Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Universitas Pembangunan Jaya Gelar Seminar Internasional, Bahas Strategi Kampus Hadapi Disrupsi Artificial Intelligence

Media Indonesia
05/3/2026 12:16
Universitas Pembangunan Jaya Gelar Seminar Internasional, Bahas Strategi Kampus Hadapi Disrupsi Artificial Intelligence
Universitas Pembangunan Jaya menggelar seminar internasional membahas peran AI dalam transformasi pendidikan tinggi bersama akademisi Indonesia, Malaysia, dan Taiwan.(Universitas Pembangunan Jaya)

UNIVERSITAS Pembangunan Jaya melalui Fakultas Teknologi dan Desain serta Prodi DKV menggelar Seminar Internasional bertajuk Artificial Intelligence and The Future of Education World. Forum ini mempertemukan akademisi, pemerintah, dan mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, dan Taiwan untuk membahas arah pendidikan tinggi di era Artificial Intelligence (AI).

Kegiatan berlangsung secara hybrid di ruang Teater UPJ dan melalui Zoom sehingga mahasiswa dari berbagai negara dapat mengikuti sesi secara daring secara bersamaan. Format ini memperluas akses dan memperkuat kolaborasi lintas negara.
Seminar ini merupakan kolaborasi Universitas yang berfokus pada adaptasi dan pemanfaatan AI. Dari Indonesia ada Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), dari Malaysia Universiti Teknologi MARA Malaysia beserta serta perwakilan Department of Higher Education Malaysia, dan dari Tamkang University Taiwan.

Wakil Dekan Fakultas Teknologi dan Desain UPJ, Desi Dwi Kristanto, S.Ds., M.Ds., menegaskan bahwa kampus tidak bisa menunda adaptasi terhadap AI.

“Kampus harus bergerak cepat. Kurikulum perlu menyesuaikan perkembangan teknologi. Kami ingin lulusan UPJ mampu bekerja berdampingan dengan sistem AI, memahami logikanya, dan tetap menjunjung etika akademik,” ujarnya.

Puan Mujahidah Khairun Nisak Rosli dari Ministry of Higher Education Malaysia memaparkan arah kebijakan nasional Malaysia dalam integrasi AI.

“Implementasi AI di pendidikan tinggi harus diikuti regulasi yang jelas, tata kelola yang kuat, dan jaminan mutu. Tanpa itu, kualitas akademik bisa terpengaruh,” jelasnya.

Prof. Dr. Jian-Bang Deng dari Department of Education and Design Tamkang University menjelaskan pengalaman kampusnya dalam mengintegrasikan AI ke sistem pembelajaran digital dan kurikulum interdisipliner.

“Kami tidak menempatkan AI sebagai mata kuliah tambahan. Kami mengintegrasikannya ke dalam proyek lintas disiplin agar mahasiswa memahami cara kerja dan dampaknya secara langsung,” jelasnya.

Ts Dr Zaaba Ahmad dari Faculty of Computer and Mathematical Science Universiti Teknologi MARA memaparkan penggunaan machine learning untuk menganalisis performa belajar mahasiswa.

“Data membantu dosen mengambil keputusan akademik secara lebih presisi. AI memberi insight, tetapi keputusan tetap berada di tangan pendidik,” tegasnya.

Diskusi berlanjut dalam format talk show dengan moderator dosen DKV UPJ, Ratno Suprapto, S.Sn., M.Ds. Peserta membahas integritas akademik, batas penggunaan AI dalam tugas, serta kesiapan dosen dan mahasiswa. Dengan topik yang aktual dan menarik, sehingga mahasiswa aktif bertanya, baik yang hadir langsung maupun melalui Zoom.

Tim Universiti Teknologi MARA juga melaksanakan sit in class bersama mahasiswa DKV UPJ. Senior Lecturer Interior Design Muh Srip Abd Rahman, Senior Lecturer Fine Art Prof Madya Ts Dr Azhar Abd Jamil, serta dosen Computer Science mendapat kesempatan berdialog langsung dengan mahasiswa. Sesi ini memperlihatkan kolaborasi konkret lintas negara di ruang kelas.

Seminar ini memberi pesan tegas. Transformasi pendidikan berbasis AI membutuhkan kesiapan kurikulum, regulasi, dan kompetensi dosen. Sebagai mahasiswa, perlu meningkatkan literasi AI dan memahami etika penggunaannya. Sebagai pengelola kampus, perlu memastikan kebijakan dan sistem belajar tetap relevan dengan perkembangan teknologi.

Universitas Pembangunan Jaya dari Indonesia bersama mitra dari Malaysia dan Taiwan menegaskan komitmen memperkuat kerja sama global dan membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif serta berorientasi pada kebutuhan industri berbasis teknologi. (RO/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya