Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Harga Pangan Pokok Diprediksi Naik meski Stok Aman jelang Lebaran

Insi Nantika Jelita
10/3/2026 14:41
Harga Pangan Pokok Diprediksi Naik meski Stok Aman jelang Lebaran
ilustrasi(Antara)

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri untuk mengevaluasi sekaligus memastikan ketersediaan stok pangan hingga energi minyak menjelang Lebaran. Menanggapi hal tersebut, peneliti Center of Reform on Economics Indonesia (Core) Indonesia Eliza Mardian mengingatkan ketersediaan stok pangan secara nasional tidak menjamin stabilitas harga di pasar.  Menurutnya, persoalan dalam sistem pangan nasional tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok, tetapi juga menyangkut distribusi, struktur rantai pasok, serta ekspektasi pasar.

Ia menilai aspek distribusi kerap menjadi titik masalah. Jika distribusi antarwilayah tidak berjalan lancar atau terjadi ketimpangan pasokan di daerah tertentu, harga tetap berpotensi naik meskipun secara nasional stok dinilai cukup.

"Karena itu meskipun stok aman, harga tetap berpotensi naik saat ramadan dan menjelang Lebaran," ujar Eliza kepada Media Indonesia, Selasa (10/3).

Eliza juga menyoroti persoalan asimetri informasi yang masih terjadi dalam pengelolaan data pangan. Menurutnya, data stok pangan yang benar-benar real time di lapangan sering kali belum tersedia secara akurat dan presisi, sehingga pemerintah kesulitan melakukan pelacakan stok di setiap rantai pasokan.

Selain itu, faktor cuaca juga dinilai berpengaruh terhadap dinamika harga pangan. Curah hujan tinggi dapat mengganggu panen sejumlah komoditas, terutama hortikultura, sekaligus menghambat pengiriman dari sentra produksi ke pasar. Jika produksi sedikit terganggu dan distribusi tidak lancar, pasokan di pasar dapat menurun sehingga harga cenderung naik dan pada akhirnya mendorong inflasi pangan.

Secara historis, lanjut Eliza, pola tersebut hampir selalu terjadi setiap tahun. Pada periode Ramadan, inflasi kelompok volatile food biasanya meningkat karena adanya lonjakan permintaan rumah tangga, sementara pasokan tidak dapat langsung menyesuaikan dalam waktu singkat.

"Jadi, meskipun pemerintah menyatakan stok aman, potensi kenaikan harga bahan pokok tetap ada," katanya.

Karena itu, ia menilai upaya yang paling penting bukan hanya memastikan stok tersedia, tetapi juga memastikan distribusi berjalan lancar, memperkuat monitoring stok pangan secara real time, serta melakukan operasi pasar yang cepat dan tepat sasaran ketika harga mulai naik. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah juga dinilai krusial, mengingat tekanan harga sering kali terjadi di level regional, bukan nasional.

Menurutnya, operasi pasar akan efektif jika dilakukan lebih awal, dilakukan secara rutin, dan menjangkau masyarakat menengah ke bawah yang daya belinya perlu dijaga. Jika dilakukan setelah harga sudah tinggi, dampaknya biasanya terbatas karena pasar sudah membentuk harga baru.

Karena itu, ia menekankan pentingnya intervensi sejak dini melalui pemantauan harga harian serta distribusi stok ke daerah yang mengalami tekanan harga. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya