantu pelaku usaha meningkatkan inovasi produk.

"Kegiatan ini sangat seru dan menyenangkan. Semoga dengan pelatihan ini usaha kita semakin berkembang dengan program," kata Aulia.

Hal serupa disampaikan Memi dari KWT Seruni yang menilai workshop memberikan pengetahuan baru bagi pelaku UMKM desa.

"Alhamdulillah dengan kegiatan ini kami bisa mendapatkan berbagai ilmu terutama untuk produk unggulan yang ada di daerah kami. Harapannya program ini membantu memajukan UMKM dan meningkatkan kualitas produk hampers agar lebih inovatif dan dapat menarik pembeli," kata Memi.

Workshop diikuti pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari pengolahan mangga, hasil pertanian, perikanan, hingga pemasaran produk hilirisasi, termasuk kelompok usaha, koperasi, dan kelompok wanita tani di wilayah Majalengka. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner