Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG startup berbasis kecerdasan buatan (AI) terus bermunculan dalam dua tahun terakhir. Namun di tengah euforia tersebut, peringatan datang dari internal industri sendiri. Darren Mowry, Vice President yang memimpin organisasi startup global di Google, menilai tidak semua model bisnis AI punya masa depan cerah. Dilansir dari TechCrunch, ia menyebut ada dua jenis startup yang menurutnya berisiko besar tidak bertahan jika tidak memiliki diferensiasi yang jelas.
Mowry mengibaratkan sebagian startup saat ini seperti mobil dengan lampu “check engine” menyala. Secara tampilan terlihat melaju, tapi ada masalah mendasar dalam fondasi bisnisnya.
Jenis pertama adalah startup yang dikenal sebagai LLM wrapper. Model bisnis ini membangun produk di atas model bahasa besar seperti GPT atau Gemini, lalu menambahkan antarmuka atau fitur ringan sebelum menjualnya ke pengguna.
Menurut Mowry, pendekatan ini semakin sulit dipertahankan jika tidak ada nilai tambah yang kuat. “Kalau Anda hanya mengandalkan model di belakang layar untuk melakukan semua pekerjaan, dan pada dasarnya hanya memberi label ulang pada model itu, industri sudah tidak lagi punya banyak kesabaran untuk hal seperti itu,” ujarnya, seperti dikutip dari TechCrunch.
Jika kekuatan utama produk sepenuhnya bergantung pada teknologi pihak lain, maka ketika penyedia model memperbarui fitur atau menurunkan harga, posisi startup tersebut langsung tertekan. Tanpa keunggulan teknis, data eksklusif, atau fokus vertikal tertentu, daya saingnya tipis.
Jenis kedua yang disorot adalah startup agregator AI. Model ini menggabungkan berbagai model AI dalam satu platform atau API, lalu memberi pengguna opsi memilih layanan sesuai kebutuhan.
Sekilas terlihat praktis. Namun Mowry menilai model ini semakin sulit berkembang karena penyedia AI besar kini menawarkan layanan langsung yang lebih terintegrasi. Ia bahkan menyarankan pendiri startup untuk berhati-hati. “Hindari bisnis agregator,” katanya secara tegas dalam wawancara tersebut.
Menurutnya, tanpa diferensiasi yang nyata, agregator hanya menjadi perantara yang mudah digantikan. Margin tertekan, kompetisi tinggi, dan ketergantungan pada vendor utama menjadi risiko utama.
Peringatan ini datang di saat pendanaan AI masih mengalir, tetapi investor semakin kritis. Demo produk yang impresif saja tidak cukup. Investor kini mencari keunggulan kompetitif jangka panjang dan kepemilikan intellectual property yang jelas.
Mowry menekankan hype tidak bisa jadi fondasi bisnis. Startup AI harus membangun nilai yang tidak mudah ditiru oleh perusahaan teknologi besar. Jika tidak, peluang untuk bertahan di tengah seleksi alam industri akan semakin kecil. (TechCrunch/Z-2)
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) tengah menyiapkan skema baru pembiayaan perumahan melalui konsep Contractual Saving for Housing (CSH)
Pabrik ini diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan menjadi pusat inovasi industri gula yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
Para pemenang memperoleh beasiswa program sarjana reguler di PPM School of Management senilai total Rp460 juta.
Panduan lengkap membuat jasa berlangganan software SaaS sukses. Pelajari strategi, model bisnis, dan tips praktis untuk hasilkan keuntungan!
Pengertian E-commerce Menurut Para Ahli Terkemuka. E-commerce: Definisi ahli, model bisnis, manfaat, dan tren terkini. Pelajari seluk-beluk perdagangan online di sini!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved