Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUM Bulog terus menunjukkan komitmen sosialnya melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bulog Peduli UMKM dengan menyelenggarakan kegiatan pelatihan pemberdayaan UMKM di Kabupaten Sragen pada 3–4 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi Bulog dalam mendorong pembangunan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.
Pelatihan bertajuk Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas UMKM Pengolahan Pangan Berbahan Baku Kedelai Mutu Premium Non GMO ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Bulog dalam mendukung peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha di sektor pengolahan pangan. Bulog menyelenggarakan kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat hilirisasi komoditas kedelai, sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Dalam penyelenggaraan kegiatan TJSL tersebut, Bulog bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan.
Kabupaten Sragen dipilih sebagai lokasi kegiatan karena wilayah ini memiliki sentra penghasil kedelai potensial, salah satunya di Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, sehingga pelatihan diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap pengembangan komoditas unggulan daerah.
Pelatihan diikuti oleh 30 UMKM binaan Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sragen dan dilaksanakan di Aula Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK), Jalan A. Yani, Karangtengah, Sragen, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai. Seluruh peserta dibekali materi teknis pengolahan pangan berbasis kedelai Mutu Premium Non GMO serta penguatan manajemen usaha.
Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati mewakili Direktur SDM dan Umum Perum Bulog, bersama Bupati Sragen, sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi pemerintah daerah dengan BUMN dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran dua pimpinan tersebut menjadi penguatan bahwa pemberdayaan UMKM merupakan bagian penting dalam strategi pembangunan ekonomi daerah.
Melalui pelatihan ini, para peserta mendapatkan pembekalan peningkatan keterampilan produksi, termasuk teknik pengolahan kedelai yang higienis, efisien, sesuai standar, dan berorientasi pada peningkatan kualitas produk.
Transfer pengetahuan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan produksi dan mengurangi tingkat produk gagal, sekaligus memperpanjang daya simpan produk olahan berbasis kedelai.
Selain peningkatan keterampilan produksi, pelatihan juga menekankan pentingnya keamanan pangan melalui materi Good Manufacturing Practices (GMP) dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Peserta diperkenalkan pada proses produksi aman, penggunaan bahan baku berkualitas, serta standar pengemasan untuk mendukung kepercayaan konsumen.
Aspek inovasi dan pemasaran juga menjadi perhatian besar dalam kegiatan TJSL ini. Para peserta belajar mengenai diversifikasi produk, tren pasar, strategi branding, kreativitas kemasan, serta pemanfaatan platform digital sebagai sarana penjualan. Materi ini diharapkan mendukung perluasan akses pasar dan peningkatan skala usaha UMKM. Kegiatan ini turut membuka akses jaringan pemasok kedelai berkualitas serta peluang kolaborasi berkelanjutan dengan lembaga pemerintah, akademisi, maupun pelaku industri.
Selain itu, peserta difasilitasi informasi terkait sertifikasi halal, perizinan PIRT/OSS, dan label gizi sebagai bentuk dukungan peningkatan legalitas usaha dan kepercayaan pasar.
Melalui pelaksanaan Program TJSL Bulog Peduli UMKM ini, Bulog menegaskan perannya dalam mendukung Pilar Pembangunan Ekonomi dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Bulog berharap pelatihan ini mampu memberikan dampak nyata berupa peningkatan produktivitas, daya saing, dan kemandirian usaha sehingga mampu memperkuat perekonomian lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sragen. (HT/E-4)
MENTERI Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan stok cadangan beras pemerintah (CBP) hingga 2029 di angka 4 juta ton.
Aceh menjadi wilayah dengan prioritas tertinggi karena tingkat dampak bencana yang berat serta sejumlah daerah yang aksesnya sempat terputus.
MEMASUKI 2026 pemerintahan Kabinet Merah Putih terlihat sedang euforia merayakan pencapaian swasembada beras 2025.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Sebanyak 1,5 juta ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan disalurkan untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Di sisi distribusi, Bulog telah menyalurkan vantuan pangan sebesar 708 ribu ton sebagai perlindungan sosial bagi masyarakat rentan.
Batik pinggir Bengawan Solo menjadi bagian dari sejarah batik Keraton Kasunanan Surakarta, yang dalam perkembangannya menjadi bagian warna dari bagian batik Sragenan.
Pertamina menambah pasokan tabung gas LPG 3 kilogram sebanyak 23.520 tabung ke Sragen, Jawa Tengah, untuk mengatasi kelangkaan gas LPG di wilayah itu.
Pelaku UMKM serta ibu rumah tangga di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilogram (kg) di pengecer dan pangkalan.
Selama bertahun-tahun, masyarakat di wilayah Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen sangat bergantung pada suplai air donasi dari perusahaan yang berada di sekitar warga.
Sembilan kepala keluarga warga Dusun Secang, Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo yang menjadi korban bencana tanah longsor pada 24 Maret silam, menerima bantuan rumah sewa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved