Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Nutrisi Tepat, Kunci Utama Melejitkan Kognitif dan Prestasi Anak

Basuki Eka Purnama
01/2/2026 20:34
Nutrisi Tepat, Kunci Utama Melejitkan Kognitif dan Prestasi Anak
Ilustrasi(Freepik)

INVESTASI terbaik bagi masa depan anak bukan hanya soal fasilitas pendidikan, melainkan juga apa yang tersaji di atas piring mereka. Dietisien dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Luthfianti Diana Mauludiyah SGz, RD, menegaskan bahwa asupan makanan bergizi memiliki kaitan yang sangat kuat dengan kemampuan kognitif atau kecerdasan anak.

Menurut Luthfianti, periode emas perkembangan otak manusia dimulai sejak dalam kandungan hingga usia sekolah. Pada masa inilah otak membutuhkan energi dan zat gizi spesifik dalam jumlah yang tepat untuk berkembang secara maksimal.

"Tentu saja ada kaitannya dan sangat kuat, karena otak anak berkembang sangat pesat sejak masa kehamilan hingga usia sekolah, proses ini membutuhkan energi dan zat gizi dengan jumlah tertentu sesuai kebutuhan," ujar Luthfianti, dikutip Minggu (1/2).

Dampak Fatal Kekurangan Gizi

Kekurangan asupan nutrisi bukan sekadar masalah fisik atau tubuh yang terlihat kurus. Lebih jauh, ketidakseimbangan gizi dapat mengganggu struktur fundamental otak. 

Luthfianti menjelaskan bahwa jika asupan gizi kurang, pembentukan sel otak, koneksi antar syaraf (sinaps), hingga fungsi neurotransmitter dapat terganggu.

Kondisi ini berujung pada berbagai kendala belajar yang sering dikeluhkan orangtua. 

"Beberapa dampak gizi yang kurang optimal, terganggunya tumbuh kembang anak, konsentrasi daya ingat menurun, perkembangan bahasa dan kemampuan belajar lebih lambat, anak mudah lelah dan kesulitan untuk fokus," ungkap Luthfianti.

Daftar Nutrisi Wajib untuk Kecerdasan

Untuk mendukung fungsi kognitif yang optimal, orang tua disarankan memenuhi empat pilar nutrisi berikut dalam menu harian anak:

  1. Protein: Berperan dalam pembentukan sel otak. Sumbernya bisa berasal dari telur, ayam, ikan, daging, tahu, tempe, kacang-kacangan, dan susu.
  2. Lemak Sehat (Omega-3/DHA): Krusial bagi fungsi syaraf, dapat ditemukan pada alpukat, ikan laut, serta telur.
  3. Zat Besi: Penting untuk mencegah anemia dan menjaga fokus. Sumber terbaiknya adalah hati sapi, susu, daging merah, bayam, dan kacang-kacangan.
  4. Yodium: Mendukung perkembangan kecerdasan secara keseluruhan, bisa didapatkan dari garam beryodium dan ikan laut.
  5. Luthfianti memberikan tips tambahan agar penyerapan zat besi lebih maksimal, yakni dengan mengombinasikannya dengan sumber vitamin C. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya