Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Hujan Meteor Dahsyat di Venus Diprediksi akan Terjadi pada Juli 2026

Cornelius Juan Prawira
28/1/2026 23:05
Hujan Meteor Dahsyat di Venus Diprediksi akan Terjadi pada Juli 2026
Ilustrasi(Doc Space)

SELAMA ini, fenomena hujan meteor identik dengan pemandangan indah yang disaksikan dari Bumi. Namun, memgutip Science.com, fenomena serupa diprediksi akan terjadi di planet tetangga kita, Venus, pada bulan Juli mendatang.

Para ilmuwan meyakini bahwa Venus akan segera melintasi aliran puing-puing kosmik yang sangat padat, menciptakan pertunjukan cahaya yang luar biasa di atmosfer tebal planet tersebut.

Pecahan Asteroid Kuno

Berdasarkan laporan Inkl dan IFL Science, hujan meteor ini bukan berasal dari komet seperti kebanyakan hujan meteor di Bumi. Fenomena ini diperkirakan disebabkan oleh puing-puing dari dua asteroid, yaitu 2021 PH27 dan 2021 LJ4.

Kedua asteroid ini melintasi orbit Venus dan meninggalkan jejak partikel debu serta batuan akibat perpecahan asteroid di masa lalu.

Karena posisi Venus yang lebih dekat dengan Matahari, kecepatan partikel-partikel ini saat memasuki atmosfer Venus akan jauh lebih tinggi dibandingkan meteor yang jatuh ke Bumi. 

Atmosfer Venus yang sangat padat dan terdiri dari karbon dioksida juga akan membuat gesekan menjadi lebih ekstrem. Hal itu menjadikan meteor-meteor tersebut akan tampak terbakar lebih terang dan besar secara visual (jika dilihat dari balik awan).

Tak Bisa Diamati

Meskipun fenomena ini disebut sebagai "hujan meteor dahsyat", pengamat di Bumi tidak bisa melihat kilatannya secara langsung dengan mata telanjang. Hal ini dikarenakan lapisan awan asam sulfat yang sangat tebal menyelimuti Venus. 

Para astronom akan mengandalkan data dari wahana antariksa yang sedang mengorbit atau melalui deteksi gelombang radio untuk mengonfirmasi intensitas hujan meteor tersebut.

Fenomena ini bukan sekadar pemandangan indah. Menurut Space.com, mempelajari hujan meteor di planet lain membantu ilmuwan memahami bagaimana debu kosmik didistribusikan di bagian dalam tata surya.

Sumber: Inkl News, Space.com, IFL Science.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya