Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
EUROPA, salah satu dari sekian banyak satelit alami Jupiter, selama bertahun-tahun dipandang sebagai salah satu kandidat terkuat dalam pencarian kehidupan di luar Bumi. Hal ini disebabkan oleh keberadaan samudra air asin yang tersembunyi di bawah lapisan es tebal yang menyelimuti permukaannya. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa harapan tersebut mungkin terlalu optimistis.
Mengutip laporan IFLScience, para peneliti menyebut bahwa samudra Europa berpotensi tidak memiliki dinamika geologis yang cukup untuk mendukung kehidupan, khususnya akibat minimnya aktivitas hidrotermal di dasar lautnya.
Beda halnya dengan di Bumi yang memiliki aktivitas hidrotermal yang cukup untuk menjadi sumber energi utama bagi ekosistem laut.
Melansir SciTechDaily, penelitian berbasis pada pemodelan komputer terbaru mengungkap bahwa bagian dalam Europa kemungkinan terlalu dingin dan kaku untuk menghasilkan panas internal yang memadai.
Kondisi ini membuat sirkulasi cairan panas yang membawa mineral penting menjadi sangat terbatas, bahkan nyaris tidak ada.
Kehidupan mikroba di lingkungan ekstrem, seperti didasar lautan Bumi, umumnya bergantung pada proses kemosintesis, yakni kemampuan organisme untuk memperoleh energi dari reaksi kimia senyawa anorganik.
Tanpa adanya pasokan panas dan mineral dari ventilasi hidrotermal, sumber energi kimia tersebut menjadi sangat minim.
Paul Byrne, profesor ilmu planet dari Washington University in St. Louis, menjelaskan melalui Universe Today bahwa kehidupan membutuhkan ketidakseimbangan kimia yang berkelanjutan agar proses metabolisme dapat berlangsung.
Menurutnya, jika dasar laut Europa bersifat geologis pasif, maka samudranya akan mencapai kondisi keseimbangan kimia yang statis, sehingga tidak menyediakan “bahan bakar” bagi kehidupan.
Tekanan ekstrem dari lapisan es Europa yang tebal juga dinilai berperan dalam menghambat aktivitas vulkanik di interior bulan tersebut. Tekanan ini dapat menekan kerak berbatu sehingga sulit bagi panas dari dalam untuk memicu aktivitas hidrotermal.
Meski demikian, peluang masih belum sepenuhnya tertutup. Misi Europa Clipper milik NASA, yang tengah melakukan observasi lanjutan, akan melakukan menganalisis komposisi kimia di permukaan Europa dan mendeteksi kemungkinan semburan uap air dari bawah es.
Jika tidak ditemukan indikasi aktivitas kimia kompleks, maka kemungkinan adanya kehidupan di lautan Europa diperkirakan semakin kecil. (IFLScience, SciTechDaily, Universe Today/Z-1)
Pemetaan semacam ini dipandang sebagai terobosan signifikan karena memungkinkan para ilmuwan untuk memahami kondisi atmosfer di luar tata surya.
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
Para ilmuwan NASA kembali membuat terobosan besar dalam dunia astronomi.
Hambatan terbesar dalam mewujudkan perjalanan antarbintang ternyata bukan terletak pada kapal, mesin, ataupun bahan bakar.
Lima dekade setelah misi Apollo menapakkan kaki di permukaan Bulan, teka-teki terbesar tentang struktur internal satelit alami Bumi itu akhirnya berhasil dipecahkan.
Temuan terbaru mengenai ukuran Jupiter ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy pada Senin (2/2). Jurnal ini sekaligus disebut sebagai salah satu hasil penting
Temuan ini didapat dari pengukuran terbaru menggunakan data radio pesawat ruang angkasa Juno, yang sejak 2016 mengorbit planet terbesar di tata surya tersebut.
Penelitian yang dimuat dalam jurnal ilmiah menyebutkan bahwa tanpa kehadiran Jupiter, lingkungan orbit Bumi kemungkinan akan jauh lebih tidak stabil.
Pesawat Juno milik NASA menangkap fenomena letusan serentak di Io, bulan Jupiter. Energi yang dihasilkan mencapai 260 terawatt, mengungkap rahasia magma di bawah permukaannya.
Bulan purnama pertama di tahun 2026, yang dikenal sebagai Wolf Moon, mencapai puncaknya pada 3 Januari 2026. Penamaan Wolf Moon berasal dari tradisi budaya kuno
Sebaliknya, kutub Jupiter dipenuhi satu badai utama yang dikelilingi sejumlah pusaran badai lebih kecil, membentuk pola geometris yang rapi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved