Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Rahasia Inti Titan Terungkap, Bukan Samudra Luas Melainkan Lorong Es Berlumpur

Thalatie K Yani
18/12/2025 09:10
Rahasia Inti Titan Terungkap, Bukan Samudra Luas Melainkan Lorong Es Berlumpur
Studi terbaru NASA mengungkap Bulan Titan milik Saturnus kemungkinan menyimpan "es berlumpur" yang bisa menjadi habitat mikro bagi kehidupan.(NASA)

SELAMA bertahun-tahun, Titan, bulan terbesar milik Saturnus, diyakini menyembunyikan samudra cair yang luas di bawah permukaan bekunya. Namun, sebuah analisis terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada Rabu (17/12) memberikan gambaran yang berbeda sekaligus mengejutkan. Alih-alih lautan terbuka, interior Titan kemungkinan besar diisi lorong-lorong es berlumpur (slushy) dan kantong-kantong air lelehan.

Temuan ini memiliki implikasi besar bagi pemahaman kita tentang seberapa umum keberadaan air di dunia lain, serta memengaruhi strategi pencarian kehidupan ekstraterestrial.

"Alih-alih samudra terbuka seperti yang kita miliki di Bumi, kita mungkin melihat sesuatu yang lebih mirip dengan es laut Arktik atau akuifer," ujar Baptiste Journaux, asisten profesor ilmu bumi dan antariksa di University of Washington. "Hal ini berpengaruh pada jenis kehidupan yang mungkin kita temukan, serta ketersediaan nutrisi dan energi."

Misteri 'Goyangan' Titan 

Penelitian ini berakar dari data wahana antariksa Cassini yang mengorbit Saturnus selama 20 tahun. Para ilmuwan mengamati bagaimana bentuk Titan "meregang dan memadat" akibat tarikan gravitasi Saturnus yang kuat.

Tim peneliti menemukan adanya jeda waktu (lag) sekitar 15 jam antara tarikan gravitasi terkuat Saturnus dengan perubahan bentuk Titan. Dengan menggunakan model termodinamika baru, mereka menyimpulkan bahwa interior Titan tidak se-cair yang diperkirakan sebelumnya. Lingkungan yang "berlumpur" dan kental ini menjelaskan mengapa terjadi keterlambatan dalam pergeseran bentuk Titan.

"Tidak ada yang menyangka akan ada disipasi energi yang sangat kuat di dalam Titan," ungkap Flavio Petricca dari Jet Propulsion Laboratory NASA. "Itu adalah bukti kuat bahwa interior Titan berbeda dari apa yang disimpulkan dari analisis sebelumnya."

Peluang Baru bagi Kehidupan 

Meski ketiadaan samudra terbuka terdengar seperti kabar buruk, para peneliti justru melihat hal ini sebagai peluang baru. Konsentrasi nutrisi dalam kantong-kantong air kecil kemungkinan besar jauh lebih kaya dibandingkan dalam samudra yang luas dan encer.

Fakta menarik lainnya, penelitian ini menemukan "kantong air tawar" di dalam Titan mungkin berada pada suhu yang ramah bagi kehidupan, yakni sekitar 20 derajat Celsius. Tekanan ekstrem di kedalaman Titan juga mengubah perilaku fisik air dan es, membuatnya berbeda dari air laut di Bumi.

"Ini memperluas rentang lingkungan yang bisa kita anggap layak huni," tambah tim peneliti.

Misteri ini diharapkan akan segera terungkap lebih dalam melalui misi Dragonfly milik NASA yang dijadwalkan meluncur pada 2028. Wahana terbang ini diperkirakan tiba di Titan pada 2034 untuk melakukan pengamatan langsung di permukaan, mencari tahu di mana kehidupan mungkin bersembunyi dan seberapa banyak air yang tersedia bagi organisme di sana. (Live Science/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik