Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Rahasia Cincin Saturnus Terungkap: Hasil Tabrakan Dahsyat Dua Bulan?

Thalatie K Yani
19/2/2026 13:30
Rahasia Cincin Saturnus Terungkap: Hasil Tabrakan Dahsyat Dua Bulan?
Ilustrasi(NASA)

SELAMA puluhan tahun, Saturnus menjadi teka-teki bagi para astronom. Planet ini memiliki cincin yang megah namun berusia "muda", serta bulan-bulan dengan karakteristik yang sangat aneh. Kini, studi terbaru yang dipimpin Matija Cuk dari SETI Institute menawarkan penjelasan tunggal yang dramatis, semuanya bermula dari tabrakan besar antara dua bulan purba.

Penelitian yang akan diterbitkan dalam Planetary Science Journal ini menunjukkan Titan, bulan terbesar Saturnus, kemungkinan besar adalah hasil penggabungan dua objek langit. Peristiwa hebat ini diperkirakan memicu efek domino yang membentuk wajah sistem Saturnus seperti yang kita lihat sekarang.

Misteri "Chrysalis" yang Hilang

Awalnya, para ilmuwan berteori bahwa Saturnus pernah memiliki bulan es tambahan yang dinamai Chrysalis. Sekitar 100 juta tahun lalu, Chrysalis diduga hancur karena gaya gravitasi Saturnus, menyisakan debu dan es yang kini menjadi cincin planet tersebut.

Namun, simulasi terbaru tim Cuk memberikan alur cerita berbeda. Alih-alih hancur sendirian, Chrysalis justru bertabrakan dan menyatu dengan "proto-Titan".

"Hyperion, yang terkecil di antara bulan-bulan utama Saturnus, memberi kami petunjuk paling penting tentang sejarah sistem ini," ujar Cuk dalam pernyataannya. "Kami menyadari kunci Titan–Hyperion relatif muda, hanya berusia beberapa ratus juta tahun. Ini berasal dari periode yang sama ketika bulan tambahan itu menghilang."

Dampak Domino di Sistem Saturnus

Jika teori penggabungan ini benar, banyak anomali di Saturnus yang akhirnya terjawab:

  • Permukaan Titan yang Mulus: Tabrakan tersebut menyapu bersih permukaan Titan, menjelaskan mengapa hanya sedikit kawah yang ditemukan di balik atmosfer tebalnya. Atmosfer itu sendiri kemungkinan merembes keluar dari bagian dalam Titan saat benturan terjadi.
  • Lahirnya Bulan Hyperion: Puing-puing hasil tabrakan Titan dan Chrysalis diyakini berkumpul kembali dan membentuk Hyperion, bulan yang bentuknya menyerupai batu apung raksasa.
  • Orbit Iapetus yang Miring: Gangguan gravitasi dari peristiwa ini menjelaskan mengapa Iapetus memiliki orbit paling miring dibandingkan bulan utama lainnya.
  • Terbentuknya Cincin: Guncangan pada orbit Titan memicu tabrakan di antara bulan-bulan berukuran sedang lainnya. Es yang terlontar dari tabrakan berantai inilah yang kemudian menetap menjadi sistem cincin Saturnus.

Menanti Bukti dari Misi Dragonfly

Meski hipotesis ini sangat rapi dan sesuai dengan data distribusi massa Saturnus yang dikumpulkan misi Cassini-Huygens, para ilmuwan masih membutuhkan bukti langsung.

Harapan kini tertuju pada misi Dragonfly milik NASA yang dijadwalkan meluncur pada 2028. Wahana ini akan mendarat di Titan untuk mencari tanda-tanda lebih lanjut bahwa permukaan bulan tersebut memang masih muda, yang akan memperkuat teori tentang "kekacauan besar" 100 juta tahun silam. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya