Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI terus menunjukkan komitmennya dalam membantu memberdayakan para pelaku UMKM. Salah satunya melalui pemberian modal dan juga pendampingan kepada para pelaku usaha. Pemberian modal tanpa bunga ini diberikan melalui program Baznas Microfinance Desa (BMD). Kali ini penerima manfaat program BMD adalah Bibit Ernawati (40) di Kabupaten Tulungagung, yang memiliki usaha rumahan Pawoen Mbok Inah.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengatakan MBD merupakan program pembiayaan produktif kepada para mustahik dengan prinsip non profit dalam rangka pengembangan usaha dan diharapkan menjadi solusi dalam meningkatkan penghasilan.
Menurut Saidah, dengan memberikan modal kepada pelaku UMKM artinya memberikan semangat baru kepada mereka untuk bisa mengembangkan lagi usahanya, serta menciptakan kemandirian dalam membangkitkan membangun ekonomi desa.
“Jika sudah diberikan modal, harapannya para UMKM ini akan lebih berkembang untuk selanjutnya bisa bertransformasi menjadi muzaki sehingga mereka bisa berkontribusi pada masyarakat melalui zakat dan program bantuan lainnya,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Kamis (11/9).
Untuk menuju keberhasilan itu, kata Saidah, tentu saja Baznas tidak akan lepas tangan begitu saja setelah pemberian modal usaha. Baznas akan memberikan pendampingan usaha, membantu meningkatan kualitas produk, hingga membuka akses ke pasar yang lebih luas lagi.
“Maka dari itu, mustahik tidak hanya menerima tetapi juga tumbuh karena program ini tidak hanya memberikan modal tetapi juga didampingi secara menyeluruh agar bisnisnya berkembang dan mandiri,” tutur Saidah.
Sementara itu Bibit, pemilik usaha rumahan Pawoen Mbok Inah menyampaikan terima kasih kepada Baznas. Karena berkat bantuan Baznas, kini ia berani untuk bermimpi mengembangkan usaha kecilnya. Bibit juga berencana untuk menambah usaha kue rumahannya lebih bervariasi lagi.
Bibit mengatakan telah mendapatkan bantuan modal sebesar Rp1,8 juta dari Baznas Microfinance Desa Tulungagung. Dana tersebut telah Bibit rencanakan untuk membeli peralatan demi menunjang usaha kue rumahannya.
“Saya pakai untuk membeli oven baru yang bisa langsung memanggang dua loyang sekaligus, dengan oven baru ini, produksi bisa lebih cepat dan efisien,” kata Bibit.
Bibit bercerita, selama ini seringkali menghadapi tantangan seperti keterbatasan modal dan alat produksi yang masih sederhana. Kendati demikian tidak menyurutkan mimpinya untuk kelak bisa memiliki outlet bakery sendiri di masa depan, agar produk-produk kue buatannya bisa dinikmati lebih luas.
“Bantuan dari Baznas memberikan saya keyakinan dan motivasi bahwa kelak mimpi saya akan terwujud,” ujar Bibit.
Bibit memiliki usaha rumahan yang diberi nama Pawoen Mbok Inah, sebuah usaha rumahan yang menawarkan berbagai macam kue basah dan kue kering dengan cita rasa rumahan yang autentik.
Usaha ini dimulainya sejak 2012 dan hanya memproduksi kue ulang tahun berdasarkan pesanan. Berkat ketekunan dan kecintaan Bibit pada dunia kuliner, kini produksi kue rumahannya semakin beragam. Setiap harinya, dapur kecil ini memproduksi brownies panggang, brownis lumer, pizza, corndog, hingga burger yang dititipkan di beberapa pusat jajan seperti Pak Geger Jajan, Pak Jarot Al Irsyad, dan Brond Waterpark.
Tak hanya menjual secara harian, Pawoen Mbok Inah juga menerima pesanan untuk berbagai keperluan seperti hajatan, rapat, dan jajan rampatan. Dengan promosi sederhana melalui WhatsApp, serta menjaga kualitas bahan baku dan kejujuran sebagai prinsip utamanya.
Bibit biasanya mulai produksi pukul 19.00 hingga pukul 23.00. Usaha ini dikelola oleh Bibit bersama satu orang rekannya. Dalam sehari, omzet yang diraih Bibit bisa mencapai Rp200.000. Bagi Bibit, besar kecilnya omzet bukan hal utama, yang penting konsumen puas dan tetap setia memesan kue dari Pawoen Mbok Inah. (E-3)
Kantor Digital tidak hanya bermanfaat bagi para muzaki, tetapi juga bagi mustahik.
Tidak lagi sekadar respons darurat yang bersifat sementara, zakat diarahkan menjadi pilar sistem perlindungan sosial umat yang bekerja secara lintas fase.
Negara ingin memastikan bahwa pemegang izin pengelolaan zakat adalah lembaga yang benar-benar bekerja, bukan sekadar entitas di atas kertas.
Zakat dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk bantuan langsung kepada mustahik, tetapi juga untuk kepentingan kemaslahatan umum dan pemulihan pascabencana.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Masjid Nurul Hidayah Kebayoran Baru Jakarta Selatan meluncurkan Program Sedekah Barang.
Baznas sukses menggelar Konferensi Zakat Internasional ke-9 atau The 9th International Conference on Zakat (Iconz) 2025 yang menghasilkan sembilan resolusi
Tantangan yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia tidak berhenti pada keterbatasan akses modal.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meresmikan ZCorner di Universitas Sebelas Maret (UNS), sebagai pusat pemberdayaan UMKM.
PERUM Bulog terus menunjukkan komitmen sosialnya melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bulog Peduli UMKM dengan menyelenggarakan kegiatan pelatihan pemberdayaan UMKM di Kabupaten Sragen pada 3–4 Desember 2025.
Dalam proses inkubasi selama 6–8 bulan, peserta Empower Academy memperoleh pelatihan serta pendampingan bisnis.
Saksikan kembali perjalanan inspiratif para finalis Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas di kanal YouTube Shopee Indonesia. Temukan inspirasi pelaku UMKM lokal terus tumbuh
Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus terus digencarkan. Perguruan tinggi memiliki peran penting untuk mencapai ekosistem UMKM yang maju.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved