Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Revitalisasi 16 Ribu Sekolah Serap 238 Ribu Tenaga Kerja

M Ilham Ramadhan Avisena
25/3/2026 14:40
Revitalisasi 16 Ribu Sekolah Serap 238 Ribu Tenaga Kerja
Program revitalisasi sekolah tak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga menyerap 238 ribu tenaga kerja.(Antara)

KEPALA Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menuturkan, program revitalisasi sekolah yang dijalankan pemerintah tidak semata memperbaiki bangunan fisik sekolah, melainkan mendorong dampak ekonomi yang luas di tingkat masyarakat. Program tersebut juga dirancang sebagai investasi jangka panjang sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Pada 2025, program ini menyasar 16.167 sekolah, meningkat dari rencana awal 10 ribu setelah adanya penambahan. Hingga 11 Maret 2026, sebanyak 16.062 sekolah telah rampung dibangun, sementara 105 lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Untuk 2026, pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp14,1 triliun dengan target 11.744 satuan pendidikan. Namun, pemerintah berencana memperluas cakupan hingga 60 ribu sekolah, dengan tambahan anggaran yang masih dalam proses pengusulan sebesar Rp89,5 triliun.

"Jadi, kata siapa kurang? Yang ada malah tambah," kata Qodari, Jakarta, Rabu (25/3). 

Di balik pembangunan fisik, pemerintah mengubah pendekatan pelaksanaan dengan skema swakelola di tingkat sekolah, tanpa melalui pemerintah daerah. Skema ini membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, mulai dari tenaga bangunan hingga penyedia logistik.

Dampaknya terasa langsung di lapangan. Qodari menyebut, rata-rata satu proyek sekolah melibatkan sekitar 22 pekerja lokal. Dengan total 16 ribu proyek pada 2025, jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 238.131 orang, mencakup berbagai profesi dari insinyur hingga tenaga pendukung.

Selain itu, program ini juga menggerakkan sekitar 58 ribu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), termasuk sektor bahan bangunan, konsumsi, transportasi, hingga jasa pendukung lainnya.

"Artinya program ini tidak hanya membangun fisik, tetapi juga ekonomi lokal," kata Qodari. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya