Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MEDAN magnet Bumi di atas Samudra Atlantik Selatan terus melemah dan melebar secara signifikan sejak 2014, berdasarkan data satelit terbaru. Wilayah yang dikenal sebagai South Atlantic Anomaly (SAA) itu kini meluas ke arah Afrika, menandakan area pelemahan tercepat dari medan magnet planet ini.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Physics of the Earth and Planetary Interiors edisi November menyebutkan, ukuran anomali telah bertambah hampir setengah luas benua Eropa. Kondisi ini dapat menimbulkan risiko bagi satelit yang melintas di atasnya.
“South Atlantic Anomaly bukan satu blok tunggal,” kata Chris Finlay, profesor geomagnetisme di Technical University of Denmark, dalam pernyataannya. “Bagian di dekat Afrika berubah berbeda dari yang di sekitar Amerika Selatan. Ada sesuatu yang istimewa di wilayah ini yang menyebabkan pelemahan medan magnet lebih intens.”
Anomali ini pertama kali terdeteksi pada abad ke-19. Di dalam wilayah SAA, medan magnet Bumi turun hingga ketinggian sekitar 200 kilometer dari permukaan, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata global yang mencapai 650 kilometer.
Penurunan ini membuat satelit dan wahana antariksa lebih rentan terhadap partikel bermuatan dari Matahari serta radiasi ultraviolet dan sinar-X. Akibatnya, perangkat keras satelit dapat mengalami gangguan, kerusakan, bahkan pemadaman sistem.
Menurut Finlay, pelebaran SAA disebabkan perubahan fluks magnetik di batas antara mantel dan inti luar Bumi. Medan magnet Bumi sebagian besar dihasilkan dari inti luar yang terdiri atas besi cair berputar sekitar 3.000 kilometer di bawah permukaan. Gerakan cairan logam tersebut menciptakan arus listrik yang menghasilkan medan magnet dan menjalar ke atmosfer hingga menyatu di sekitar kutub.
Penelitian sebelumnya menemukan bahwa di beberapa titik di bawah wilayah SAA, medan magnet justru berputar kembali ke inti, fenomena yang dikenal sebagai reverse flux patches. Pergeseran area inilah yang diyakini menyebabkan pelemahan dan pergeseran anomali ke arah timur selama 11 tahun terakhir.
Tim Finlay menggunakan data dari tiga satelit misi Swarm milik Badan Antariksa Eropa (ESA) untuk mendeteksi perubahan ini. Data juga menunjukkan dinamika serupa di atas Kanada dan Siberia, di mana kekuatan magnet mengalami peningkatan dan pelemahan berbeda sejak 2013.
“Luar biasa melihat gambaran besar dari dinamika Bumi kita,” kata Anja Strømme, manajer misi Swarm ESA. “Semua satelit berfungsi baik dan terus memberikan data penting yang semoga bisa diperpanjang hingga setelah 2030.” (Live Science/Z-2)
Selain memengaruhi medan magnet, struktur panas bawah tanah ini mungkin berdampak pada tata letak benua-benua di planet in
Aurora dikenal sebagai salah satu fenomena alam paling indah di dunia. Cahaya berwarna hijau, ungu, hingga merah muda yang menari di langit malam ini kerap terlihat di negara-negara dekat kutub.
Sebagian partikel atmosfer Bumi ternyata “bocor” dan berpindah ke permukaan Bulan. Proses ini diduga telah berlangsung selama miliaran tahun.
Medan magnet Bumi terbentuk oleh inti Bumi yang terdiri dari besi cair yang berputar di kedalaman sekitar 2.900 kilometer. Medan ini melindungi permukaan Bumi dari partikel bermuatan
Badan Antariksa Eropa (ESA) baru saja menyelesaikan simulasi cuaca antariksa paling ekstrem yang pernah dilakukan.
Gerhana Matahari total adalah salah satu pertunjukan langit paling menakjubkan yang bisa disaksikan manusia. Tapi ada kabar mengejutkan: fenomena itu tidak akan selamanya ada.
Satelit Nusantara Lima (SNL/N5) resmi mencapai orbit geostasioner di 113 derajat bujur timur pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas permukaan Bumi.
Samudra Europa berpotensi tidak memiliki dinamika geologis yang cukup untuk mendukung kehidupan, khususnya akibat minimnya aktivitas hidrotermal di dasar lautnya.
Telkomsat menghadirkan Satelit Merah Putih 2 sebagai bagian dari solusi sistem pertahanan dan keamanan nasional untuk mendukung kepentingan strategis bangsa Indonesia.
NASA menguji teknologi satelit baru bernama DiskSat di orbit rendah Bumi.
Peran satelit Telkomsat memungkinkan percepatan koordinasi tanggap darurat, distribusi bantuan yang lebih tepat sasaran, serta pemantauan dampak bencana secara real-time.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved