Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Selama Ramadan dan Idulfitri 2026 di Tengah Konflik Global

Mohamad Farhan Zhuhri
02/3/2026 16:51
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Selama Ramadan dan Idulfitri 2026 di Tengah Konflik Global
ilustrasi.(dok.MI)

DI tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berpotensi mengguncang harga komoditas dunia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan stok bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 dalam kondisi aman.

“Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup dengan cadangan yang memadai di tengah memanasnya konflik AS–Israel dan Iran,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, Minggu (1/3).

Elisabeth menegaskan, proyeksi kebutuhan telah dihitung detail untuk periode Ramadan hingga Idulfitri. Kenaikan konsumsi memang terjadi setiap tahun, terutama pada telur ayam yang naik sekitar 7,5%, disusul daging sapi/kerbau dan bawang putih sekitar 3,5%.

Namun dari sisi pasokan, stok beras tercatat lebih dari 100 ribu ton, jauh di atas kebutuhan sekitar 68 ribu ton. Daging ayam dan daging sapi juga disebut memiliki cadangan berlipat dari kebutuhan bulanan. Gula pasir dan minyak goreng pun tersedia hingga puluhan ribu ton.

Memasuki periode Idulfitri pada Maret ini, lonjakan konsumsi diproyeksikan lebih tinggi. Telur ayam diperkirakan naik lebih dari 17%, sementara daging ayam dan bawang merah meningkat di atas 10%.

“Meski demikian, stok beras tercatat lebih dari 136 ribu ton, jauh melampaui kebutuhan sekitar 78 ribu ton. Komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, serta hortikultura juga memiliki buffer stok yang memadai,” ujarnya.

Pemprov DKI, lanjut Elisabeth, telah menyiapkan langkah antisipatif untuk meredam potensi gejolak harga akibat dinamika global. Koordinasi diperkuat dengan BUMD pangan, distributor utama, asosiasi pedagang, hingga pemerintah pusat untuk memastikan distribusi harian tetap lancar di pasar tradisional maupun ritel modern.

Monitoring harga juga akan diintensifkan. Jika ditemukan kenaikan tidak wajar, intervensi akan dilakukan melalui operasi pasar, bazar pangan murah, serta optimalisasi pasokan dari BUMD.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pasokan hingga Idulfitri dipastikan aman,” tegas Elisabeth.

Ia memastikan, komitmen Pemprov jelas: menjaga stabilitas pasokan dan harga agar warga dapat menjalankan Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang, tanpa dihantui lonjakan harga akibat gejolak global. (Far/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya