Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Menko PM Dorong UMKM Naik Kelas lewat Festival Jejak Jajanan Nusantara

Naufal Zuhdi
06/3/2026 17:42
Menko PM Dorong UMKM Naik Kelas lewat Festival Jejak Jajanan Nusantara
Menko PM Muhaimin Iskandar Festival Jejak Jajanan Nusantara.(MI/Naufal Zuhdi)

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui Festival Jejak Jajanan Nusantara. Program tersebut dinilai menjadi contoh model kerja sama yang melibatkan pemerintah, BUMN, komunitas, dan pelaku usaha kecil.

“Saya sangat bangga dan bersyukur. Jejak Jajanan Nusantara ini selama ini menjadi piloting dari model kerja sama yang melibatkan berbagai pihak untuk saling menopang dan membangkitkan usaha kecil dan menengah,” kata Muhaimin saat membuka festival tersebut, Jumat (6/3).

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kekayaan kuliner tradisional yang cocok dinikmati saat Ramadan, tetapi juga membuka ruang bagi UMKM memanfaatkan aset-aset pemerintah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Program utama Pasar 1001 Malam ini adalah agar sarana dan prasarana milik pemerintah pusat, daerah, BUMN, maupun kementerian dan lembaga yang memiliki tempat strategis namun belum berfungsi optimal, lebih baik dimanfaatkan oleh UMKM kita untuk tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Ia menilai banyak aset publik yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal pelaku usaha kecil, koperasi, hingga usaha mikro membutuhkan ruang untuk bertemu dengan konsumen dan mengembangkan produk ekonomi kreatif.

Muhaimin menambahkan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari paradigma baru dalam cara kerja pemerintah, yakni mendorong pelaku usaha untuk terus naik kelas.

“Pemberdayaan sebagai paradigma cara kerja baru pemerintahan menuntut dorongan agar kelas menengah naik kelas dan pelaku UMKM mikro bisa berkembang menjadi usaha menengah. Mereka adalah kekuatan ekonomi yang secara langsung berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran pelaku usaha rumah tangga, termasuk ibu-ibu yang menjadi pejuang ekonomi keluarga. Menurutnya, kelompok ini memiliki daya tahan ekonomi yang kuat dan terbukti mampu bertahan dalam berbagai kondisi.

Lebih jauh, ia menilai Jejak Jajanan Nusantara juga menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi kuliner Indonesia sekaligus mempopulerkan produk ekonomi kreatif. Beragam makanan tradisional ditampilkan dalam festival tersebut, seperti Selendang Mayang dan Kerak Telor yang menjadi simbol perpaduan budaya Nusantara.

“Jejak Jajanan Nusantara ini bukan hanya soal kuliner, tetapi juga upaya melestarikan tradisi sekaligus mempopulerkan produk ekonomi kreatif agar bisa dinikmati dan dipromosikan secara luas,” katanya.

Muhaimin berharap program tersebut dapat terus diperluas ke berbagai daerah di Indonesia sehingga semakin banyak pelaku UMKM yang terlibat dan memperoleh peluang pasar.

“Kita ingin Jejak Jajanan Nusantara ini berkembang di berbagai tempat di seluruh Indonesia, melibatkan lebih banyak pelaku usaha sehingga menjadi milik bersama dan peluang bagi semua untuk tumbuh,” ujarnya.

Ia menegaskan negara harus hadir sebagai pihak yang membuka akses dan memfasilitasi pengembangan usaha rakyat.

“Pemberdayaan membutuhkan ruang untuk tumbuh bersama. Negara harus menjadi enabling actor yang membuka akses dan memfasilitasi, sementara swasta, komunitas, dan pelaku UMKM menjadi motor penggerak yang saling menguatkan,” pungkas Muhaimin. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya