Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Pembangunan Jaya (UPJ) mencatat dua capaian institusional penting dalam evaluasi perguruan tinggi nasional. UPJ meraih predikat Baik Sekali pada penilaian Kinerja Kemahasiswaan (Simkatmawa) 2025 dan kembali mempertahankan posisi di Klaster Utama untuk Kinerja Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat berdasarkan pemeringkatan SINTA Kemdiktisaintek tahun 2026.
Predikat Baik Sekali menempatkan UPJ di posisi strategis nasional. Dari 985 perguruan tinggi akademik di Indonesia, hanya 103 universitas (10,46%) yang berhasil mencapai kategori Baik Sekali, dan UPJ termasuk di dalamnya.
Pencapaian ini menempatkan UPJ sebagai salah satu dari 200 perguruan tinggi akademik terbaik di Indonesia dalam bidang kemahasiswaan.
Prestasi ini menjadi bukti komitmen UPJ dalam menyediakan layanan kemahasiswaan yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan potensi mahasiswa.
MI/HOUPJ juga mempertahankan posisi di Klaster Utama untuk kinerja riset dan pengabdian kepada masyarakat, setelah meraih Anugerah Diktisaintek 2024 dalam kategori Perguruan Tinggi Terbaik Tata Kelola Kinerja.
Posisi ini diberikan berdasarkan indikator publikasi ilmiah, inovasi, kolaborasi riset, dan capaian pengabdian yang diukur secara objektif melalui SINTA. Klaster Utama menunjukkan bahwa kapasitas riset UPJ terus berkembang dan berada di level kompetitif secara nasional.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Ir. Agustinus Agus Setiawan, S.T., M.T., IPM, mengatakan bahwa dua capaian ini mencerminkan konsistensi UPJ dalam membangun mutu akademik dan layanan kemahasiswaan.
“Capaian ini hasil kerja bersama. UPJ terus memperkuat ekosistem akademik yang mendukung mahasiswa untuk berprestasi dan dosen untuk menghasilkan karya riset yan berdampak. Kinerja ini menjadi penegasan bahwa UPJ berada pada jalur yang tepat dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis kualitas,” ujarnya.
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UPJ, Dr. Ronald Maraden Parlindungan Silalahi, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa hasil Simkatmawa menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi partisipasi dan capaian prestasi mahasiswa.
“Mahasiswa UPJ aktif berprestasi di berbagai bidang. Penilaian Baik Sekali menegaskan bahwa pembinaan kemahasiswaan berjalan efektif. Kami akan memperluas pendampingan, membuka lebih banyak peluang kompetisi, serta menyediakan layanan pengembangan diri yang lebih terarah,” jelasnya.
Rektor UPJ, Prof. Elisabeth Rukmini, S.Si., M.Sc., Ph.D., turut mengapresiasi capaian ini sebagai momentum untuk memperkuat budaya akademik kampus.
“Klaster Utama menunjukkan konsistensi riset dan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. UPJ berkomitmen meningkatkan kolaborasi, memperkuat kapasitas dosen, dan memastikan riset yang dihasilkan berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dua capaian ini adalah komitmen UPJ terus bergerak memperkuat fondasi institusi melalui kualitas pendidikan, pendampingan mahasiswa, dan riset yang terukur.
UPJ menargetkan peningkatan berkelanjutan pada evaluasi tahun berikutnya melalui penguatan relevansi kurikulum, kolaborasi industri, serta peningkatan kegiatan kemahasiswaan dan riset agar terus dapat berkontribusi bagi masyarakat dengan dasar penelitian yang kuat sebagai kampus berdampak. (RO/Z-1)
Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) bersama komunitas perajin JJ Keramik mengembangkan pewarna alami berbasis tanah untuk meningkatkan mutu
Kolaborasi ini menempatkan mahasiswa langsung di lingkungan kerja profesional melalui Studio Desain dan Living Lab yang mengintegrasikan proyek nyata ke dalam kurikulum.
UPJ menerima kunjungan mahasiswa Curtin University, Australia, sebagai bagian dari rangkaian program New Colombo Plan Study Tour 2025 yang berlangsung di enam negara.
Mahasiswa Teknik Sipil UPJ belajar langsung pemeliharaan rel kereta di PT KAI untuk memahami infrastruktur perkotaan dan pembangunan berkelanjutan.
Tiga karya terbaik mahasiswa UPJ, meraih penghargaan dalam ajang Indonesia Industrial Design Student Award (IIDSA) ke-6 yang digelar di Institut Seni Indonesia
ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menyatakan, capaian tersebut mencerminkan arah kebijakan pendidikan Islam yang semakin kompetitif dan adaptif.
Beasiswa tersebut diberikan kepada sejumlah anak anggota yang memenuhi kriteria, dari sisi prestasi akademik.
Pesokab hadir sebagai wadah pembinaan prestasi, keberanian dan kebersamaan bagi atlet disabilitas.
Keenam tim itu dinilai unggul dalam aspek kreativitas, kebaruan teknologi, paten karya ilmiah dan potensi komersialisasi, serta sesuai standar penjurian internasional SIIF.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved