Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Pemerintah Beri Perhatian Serius soal Anak Bunuh Diri

M Ilham Ramadhan Avisena
04/2/2026 19:47
Pemerintah Beri Perhatian Serius soal Anak Bunuh Diri
Kasus anak bunuh diri di NTT dapat perhatian serius pemerintah.(Freepik)

PEMERINTAH menaruh perhatian serius terhadap kasus anak yang mengakhiri hidupnya akibat persoalan yang dinilai sepele namun berujung tragis. Peristiwa tersebut menjadi alarm bagi negara agar lebih peka terhadap beban sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, khususnya anak-anak di lingkungan pendidikan.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan telah meminta seluruh jajaran pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk bersikap terbuka dan responsif terhadap kondisi masyarakat. 

Ia menekankan agar persoalan-persoalan kecil, seperti kebutuhan pendidikan, tidak lagi terabaikan hingga menumpuk menjadi beban berat.

"Saya sudah minta kepada seluruh jajaran, baik pemerintah pusat maupun daerah, dan juga kepada masyarakat, untuk betul-betul terbuka terhadap keadaannya. Apabila memang membutuhkan bantuan alat tulis, bantuan apapun, itu harus segera ditangkap dan disampaikan," kata Muhaimin kepada pewarta di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2). 

Ia menilai kasus tersebut tidak boleh terulang, terlebih jika dipicu oleh persoalan ekonomi yang sebenarnya bisa diatasi lebih awal. Karena itu, Muhaimin mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan kesulitan yang dihadapi.

"Karena kasusnya sepele yang kemudian sangat mengharukan itu, tidak boleh terjadi lagi. Jadi kepada masyarakat, kalau ada masalah soal ekonomi, soal utang, soal apa saja, soal alat tulis, pendidikan terutama, sampaikan kepada kita. Kita akan bertindak cepat," ujarnya.

Terkait temuan awal, Muhaimin menyebut pemerintah masih melakukan penelusuran. Fokus utamanya, kata dia, memastikan tidak ada lagi saluran bantuan yang tersumbat di tingkat bawah.

"Kita lagi terus telusuri. Sehingga yang paling penting aparat pemerintahan betul-betul responsif dan terbuka untuk tidak boleh lagi ada yang tersumbat," ucapnya.

Ia juga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat, termasuk mengevaluasi peran aparat setempat, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. "Iya kita berharap begitu. Itu Pemda akan bertindak cepat," kata dia. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian ini menjadi pukulan berat sekaligus pengingat bahwa masih ada persoalan mendasar yang belum tertangani dengan baik.

"Ini menjadi perhatian kita juga ya terkait masih ada, ini kan pukulan berat, kita sangat prihatin juga," ujar Cucun.

Ia menyoroti pentingnya peran sekolah dan guru dalam mengenali kondisi psikologis murid, terutama di tengah tekanan ekonomi dan sosial yang semakin kompleks. Menurut Cucun, persoalan tersebut bisa saja tidak semata-mata soal kebutuhan alat tulis.

"Apalagi fenomena sekarang di tengah-tengah ya mungkin kondisi ekonomi ataupun juga dia karena tadi, bisa jadi bukan karena hal tentang masalah pensil, karena bully-an dan segala macam. Ini yang menjadi problem besar bagi kita yang harus diselesaikan," katanya.

Cucun memastikan DPR akan mendorong pendalaman kasus ini melalui alat kelengkapan dewan. Ia menyebut Komisi X DPR perlu segera mendengar penjelasan dari pihak terkait, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, guna memastikan langkah antisipasi dan pencegahan ke depan.

"Makanya sebagai pimpinan DPR, saya juga nanti supaya Komisi X segera supaya mendengar apa yang terjadi sebetulnya ya," ucapnya.

Ia juga membuka peluang adanya pendalaman oleh aparat penegak hukum agar penyebab kejadian dapat terungkap secara menyeluruh. "Yang jelas kalau misalkan yang mau ada apa, pendalaman dari aparat penegak hukum bagus biar terang benderang juga ya permasalahannya," kata Cucun.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya