Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kenapa Aurora tidak Pernah Terlihat di Indonesia? Ternyata Ini Alasannya

Intan Safitri
21/1/2026 20:36
Kenapa Aurora tidak Pernah Terlihat di Indonesia? Ternyata Ini Alasannya
Aurora dikenal sebagai salah satu fenomena alam paling indah di dunia.(Freepik)

AURORA dikenal sebagai salah satu fenomena alam paling indah di dunia. Cahaya berwarna hijau, ungu, hingga merah muda yang menari di langit malam ini kerap terlihat di negara-negara dekat kutub seperti Norwegia, Islandia, Kanada, hingga Antarktika. Namun, satu pertanyaan sering muncul: kenapa aurora tidak pernah terlihat di Indonesia?

Jawabannya bukan karena cuaca, polusi cahaya, atau kurangnya pengamatan, melainkan berkaitan langsung dengan ilmu fisika Bumi dan medan magnet planet kita.

Penjelasan ini banyak diulas dalam kajian astronomi yang dirujuk oleh lembaga sains dunia seperti NASA dan National Geographic. Intinya sederhana: letak geografis Indonesia tidak memungkinkan terjadinya aurora.

Bagaimana Aurora Terbentuk? Peran Matahari dan Medan Magnet Bumi

Aurora terjadi akibat interaksi antara angin surya dan medan magnet Bumi. Matahari secara terus-menerus melepaskan partikel bermuatan listrik melalui angin surya. Partikel-partikel ini kemudian diarahkan oleh medan magnet Bumi menuju dua wilayah utama, yaitu kutub utara dan kutub selatan.

Di daerah kutub, garis medan magnet Bumi menukik langsung ke atmosfer. Ketika partikel Matahari bertabrakan dengan gas di atmosfer atas, seperti oksigen dan nitrogen, energi dilepaskan dalam bentuk cahaya. Fenomena inilah yang dikenal sebagai aurora borealis (di utara) dan aurora australis (di selatan).

Kenapa Aurora Tidak Bisa Terjadi di Indonesia?

Masalah utamanya terletak pada posisi geografis Indonesia yang berada di sekitar garis khatulistiwa. Di wilayah ini, garis medan magnet Bumi bersifat lebih mendatar, tidak langsung masuk ke atmosfer seperti di wilayah kutub.

Akibatnya, partikel bermuatan dari Matahari tidak diarahkan ke atmosfer Indonesia, melainkan dibelokkan ke lintang yang lebih tinggi. Dengan kata lain, meskipun sumber energi aurora ada, tidak terjadi tumbukan partikel di atmosfer atas Indonesia, sehingga aurora tidak terbentuk.

Apakah Aurora Bisa Terlihat saat Badai Matahari Ekstrem?

Dalam kondisi tertentu, aurora memang dapat meluas ke lintang yang lebih rendah. Saat terjadi badai geomagnetik besar, area kemunculan aurora (auroral oval) bisa melebar hingga wilayah lintang menengah, seperti Jepang bagian selatan atau Amerika Serikat bagian selatan.

Namun, berdasarkan catatan ilmiah, aurora di dekat khatulistiwa sangat jarang dan bersifat ekstrem. Peristiwa seperti ini hanya tercatat beberapa kali dalam sejarah modern dan tidak pernah menjadi fenomena rutin. Indonesia tetap berada di luar jangkauan praktis aurora, bahkan saat aktivitas Matahari berada di level tinggi.

Fenomena Langit yang Tak Pernah Singgah di Khatulistiwa

Aurora tidak terlihat di Indonesia bukan karena faktor lokal, melainkan karena hukum fisika global. Selama struktur medan magnet Bumi tetap stabil, aurora akan terus terfokus di wilayah kutub.

Kesimpulannya, satu-satunya cara melihat aurora bukan dengan menunggu langit Indonesia berubah, melainkan dengan melakukan perjalanan ke wilayah lintang tinggi yang memang menjadi “rumah” alami fenomena cahaya ini. (Star Walk/Unicus Olympiads/National Geographic/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya