Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Astronom Temukan Bukti Ledakan Bintang yang Bisa Menghancurkan Dunia Sekitarnya

Abi Rama
03/1/2026 17:44
Astronom Temukan Bukti Ledakan Bintang yang Bisa Menghancurkan Dunia Sekitarnya
Ilustrasi(Freepik)

Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya. Ledakan ini bukan sekadar kilatan cahaya biasa, melainkan lontaran energi raksasa yang berpotensi menghancurkan atmosfer planet di sekitarnya. Temuan ini membuka jendela baru dalam memahami cuaca antariksa di luar tata surya dan tantangan bagi kehidupan di planet lain.

Informasi ini dilansir dari laman CNN pada November lalu, berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature.

Ledakan Bintang yang Belum Pernah Terlihat Sebelumnya

Ledakan tersebut dikenal sebagai coronal mass ejection (CME), yaitu lontaran awan besar plasma bermuatan dan medan magnet dari lapisan luar sebuah bintang. Di tata surya kita, CME berasal dari Matahari dan dapat memicu aurora di Bumi serta mengganggu satelit dan jaringan listrik.

Namun, CME yang baru terdeteksi ini jauh lebih ekstrem. Sumbernya adalah bintang katai merah bernama StKM 1-1262, yang berjarak sekitar 130 tahun cahaya dari Bumi. Bintang ini memiliki massa setengah Matahari, tetapi berotasi 20 kali lebih cepat dan memiliki medan magnet sekitar 300 kali lebih kuat. Badai bintang ini melesat dengan kecepatan sekitar 5,3 juta mil per jam (sekitar 2.400 km per detik. Kecepatan ini hanya muncul pada sekitar satu dari setiap 2.000 CME Matahari.

Ditemukan Lewat Pancaran Sinyal Radio

Ledakan ini tidak terlihat secara langsung, melainkan terdeteksi lewat semburan radio yang disebut type II radio burst. Sinyal ini muncul ketika gas panas tersapu keluar dari bintang dan membentuk gelombang kejut di ruang antariksa.

Para peneliti menemukan sinyal tersebut dengan menganalisis data lama dari teleskop radio LOFAR (Low Frequency Array), jaringan ribuan antena di Eropa, menggunakan teknik baru bernama Radio Interferometric Multiplexed Spectroscopy (RIMS).

“Kami tahu materi benar-benar telah meninggalkan medan magnet bintang. Itu artinya ini memang sebuah CME,” ujar peneliti utama Dr. Joe Callingham dari Universitas Amsterdam. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya