Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA menakjubkan akan menghiasi langit pagi pada 17 April mendatang. Empat planet, yaitu Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus, akan terlihat berdekatan dalam konfigurasi yang disebut konjungsi. Peristiwa ini akan memberikan pemandangan langka yang memikat bagi para pengamat langit di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Keindahan planet yang sejajar ini akan terlihat jelas dari Belahan Bumi Selatan, di mana langit masih gelap pada saat subuh. Sekitar satu jam sebelum matahari terbit, keempat planet tersebut akan menjulang tinggi di atas cakrawala timur, menawarkan pemandangan yang luar biasa.
Bagi pengamat di Belahan Bumi Utara, pengamatan akan lebih menantang karena langit sudah mulai terang akibat sinar matahari, sehingga hanya Venus yang dapat terlihat dengan jelas. Beberapa aplikasi astronomi, seperti Star Walk 2, dapat membantu para pengamat melacak posisi keempat planet ini dengan mudah.
Venus akan muncul dengan kecerahan magnitudo -4,7. Sebagai planet tercerah setelah matahari dan bulan, Venus akan menjadi yang pertama terlihat lebih tinggi di langit dibandingkan planet lainnya. Dengan kecerahan yang luar biasa, Venus akan mencolok di antara planet-planet lain dan mudah dikenali oleh pengamat di seluruh dunia.
Saturnus akan memiliki kecerahan magnitudo 1,2. Walaupun akan terbit hampir setinggi Venus, Saturnus tampak lebih redup. Namun, planet yang terkenal dengan cincin-cincinnya ini tetap menarik untuk diamati menggunakan teleskop.
Merkurius akan muncul dengan kecerahan magnitudo 0,5. Planet ini akan terlihat lebih dekat ke cakrawala dan sulit diamati dengan mata telanjang karena cahaya matahari. Namun, pada 21 April 2025, Merkurius akan mencapai elongasi terbesarnya, memberikan kesempatan terbaik untuk melihatnya.
Neptunus akan tampak dengan kecerahan magnitudo 7,9. Sebagai planet paling redup di tata surya, Neptunus akan sangat dekat dengan Merkurius. Karena cahayanya yang lemah, Neptunus hanya bisa dilihat menggunakan teropong atau teleskop kecil. Para pengamat dapat memanfaatkan aplikasi bintang untuk melacak posisi Neptunus di langit.
Agar dapat menikmati pemandangan terbaik dari konjungsi empat planet ini, penting untuk memilih lokasi pengamatan yang jauh dari polusi cahaya. Carilah tempat dengan cakrawala timur yang jernih untuk menyaksikan Venus, Saturnus, Merkurius, dan Neptunus dengan sempurna.
Fenomena konjungsi empat planet ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk mengagumi keindahan alam semesta. Baik dengan mata telanjang atau bantuan teleskop, momen ini tentu akan menjadi daya tarik yang memukau. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan tarian langit yang menakjubkan ini pada 17 April mendatang. (Starwalk/Space/Z-2)
Mulai 2026 hingga 2028 akan terjadi enam gerhana Matahari beruntun, terdiri dari gerhana total dan cincin api. Simak jadwal, lokasi, dan fakta menariknya di sini.
Sebuah meteor terekam melintas di langit malam di atas Gunung Fuji, Jepang, pada 26 Desember 2025. Video viral ini memicu diskusi dan kekaguman warganet di media sosial.
Langit menyimpan banyak fenomena langit unik dan menakjubkan yang sering luput dari perhatian. Beberapa di antaranya terlihat aneh dan tak biasa, namun semuanya nyata.
Kondisi cuaca Indonesia yang cenderung cerah di pagi hari dan minim polusi cahaya di sejumlah daerah menjadi keuntungan tersendiri bagi penggemar langit malam.
Desember 2025 akan menjadi bulan yang penuh dengan fenomena langit spektakuler yang dapat dinikmati oleh pengamat astronomi di Indonesia.
Peneliti menemukan ribuan kilatan cahaya misterius pada foto langit era 1950-an yang bertepatan dengan uji nuklir dan peningkatan laporan UFO.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved