Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Pemprov Kepri Gelar GPM Serentak 2026 di 69 Titik, Gandeng Bulog Jaga Harga Pangan

Hendri Kremer
25/2/2026 13:52
Pemprov Kepri Gelar GPM Serentak 2026 di 69 Titik, Gandeng Bulog Jaga Harga Pangan
Ilustrasi(Dok Humas Bulog Kepri)

PEMERINTAH Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Tahun 2026 di 69 titik yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Program ini dilaksanakan sepanjang tahun dengan menggandeng Perum Bulog sebagai mitra utama guna menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan bahwa GPM merupakan bagian dari gerakan nasional untuk memastikan ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat tetap terjaga, terutama di tengah dinamika ekonomi dan potensi kenaikan harga jelang hari besar keagamaan.

“GPM ini adalah bentuk kehadiran negara dalam menjamin kebutuhan pokok masyarakat. Kita ingin inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.

Peluncuran GPM serentak telah dimulai sejak 9 Februari 2026 dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah. Selain digelar rutin, pelaksanaannya juga disesuaikan dengan momentum seperti Ramadan, Idulfitri, dan hari besar keagamaan lainnya yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi masyarakat.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Luki Zaiman, mengatakan pelaksanaan GPM dapat dilakukan serentak maupun disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

“Kami imbau untuk dilaksanakan bersama, namun teknisnya tetap melihat kebutuhan dan situasi di kabupaten/kota,” ujarnya, Rabu (25/2) .

Ia menambahkan, komoditas yang disediakan tidak hanya beras dan minyak goreng, tetapi juga bahan pokok lain sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Bulog Siapkan Stok Strategis

Sebagai mitra strategis, Bulog Cabang Batam dan Tanjungpinang menyiapkan stok komoditas utama seperti beras SPHP, beras premium, dan Minyak Kita dengan harga di bawah pasaran.

Di Tanjungpinang, Bulog menyalurkan 2 ton beras SPHP, 1 ton beras premium, serta 50 dus Minyak Kita. Sementara di Batam, kegiatan GPM digelar pada 9–13 Februari 2026 di dua lokasi berbeda setiap harinya dengan melibatkan distributor dan pelaku usaha lokal.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Batam, Guido XL Pereira, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung penuh pelaksanaan GPM sepanjang tahun.

“Kami memastikan ketersediaan stok tetap aman. Jika terjadi lonjakan permintaan, suplai akan kami sesuaikan agar harga tetap stabil dan masyarakat mudah mendapatkan bahan pokok,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar, di antaranya beras SPHP Rp58.000 per 5 kilogram, beras premium Rp70.000 per 5 kilogram, Minyak Kita Rp14.000 per liter, serta telur ayam Rp50.000 per papan. Antusiasme warga terlihat tinggi setiap kali kegiatan digelar.

Jaga Stabilitas dan Daya Beli

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kepri, Mohammad Riza Pahlevi, menyebut GPM dan operasi pasar akan digelar merata di seluruh kabupaten/kota dengan melibatkan instansi vertikal serta berbagai pemangku kepentingan.

“Bulog menyediakan bahan pokok dengan harga di bawah pasaran, sementara Pemprov memfasilitasi lokasi dan operasional kegiatan,” katanya. Ia menambahkan, anggaran pelaksanaan per kegiatan berkisar Rp10 juta hingga Rp15 juta.

Melalui GPM Serentak 2026, Pemprov Kepri berharap stabilitas harga tetap terjaga, inflasi terkendali, dan ketahanan pangan daerah semakin kuat. Kolaborasi lintas sektor ini juga diharapkan menjadi bantalan sosial-ekonomi bagi masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya