Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Optimalkan TikTok, Penjualan UMKM Lokal Meningkat Tajam Selama Ramadan

Heryadi
17/3/2026 18:39
Optimalkan TikTok, Penjualan UMKM Lokal Meningkat Tajam Selama Ramadan
UNERD Footwear, brand alas kaki asal Pasuruan, Jawa Timur, yang memanfaatkan program Tik Tok untuk meningkatkan penjualan.(Dok.TikTok)

PELAKU usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan tingginya aktivitas digital selama Ramadan 2026 untuk meningkatkan promosi dan penjualan melalui platform TikTok. Lonjakan interaksi pengguna membuka peluang bagi brand lokal untuk memperluas pasar dan meningkatkan transaksi.

Data internal menunjukkan hampir 13 juta video diunggah pada pekan pertama Ramadan 2026 di TikTok. Tingginya aktivitas ini dimanfaatkan pelaku usaha untuk memasarkan produk, berbagi cerita bisnis, hingga menjangkau konsumen baru melalui fitur TikTok Shop by Tokopedia dan layanan iklan TikTok Ads.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan dampaknya adalah UNERD Footwear, brand alas kaki asal Pasuruan, Jawa Timur. Pendiri UNERD, Yoseph Putera Soesanto, mengatakan strategi pemasaran melalui konten dan iklan di TikTok mampu meningkatkan pesanan secara signifikan.

“Lewat fitur TikTok Ads, kami tidak hanya bisa menjangkau audiens baru yang sebelumnya belum mengenal brand, tapi juga mengonversi mereka menjadi pembeli. Sekitar 80 persen pembeli kami merupakan pelanggan baru,” ujar Yoseph.

Ia menambahkan, selama Ramadan tahun ini jumlah pesanan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jangkauan pasar juga meluas hingga ke berbagai daerah seperti Riau, Sumatra Selatan, dan Lampung.

Keberhasilan serupa juga dialami Sajodo Snack & Food, UMKM camilan asal Tasikmalaya, Jawa Barat. Pendiri Sajodo, Firda Khaerunnisa, mengatakan pemanfaatan konten kreatif dan fitur promosi di TikTok membantu memperkenalkan produknya secara luas.

“Sejak awal merintis Sajodo, kami merasakan bagaimana kekuatan penemuan dan dukungan komunitas TikTok membuat brand kami lebih mudah ditemukan. Kami juga memanfaatkan TikTok Ads untuk menjangkau konsumen baru,” kata Firda.

Menurut dia, momentum Ramadan menjadi periode penting karena meningkatnya permintaan camilan. Hasilnya, Sajodo mencatatkan kenaikan penjualan hingga tiga kali lipat selama Ramadan 2026.

“Sebagai UMKM dengan modal terbatas, TikTok Ads sangat membantu memperluas jangkauan. Hasilnya terasa langsung, penjualan kami naik signifikan,” ujarnya.

TikTok juga menghadirkan program Koleksi Laris di TikTok Selama Ramadan (KOLAK Ramadan) yang digelar pada 13–15 Maret 2026 di Gandaria City, Jakarta. Program ini menampilkan lebih dari 20 UMKM dan brand lokal, serta menghadirkan berbagai kegiatan seperti talkshow, workshop, dan hiburan.

Melalui program tersebut, TikTok mendorong pelaku usaha memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan visibilitas dan penjualan. Keberhasilan sejumlah UMKM menunjukkan bahwa pemanfaatan platform digital secara optimal dapat menjadi kunci pertumbuhan bisnis, khususnya pada periode dengan aktivitas konsumsi tinggi seperti Ramadan.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya