Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

PNM Dorong Pemberdayaan bagi UMKM di Sepanjang 2025

Ihfa Firdausya
01/1/2026 08:47
PNM Dorong Pemberdayaan bagi UMKM di Sepanjang 2025
Ilustrasi - Program pemberdayaan PT Permodalan Nasional Madani.(Antara)

Tantangan yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia tidak berhenti pada keterbatasan akses modal. Di lapangan, banyak pelaku usaha masih bergumul dengan persoalan pengelolaan bisnis, pemasaran, hingga rendahnya literasi keuangan. Kondisi ini membuat pembiayaan saja belum cukup untuk mendorong UMKM berkembang secara berkelanjutan.

Menjawab tantangan tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sepanjang 2025 terus memperkuat pendekatan pemberdayaan sebagai bagian tak terpisahkan dari penyaluran pembiayaan. Melalui berbagai program, PNM tidak hanya berperan sebagai lembaga penyedia modal, tetapi juga sebagai pendamping yang membangun kapasitas usaha dan ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya pada segmen ultra mikro. PNM menilai, pemberdayaan menjadi kunci agar pembiayaan dapat dikelola secara produktif, mendorong pertumbuhan usaha, sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Salah satu program unggulan adalah Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang menyasar ibu rumah tangga dan perempuan prasejahtera, terutama di wilayah pedesaan dan tertinggal. Melalui pendekatan berbasis kelompok, Mekaar tidak hanya memberikan pembiayaan ultra mikro, tetapi juga pendampingan rutin, pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan, serta penguatan disiplin usaha. Program ini mendorong perempuan berperan lebih aktif dalam perekonomian keluarga dan komunitas.

Selain Mekaar, PNM mengembangkan Program Kampung Madani sebagai model pemberdayaan berbasis komunitas. Hingga 2025, Kampung Madani telah hadir di 20 titik di seluruh Indonesia dan memberikan manfaat kepada 4.603 warga, mulai dari nasabah Mekaar, keluarga, hingga masyarakat sekitar. Program ini membangun ekosistem usaha lokal yang saling terhubung, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dalam praktiknya, Kampung Madani mengedepankan klasterisasi usaha: sepanjang 2025 tercatat 539 kegiatan klasterisasi yang diikuti lebih dari 10.000 nasabah, sehingga pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan memperkuat jaringan secara kolektif.

Penguatan juga dilakukan melalui peningkatan literasi. PNM mencatat 66 kegiatan literasi keuangan dan literasi usaha yang menjangkau lebih dari 38.000 nasabah. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan keuangan, perencanaan usaha, hingga pemanfaatan peluang pasar termasuk platform digital, sehingga usaha dapat tumbuh lebih terarah dan adaptif terhadap perubahan.

Dampak sosial program mulai terlihat. Banyak nasabah yang sebelumnya hanya bertahan secara subsisten kini memiliki usaha yang lebih stabil dan produktif. Riset BRI Research Institute (2024) menunjukkan ketahanan keuangan nasabah Mekaar meningkat signifikan—dari semula hanya mampu bertahan satu hingga dua minggu, menjadi satu hingga dua bulan setelah memperoleh dukungan pembiayaan disertai modal pengetahuan dan jejaring sosial dari PNM. Di sisi lain, pemberdayaan perempuan menghadirkan efek berganda terhadap pemenuhan kebutuhan keluarga, pendidikan anak, dan kesehatan.

“Melalui program pemberdayaan, PNM tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga mendampingi nasabah agar mampu mengelola usaha secara lebih mandiri dan berkelanjutan. Kami percaya, penguatan kapasitas, literasi, dan ekosistem usaha akan menciptakan dampak sosial jangka panjang,” ujar L. Dodot Patria Ary, Sekretaris Perusahaan PNM.

Pengalaman PNM sepanjang 2025 menunjukkan bahwa pengembangan usaha subsisten membutuhkan pendekatan menyeluruh. Pembiayaan yang diiringi pemberdayaan terbukti memperkuat ketahanan usaha, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat paling bawah. Melalui berbagai inisiatif tersebut, PNM menegaskan komitmennya menjadi mitra strategis dalam membangun pelaku usaha ultra mikro yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya