Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Pembangunan Jaya melalui Fakultas Teknologi dan Desain serta Prodi DKV menggelar Seminar Internasional bertajuk Artificial Intelligence and The Future of Education World. Forum ini mempertemukan akademisi, pemerintah, dan mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, dan Taiwan untuk membahas arah pendidikan tinggi di era Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan berlangsung secara hybrid di ruang Teater UPJ dan melalui Zoom sehingga mahasiswa dari berbagai negara dapat mengikuti sesi secara daring secara bersamaan. Format ini memperluas akses dan memperkuat kolaborasi lintas negara.
Seminar ini merupakan kolaborasi Universitas yang berfokus pada adaptasi dan pemanfaatan AI. Dari Indonesia ada Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), dari Malaysia Universiti Teknologi MARA Malaysia beserta serta perwakilan Department of Higher Education Malaysia, dan dari Tamkang University Taiwan.
Wakil Dekan Fakultas Teknologi dan Desain UPJ, Desi Dwi Kristanto, S.Ds., M.Ds., menegaskan bahwa kampus tidak bisa menunda adaptasi terhadap AI.
“Kampus harus bergerak cepat. Kurikulum perlu menyesuaikan perkembangan teknologi. Kami ingin lulusan UPJ mampu bekerja berdampingan dengan sistem AI, memahami logikanya, dan tetap menjunjung etika akademik,” ujarnya.
Puan Mujahidah Khairun Nisak Rosli dari Ministry of Higher Education Malaysia memaparkan arah kebijakan nasional Malaysia dalam integrasi AI.
“Implementasi AI di pendidikan tinggi harus diikuti regulasi yang jelas, tata kelola yang kuat, dan jaminan mutu. Tanpa itu, kualitas akademik bisa terpengaruh,” jelasnya.
Prof. Dr. Jian-Bang Deng dari Department of Education and Design Tamkang University menjelaskan pengalaman kampusnya dalam mengintegrasikan AI ke sistem pembelajaran digital dan kurikulum interdisipliner.
“Kami tidak menempatkan AI sebagai mata kuliah tambahan. Kami mengintegrasikannya ke dalam proyek lintas disiplin agar mahasiswa memahami cara kerja dan dampaknya secara langsung,” jelasnya.
Ts Dr Zaaba Ahmad dari Faculty of Computer and Mathematical Science Universiti Teknologi MARA memaparkan penggunaan machine learning untuk menganalisis performa belajar mahasiswa.
“Data membantu dosen mengambil keputusan akademik secara lebih presisi. AI memberi insight, tetapi keputusan tetap berada di tangan pendidik,” tegasnya.
Diskusi berlanjut dalam format talk show dengan moderator dosen DKV UPJ, Ratno Suprapto, S.Sn., M.Ds. Peserta membahas integritas akademik, batas penggunaan AI dalam tugas, serta kesiapan dosen dan mahasiswa. Dengan topik yang aktual dan menarik, sehingga mahasiswa aktif bertanya, baik yang hadir langsung maupun melalui Zoom.
Tim Universiti Teknologi MARA juga melaksanakan sit in class bersama mahasiswa DKV UPJ. Senior Lecturer Interior Design Muh Srip Abd Rahman, Senior Lecturer Fine Art Prof Madya Ts Dr Azhar Abd Jamil, serta dosen Computer Science mendapat kesempatan berdialog langsung dengan mahasiswa. Sesi ini memperlihatkan kolaborasi konkret lintas negara di ruang kelas.
Seminar ini memberi pesan tegas. Transformasi pendidikan berbasis AI membutuhkan kesiapan kurikulum, regulasi, dan kompetensi dosen. Sebagai mahasiswa, perlu meningkatkan literasi AI dan memahami etika penggunaannya. Sebagai pengelola kampus, perlu memastikan kebijakan dan sistem belajar tetap relevan dengan perkembangan teknologi.
Universitas Pembangunan Jaya dari Indonesia bersama mitra dari Malaysia dan Taiwan menegaskan komitmen memperkuat kerja sama global dan membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif serta berorientasi pada kebutuhan industri berbasis teknologi. (RO/Z-2)
SELAMA puluhan tahun, Indonesia terjebak dalam delusi bahwa mutu pendidikan bisa ditingkatkan hanya dengan menyuntikkan dana ke sekolah atau mengganti label kurikulum
Sekretaris Kabinet menjelaskan bahwa anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sesuai amanat konstitusi.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pembangunan infrastruktur pendidikan dalam APBN.
Interaksi lintas budaya serta kesempatan membangun global networking diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam memulai karier profesional.
Di tengah derasnya arus teknologi, perhatian pada tulisan tangan terasa seperti langkah mundu
Ini lima kampus dengan Jurusan S1 Arsitektur unggulan di Indonesia beserta pendekatan pendidikannya.
Dari 985 perguruan tinggi akademik di Indonesia, hanya 103 universitas (10,46%) yang berhasil mencapai kategori Baik Sekali, dan UPJ termasuk di dalamnya.
UPJ menerima kunjungan mahasiswa Curtin University, Australia, sebagai bagian dari rangkaian program New Colombo Plan Study Tour 2025 yang berlangsung di enam negara.
Tiga karya terbaik mahasiswa UPJ, meraih penghargaan dalam ajang Indonesia Industrial Design Student Award (IIDSA) ke-6 yang digelar di Institut Seni Indonesia
Sebagai Guru Besar sekaligus Rektor UPJ, Prof. Elisabeth Rukmini berkomitmen memperkuat tridharma perguruan tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved