Sabtu 16 April 2022, 21:17 WIB

Ombudsman Acungi Jempol Produksi Beras Surplus dan Tak Ada Impor

mediaindonesia.com | Ekonomi
Ombudsman Acungi Jempol Produksi Beras Surplus dan Tak Ada Impor

Ist/Kementan
Anggota Ombudsman, Yeka Hendra Fatika, dan Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi, melaukan monitoring di Kabupaten Sragen, Jateng. Sabtu (16/4).

 

ANGGOTA Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, memberikan acungan jempol terhadap keberhasilan pemerintah dalam upaya meningkatkan produksi beras, terutama di masa sulit yakni pandemi covid-19 dan perubahan iklim ekstrim.

Yeka menilai produksi beras surplus sehingga tidak ada impor beras umum dalam 3 tahun terakhir.

"Kita seiya sekata, produksi beras surplus, tidak ada impor dan masuk akal, riil di lapangan," kata Yeka dalam kegiatan monitoring yang didampingi Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi, Kepala Bulog Surakarta, Kepala Dinas Pertanian Jawa Tengah di Kabupaten Sragen, Sabtu (16/4/2022).

Yeka menilai dari keberhasilan menunjukkan Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki peran yang sangat strategis, terutama memberikan pelayanan publik kepada petani. Walaupun masih ada pekerjaan rumah, dimana pelayanan kepada petani masih ada yang belum, tapi kemajuan sejauh ini sudah sangat baik.

"Laporan pelayanan publik Kementerian Pertanian (Kementanb) tahun lalu rapornya hijau. Ini harus dipertahankan dan kegiatan pelayanan kepada petani harus semakin lebih baik," tegasnya.

Selain itu, Yeka pun memberikan apresiasi terhadap bantuan penggilingan padi atau Rice Milling Unit (RMU) yang digelontorkan Kementan. Dalam 4 tahun terakhir ini bantuan dan sekaligus pembinaanya sangat bagus dan memberikan hasil yang jelas.

"Penggilingan padi bantuan Kementan luar biasa, yakni ada perubahan signifikan empat tahun terakhir ini. Kalau dulu bantuan itu besi tua," jelasnya.

Pengadaan barang dan jasa sudah sangat baik, kualitas RMU dan pengering bagus. Termasuk juga pemilihan lokasi dan penerima bantuan sekaligus ada perbaikan dalam proses pembinaannya," ungkap Yeka.

Baca juga: Jamin Stok Beras, Kementan Dampingi Ombudsman Monitoring Kostraling

"Saya sangat senang melihat RMU dan pengering bantuan di Sragen ini, mudah-mudahan di daerah lain juga seperti ini," katanya.

"Dengan adanya bantuan RMU, petani bisa menjalankan bisnis penyediaan beras dalam jumlah besar, yang awalnya dirasa kapasitas RMU bantuan besar, tapi sekarang malah maunya ditingkatkan," imbuh Yeka.

Perlu diketahui, data BPS mencatat sejak tahun 2019 hingga hari ini Indonesia tidak melakukan impor beras umum alias tidak ada impor beras Bulog.

Setiap tahun produksi beras surplus lebih tinggi dari kebutuhan konsumsinya, pada tahun 2019 surplus beras 2,38 juta ton, 2020 surplus 2,13 juta ton dan 2021 surplus 1,31 juta ton. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara

Erick Minta Garuda tak Naikkan Harga Tiket Pesawat

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 17:20 WIB
Menurut Menteri BUMN, Garuda Indonesia perlu menambah volume penerbangan, yang diharapkan dapat menstabilkan harga tiket pesawat di Tanah...
Twitter @BRINS_Insurance

BRINS Pupuk Kepercayaan 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 17:19 WIB
“Saat ini, BRINS terus memperluas pasar mikro dengan berbagai inovasi produk yang variatif dengan premi...
ANTARA

Kadin Nilai Asumsi Dasar dan RAPBN 2023 Jadi Stimulasi Sektor Riil

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 16:43 WIB
Anggaran itu tercatat lebih tinggi dari belanja infrastruktur tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp363,76...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya