Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA langka yang mempertemukan enam planet dalam satu garis imajiner akan menghiasi langit Indonesia pada akhir Februari 2026. Peristiwa yang sering disebut sebagai planetary parade ini akan melibatkan Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, hingga planet jauh seperti Uranus dan Neptunus. Menariknya, puncak fenomena ini diprediksi terjadi bertepatan dengan momentum awal bulan suci Ramadan 1447 H.
Berdasarkan data astronomi, puncak dari keselarasan enam planet ini akan terjadi pada tanggal 28 Februari 2026. Meskipun demikian, formasi ini sudah mulai terlihat secara bertahap sejak pertengahan Februari dan akan tetap bertahan dalam posisi yang relatif dekat hingga awal Maret 2026.
Di Indonesia, pengamat memiliki keuntungan geografis karena posisi negara kita yang berada di garis khatulistiwa. Hal ini membuat jalur ekliptika (jalur lintasan planet) terlihat lebih tegak lurus dibandingkan dengan wilayah di belahan bumi utara atau selatan, sehingga memudahkan identifikasi posisi planet secara lebih jelas.
Tidak semua planet dalam parade ini dapat dilihat dengan mata telanjang. Berikut adalah rincian visibilitas masing-masing planet yang perlu Anda ketahui:
Waktu terbaik untuk menyaksikan parade planet ini adalah sekitar 30 hingga 45 menit setelah Matahari terbenam. Anda harus mengarahkan pandangan ke arah langit Barat, tepat di area di mana Matahari menghilang dari cakrawala.
Pastikan Anda berada di lokasi yang memiliki pandangan horizon yang bersih. Karena beberapa planet seperti Venus dan Merkurius berada cukup rendah, keberadaan gedung tinggi atau pepohonan dapat menghalangi pandangan Anda. Lokasi ideal meliputi tepi pantai, area persawahan yang luas, atau puncak bukit yang minim polusi cahaya lampu kota.
Penting untuk dipahami bahwa planet-planet tersebut tidak benar-benar berada dalam satu garis lurus di ruang angkasa. Fenomena ini adalah hasil dari perspektif pengamat di Bumi. Planet-planet mengorbit Matahari pada bidang yang hampir sama yang disebut ekliptika. Pada waktu tertentu, posisi mereka dalam orbit masing-masing membuat mereka tampak berkumpul di area langit yang sama jika dilihat dari sudut pandang kita di Bumi.
Puncaknya diprediksi terjadi pada 28 Februari 2026, namun pemandangan serupa bisa dinikmati beberapa hari sebelum dan sesudahnya.
Ya, seluruh wilayah Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk menyaksikan peristiwa ini, asalkan kondisi langit tidak tertutup awan mendung.
Waktu ideal adalah sesaat setelah senja, mulai pukul 18.30 hingga 19.30 waktu setempat (WIB/WITA/WIT).
Sama sekali tidak. Ini adalah fenomena optik biasa dan tidak memberikan dampak fisik atau bencana bagi Bumi.
Untuk melihat empat planet paling terang (Venus, Jupiter, Mars, Saturnus), Anda tidak membutuhkan alat bantu apa pun.
Arahkan pandangan Anda ke cakrawala bagian Barat (barat daya hingga barat laut).
Planet tampak sebagai cakram cahaya yang stabil karena jaraknya jauh lebih dekat ke Bumi dibandingkan bintang-bintang yang merupakan titik cahaya sangat jauh.
Parade planet besar (5-6 planet) tergolong peristiwa langka yang hanya terjadi dalam siklus beberapa tahun sekali.
Anda masih bisa mencoba mengamati pada tanggal 1 atau 2 Maret 2026, karena pergeseran posisi planet berlangsung cukup lambat.
Secara sains tidak ada kaitan, namun secara kultural, kehadiran planet-planet cerah ini menambah keindahan langit malam saat umat Muslim di Indonesia memulai ibadah di bulan Ramadan. (Z-10)
Simak jadwal fase Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Aceh. Cek waktu puncak, fase yang terlihat, dan imbauan shalat khusuf dari BMKG & Kemenag.
BMKG memastikan akan terjadi Gerhana Bulan Total (GBT) pada Selasa, 3 Maret 2026. Fenomena alam ini dapat diamati secara langsung dari berbagai wilayah di Indonesia.
Panduan lengkap cara melihat parade 6 planet sejajar pada Februari 2026 di Indonesia. Waktu terbaik, lokasi, dan alat yang dibutuhkan. Cek di sini!
Pelajari apa itu Gerhana Bulan Total, proses terjadinya, hingga alasan mengapa bulan berwarna merah (Blood Moon). Cek juga jadwal gerhana tahun 2026!
Sejumlah stasiun penelitian telah mengonfirmasi kesiapan observasi. Di antaranya adalah Stasiun Penelitian Concordia yang dikelola Prancis dan Italia, serta Stasiun Mirny milik Rusia
Komet C/2026 A1 (MAPS), anggota Kreutz sungrazer yang langka, diprediksi dapat bersinar terang di langit Bumi pada April 2026, seterang Venus, jika bertahan dari panas Matahari.
Panduan lengkap cara melihat parade 6 planet sejajar akhir Februari 2026. Tips lokasi, waktu terbaik di Indonesia, dan alat yang dibutuhkan.
Bulan Oktober 2025 menghadirkan beragam fenomena langit yang memukau. Mulai dari supermoon, hujan meteor Orionid, hingga konjungsi planet yang indah, langit malam akan penuh atraksi.
Pada 17 April mendatang, fenomena langit yang luar biasa akan terjadi, yaitu konjungsi empat planet—Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus—yang akan terlihat berdekatan.
Desember 2024 menjadi bulan yang menarik bagi para pengamat langit, karena berbagai fenomena astronomi yang spektakuler akan menghiasi angkasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved