Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Lumbung Pangan Baznas Mulai Siapkan Beras Zakat Fitrah

Despian Nurhidayat
26/2/2026 10:46
Lumbung Pangan Baznas Mulai Siapkan Beras Zakat Fitrah
Lumbung Pangan Baznas mempersiapkan beras kualitas premium untuk kebutuhan Zakat Fitrah.(Baznas)

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus memperkuat kelompok petani binaan program Lumbung Pangan (LP) di berbagai daerah di Indonesia dalam mempersiapkan beras kualitas premium untuk kebutuhan Zakat Fitrah 2026 M/1447 H. Adapun lumbung pangan yang siap menyuplai beras zakat fitrah, antara lain Lumbung Pangan Purbalingga, Lumbung Pangan Serang, Lumbung Pangan Pesawaran, dan Lumbung Pangan Polewali Mandar. 

Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan mengatakan pihaknya terus mengupayakan penyediaan beras zakat fitrah dengan kualitas terbaik sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi petani binaan.

“Baznas terus berikhtiar menyiapkan Beras Zakat Fitrah dengan kualitas premium. Untuk penyuplaian beras zakat fitrah, kami mendahulukan mustahik binaan Baznas yang merupakan petani. Kami maksimalkan terlebih dahulu dari hasil mereka, dan jika masih terdapat kekurangan, barulah dilakukan kerja sama dengan pihak lain untuk memenuhinya,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Kamis (26/2). 

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan zakat fitrah tidak hanya tersalurkan dengan baik kepada para penerima manfaat, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi petani mustahik binaan. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan, proses penyediaan beras zakat fitrah tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga mengawal setiap tahapan produksi. Mulai dari memastikan panen raya berjalan optimal, mengawasi proses penggilingan agar sesuai standar, hingga mengemas beras sesuai ketentuan distribusi Baznas.

Selain aspek produksi, Saidah menyampaikan, kesiapan distribusi juga menjadi perhatian utama. Baznas menyiapkan sistem pengiriman yang terkoordinasi agar beras zakat fitrah dapat tiba tepat waktu di titik-titik penyaluran. Ketepatan waktu menjadi faktor krusial mengingat zakat fitrah memiliki batas waktu penyaluran menjelang Hari Raya Idulfitri.

Saidah menambahkan, setiap butir beras yang dihasilkan merupakan simbol dari gerakan pemberdayaan yang nyata. “Butir demi butir beras dari gabah yang mereka panen menjadi bukti gerakan pemberdayaan petani mustahik. Ini bukan sekadar distribusi bantuan, tetapi transformasi dari mustahik menjadi berdaya,” katanya.

Saidah menyampaikan, beras premium yang dihasilkan merupakan buah kerja keras para petani dalam mengawal budidaya padi sejak masa tanam hingga panen tiba. Pendampingan intensif yang dilakukan Baznas memastikan kualitas produksi tetap terjaga dan memiliki daya saing.

"Dengan skema ini, para petani tidak hanya menerima bantuan modal dan pendampingan, tetapi juga memperoleh akses pasar yang jelas melalui penyerapan hasil panen untuk kebutuhan zakat fitrah," tandasnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya