Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM skala kosmik, menentukan usia pasti sebuah planet adalah tantangan besar bagi para astronom. Namun, dengan mempelajari meteorit dan model evolusi bintang, kita dapat mengetahui perbandingan usia planet-planet raksasa seperti Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Ketiganya lahir dari awan gas dan debu yang sama sekitar 4,5 hingga 4,6 miliar tahun yang lalu, namun urutan kemunculannya tidaklah bersamaan.
Saturnus dikategorikan sebagai raksasa gas (gas giant). Planet ini terbentuk sangat cepat, diperkirakan hanya dalam waktu 1 hingga 5 juta tahun setelah Matahari mulai bersinar.
Kecepatan pembentukan ini krusial karena Saturnus harus menangkap gas hidrogen dan helium yang melimpah sebelum materi tersebut disapu bersih oleh angin surya yang kuat dari Matahari muda.
Berbeda dengan Saturnus, Uranus dan Neptunus diklasifikasikan sebagai raksasa es (ice giants). Meskipun usianya secara keseluruhan mencapai kisaran 4,5 miliar tahun, proses akumulasi massa mereka memakan waktu lebih lama.
Para ilmuwan memperkirakan mereka baru terbentuk sempurna dalam waktu sekitar 10 juta tahun setelah kelahiran tata surya. Hal ini disebabkan oleh posisi mereka yang jauh di pinggiran, di mana kepadatan material pembentuk planet jauh lebih rendah dibandingkan wilayah dekat Saturnus dan Jupiter.
| Planet | Estimasi Usia | Durasi Pembentukan |
|---|---|---|
| Saturnus | ~4,59 Miliar Tahun | 1-5 Juta Tahun |
| Uranus | ~4,50 Miliar Tahun | ~10 Juta Tahun |
| Neptunus | ~4,50 Miliar Tahun | ~10 Juta Tahun |
Ya, berdasarkan data terbaru, Jupiter dianggap sebagai planet tertua di tata surya, terbentuk bahkan sebelum Saturnus mencapai massa puncaknya.
Karena komposisi internal mereka didominasi oleh elemen yang lebih berat dari hidrogen dan helium, seperti oksigen, karbon, dan nitrogen yang membeku (es) di bawah tekanan tinggi.
Kesimpulannya, meskipun secara teknis semua planet ini lahir di era yang sama, Saturnus memiliki "keunggulan waktu" beberapa juta tahun dibandingkan Uranus dan Neptunus. Perbedaan waktu yang singkat ini secara drastis mengubah komposisi kimiawi dan ukuran mereka hingga menjadi seperti yang kita lihat hari ini. (Z-10)
Sumber:
1. NASA Solar System Exploration (solarsystem.nasa.gov)
2. The Planetary Society - Solar System Timeline
3. Astronomy Magazine - "How old is each planet in our solar system?" (Mei 2024)
Penelitian baru mengungkapkan bahwa kita sebenarnya hanya sedikit mengetahui apa yang terjadi di dalam planet-planet ini, sehingga para peneliti mengusulkan agar Uranus dan Neptunus
Penelitian terbaru menantang pandangan lama tentang Uranus dan Neptunus sebagai “raksasa es”.
Objek trans-Neptunian 2020 VN40 ditemukan bergerak selaras dengan Neptunus dalam pola orbit yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Tak hanya Saturnus, ternyata Jupiter, Uranus, Neptunus, hingga asteroid Chariklo juga punya cincin. Cari tahu bagaimana cincin planet terbentuk dan misterinya!
Para astronom menemukan titik inframerah yang dicurigai sebagai kandidat Planet Sembilan di luar orbit Neptunus.
Studi terbaru mengungkap Titan mungkin terbentuk dari tabrakan dua bulan kuno. Peristiwa ini memicu lahirnya cincin Saturnus yang ikonik dan bulan misterius lainnya.
Ilmuwan mengungkap asal-usul Titan Saturnus dari tabrakan bulan purba. Simak kaitan pembentukan Titan dengan usia cincin Saturnus dan misi Dragonfly 2026.
Sebaliknya, kutub Jupiter dipenuhi satu badai utama yang dikelilingi sejumlah pusaran badai lebih kecil, membentuk pola geometris yang rapi.
Ilmuwan MIT temukan alasan mengapa Jupiter punya banyak pusaran badai sementara Saturnus hanya satu. Rahasianya ada pada "kekerasan" interior planet.
Ternyata NASA dan sejumlah mitra internasional memberikan petunjuk tentang bagaimana cincin Saturnus bisa terbentuk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved