Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Kolaborasi Strategis Memberdayakan Lembaga Keuangan

Rahmatul Fajri
16/3/2026 20:41
Kolaborasi Strategis Memberdayakan Lembaga Keuangan
Ilustrasi(Dok Metro TV)

SEKTOR keuangan Indonesia sedang mengalami transformasi pesat, yang didorong adopsi digital, meningkatnya permintaan kredit, dan ekspansi usaha kecil.

Di sisi lain, Indonesia memiliki sekitar 65,5 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mempekerjakan 119 juta orang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia, dengan menyumbang lebih dari 61% produk domestik bruto negara.

Meski skalanya besar, akses terhadap keuangan tetap menjadi kendala terbesar bagi pertumbuhan UMKM. Laporan IMF Article IV 2026 mencatat UMKM Indonesia menghadapi biaya pinjaman jauh lebih tinggi dan prosedur aplikasi pinjaman lebih kompleks daripada negara-negara serupa. Merespons itu, Mastercard mengumumkan kolaborasi strategis dengan Clik Indonesia, biro kredit swasta, untuk menyediakan layanan konsultasi canggih yang memberdayakan penerbit kartu dan lembaga keuangan di seluruh Indonesia.

Chief Digital Transformation Officer Clik Credit Bureau Lucky Herviana menjelaskan kolaborasi ini menjawab kebutuhan pasar yang mendesak atas intelijen yang optimal dan berbasiskan data serta memungkinkan pemberi pinjaman tumbuh bertanggung jawab, meningkatkan pengambilan keputusan, dan menjaga kesehatan portofolio.

Menurut dia, dalam lingkungan pertumbuhan tinggi ini, lembaga keuangan menghadapi mandat ganda untuk memperluas akses kredit sambil menjaga kesehatan portofolio, yang membutuhkan indikasi lebih baik dan model lebih kuat.

Clik, jelas dia, menyediakan riwayat kredit yang diperluas, penilaian prediktif, dan wawasan pembayaran yang lebih mendalam melebihi data yang tersedia dari sumber resmi di Indonesia.

Menggunakan wawasan dari data tersebut, penasihat global Mastercard memberikan strategi yang dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan keputusan penilaian kredit (underwriting), mendukung pertumbuhan portofolio berkelanjutan, dan memperkuat pemulihan utang. Hal ini membangun ekosistem kredit yang lebih matang, berbasis data, dan tangguh di Indonesia, dengan manfaat meluas ke lembaga pemerintah, lembaga keuangan, usaha kecil dan menengah, serta individu.

“Kami senang dapat mendukung kemajuan ekosistem keuangan Indonesia melalui kolaborasi strategis dengan Mastercard, yang akan memungkinkan penyediaan layanan konsultasi risiko kredit canggih untuk penerbit kartu dan lembaga keuangan di semua negeri," ujarnya, Senin (16/3/2026).

Dia menjelaskan memanfaatkan keahlian mendalam dalam pengembangan skor kredit dan luasnya data kredit secara nasional, kolaborasi ini siap memberikan solusi efektif bagi institusi yang ingin menyelaraskan target pertumbuhan bisnis dengan manajemen risiko bijaksana.
"Sekaligus membuka peluang menjanjikan berbasis portofolio kredit yang sehat dan terkelola dengan baik,” kata Lucky.

Executive Vice President, Head of Services, Asia Pacific, Mastercard Matthew Driver mengatakan memperluas akses ke kredit yang bertanggung jawab membutuhkan kolaborasi kuat di seluruh ekosistem. "Dengan menyatukan keahlian global kami dalam pengambilan keputusan berbasis data dan manajemen risiko dengan wawasan kredit lokal Clik yang mendalam, kami membantu lembaga keuangan untuk membuat keputusan lebih cerdas dan tumbuh secara berkelanjutan.”

Ia menambahkan program serupa yang ditawarkan Mastercard di wilayah ini membantu lembaga keuangan mencapai tingkat persetujuan hingga 45% untuk kartu kredit dan 30% pembiayaan pribadi dengan profitabilitas terealisasi masing-masing dalam waktu sekitar 24 bulan dan 12 bulan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik