Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGIT malam akan menampilkan pemandangan luar biasa pada 28 Februari 2025, ketika tujuh planet di Tata Surya terlihat sejajar dalam sebuah fenomena langka yang dikenal sebagai parade planet.
Peristiwa ini menarik perhatian astronom dan pengamat bintang dari seluruh dunia karena diperkirakan baru akan terjadi lagi pada 2040.
Sejak awal tahun, berbagai penjajaran planet telah dapat diamati, tetapi kali ini lebih istimewa karena mencakup Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Beberapa planet dapat dilihat tanpa alat bantu, sementara lainnya memerlukan teleskop untuk diamati dengan jelas.
Fenomena kosmik yang menarik perhatian dunia
Planet-planet ini akan berbaris dalam satu garis lurus di langit malam, menciptakan pemandangan yang menakjubkan bagi siapa saja yang cukup beruntung untuk melihatnya.
"Penjajaran planet terjadi ketika planet-planet ‘berbaris’ di sisi yang sama dari Matahari, secara umum”, ungkap Gerard van Belle, direktur sains Lowell Observatory yang berbasis di Amerika Serikat (AS), kepada Space.com.
"Ketika ini terjadi, kita dapat melihat beberapa planet sekaligus di langit malam," lanjutnya.
Menurut Jenifer Millard, seorang komunikator sains dan astronom di Fifth Star Labs, Inggris, "Anda bisa mencari di Google untuk mendapatkan tampilan yang lebih spektakuler dari semua planet ini. Tetapi ada sesuatu yang istimewa tentang melihat planet-planet dengan mata kepala sendiri. Itu adalah pengalaman yang merendahkan hati."
Menurut NASA, lima planet—Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus—dapat terlihat tanpa alat bantu, sedangkan Uranus dan Neptunus memerlukan teleskop agar bisa diamati dengan jelas.
Waktu terbaik untuk mengamati peristiwa ini adalah setelah matahari terbenam, saat cahaya senja cukup redup untuk memperjelas keberadaan planet-planet tersebut.
Pengamat dianjurkan mencari lokasi dengan polusi cahaya minimal, seperti daerah pegunungan atau pantai, agar dapat menikmati pemandangan dengan lebih baik.
Jika kondisi cuaca mendukung, fenomena ini akan menjadi salah satu peristiwa langit paling spektakuler dalam beberapa dekade terakhir.
Fenomena ini tidak hanya menarik minat pengamat langit, tetapi juga menjadi subjek penelitian ilmuwan. NASA dan berbagai observatorium global memanfaatkan kesempatan ini untuk mengkaji interaksi antarplanet serta dampaknya terhadap medan gravitasi Tata Surya.
Meskipun parade planet bukanlah fenomena yang benar-benar langka, kehadiran Merkurius dan Venus dalam formasi ini menjadikannya lebih istimewa. Kedua planet ini biasanya sulit diamati karena posisinya yang dekat dengan Matahari, sehingga momen ini memberikan kesempatan langka untuk melihatnya lebih jelas.
Penjajaran planet serupa diperkirakan akan terjadi kembali pada Agustus 2025, meskipun hanya melibatkan empat planet yang dapat diamati tanpa alat bantu.
Namun, untuk menyaksikan fenomena parade planet dengan tujuh planet sejajar, perlu menunggu hingga 2040.
Dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya minat terhadap astronomi, fenomena ini semakin sering dibagikan di media sosial.
Foto dan video dari berbagai belahan dunia akan mengabadikan peristiwa ini, memungkinkan lebih banyak orang menikmati keajaiban langit meskipun tidak dapat mengamatinya secara langsung.
Bagi pencinta astronomi dan pengamat langit, 28 Februari 2025 malam akan menjadi momen yang dikenang dan diceritakan dalam waktu yang lama. (The Economic Times/Z-1)
Oktober 2025 jadi bulan penuh pesta kosmik dengan beragam fenomena langit setiap malam.
Juli 2025 menjadi salah satu bulan yang dinanti para pengamat langit karena kehadiran Venus dan Jupiter yang tampak mendekat satu sama lain di langit timur menjelang fajar.
Pada Jumat, 28 Februari 2025, esok hari dunia akan menyaksikan fenomena astronomi langka yang dikenal sebagai parade planet.
Minggu ini, pengamat langit berkesempatan menyaksikan parade langka tujuh planet bersamaan di langit malam. Fenomena ini tidak akan terlihat lagi hingga tahun 2040.
Fenomena langit yang langka dan menakjubkan akan menghiasi malam di awal tahun 2025. Parade planet, di mana beberapa planet tampak sejajar di langit malam, menjadi daya tarik
Merkurius menyimpan keanehan ekstrem: inti besi raksasa, suhu kontras, unsur volatil, dan jejak tabrakan purba yang menantang teori pembentukan planet.
Hal ini disebabkan oleh komposisi planet yang sangat tidak biasa dan lokasinya yang terlalu dekat dengan Matahari.
Selama puluhan tahun, buku pelajaran dan pengetahuan populer membuat kita yakin bahwa Venus adalah planet terdekat dengan Bumi.
SELAMA ini ekor planet sering dikaitkan dengan benda langit tertentu. Namun, riset ilmiah menunjukkan bahwa bumi pun memiliki “ekor” sendiri yang terbentang jauh ke luar angkasa
Dengan menggunakan metode yang lebih akurat untuk memperkirakan jarak rata-rata antara dua benda yang mengorbit, kami menemukan bahwa jarak ini sebanding dengan radius relatif
Ketika Merkurius masih sangat panas dan berada dalam tekanan tinggi. Saat itu, diperkirakan Merkurius memiliki lapisan grafit yang mengapung di atas lautan magma
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved