Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA bertahun-tahun, Titan, bulan terbesar milik Saturnus, diyakini menyembunyikan samudra cair yang luas di bawah permukaan bekunya. Namun, sebuah analisis terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada Rabu (17/12) memberikan gambaran yang berbeda sekaligus mengejutkan. Alih-alih lautan terbuka, interior Titan kemungkinan besar diisi lorong-lorong es berlumpur (slushy) dan kantong-kantong air lelehan.
Temuan ini memiliki implikasi besar bagi pemahaman kita tentang seberapa umum keberadaan air di dunia lain, serta memengaruhi strategi pencarian kehidupan ekstraterestrial.
"Alih-alih samudra terbuka seperti yang kita miliki di Bumi, kita mungkin melihat sesuatu yang lebih mirip dengan es laut Arktik atau akuifer," ujar Baptiste Journaux, asisten profesor ilmu bumi dan antariksa di University of Washington. "Hal ini berpengaruh pada jenis kehidupan yang mungkin kita temukan, serta ketersediaan nutrisi dan energi."
Penelitian ini berakar dari data wahana antariksa Cassini yang mengorbit Saturnus selama 20 tahun. Para ilmuwan mengamati bagaimana bentuk Titan "meregang dan memadat" akibat tarikan gravitasi Saturnus yang kuat.
Tim peneliti menemukan adanya jeda waktu (lag) sekitar 15 jam antara tarikan gravitasi terkuat Saturnus dengan perubahan bentuk Titan. Dengan menggunakan model termodinamika baru, mereka menyimpulkan bahwa interior Titan tidak se-cair yang diperkirakan sebelumnya. Lingkungan yang "berlumpur" dan kental ini menjelaskan mengapa terjadi keterlambatan dalam pergeseran bentuk Titan.
"Tidak ada yang menyangka akan ada disipasi energi yang sangat kuat di dalam Titan," ungkap Flavio Petricca dari Jet Propulsion Laboratory NASA. "Itu adalah bukti kuat bahwa interior Titan berbeda dari apa yang disimpulkan dari analisis sebelumnya."
Meski ketiadaan samudra terbuka terdengar seperti kabar buruk, para peneliti justru melihat hal ini sebagai peluang baru. Konsentrasi nutrisi dalam kantong-kantong air kecil kemungkinan besar jauh lebih kaya dibandingkan dalam samudra yang luas dan encer.
Fakta menarik lainnya, penelitian ini menemukan "kantong air tawar" di dalam Titan mungkin berada pada suhu yang ramah bagi kehidupan, yakni sekitar 20 derajat Celsius. Tekanan ekstrem di kedalaman Titan juga mengubah perilaku fisik air dan es, membuatnya berbeda dari air laut di Bumi.
"Ini memperluas rentang lingkungan yang bisa kita anggap layak huni," tambah tim peneliti.
Misteri ini diharapkan akan segera terungkap lebih dalam melalui misi Dragonfly milik NASA yang dijadwalkan meluncur pada 2028. Wahana terbang ini diperkirakan tiba di Titan pada 2034 untuk melakukan pengamatan langsung di permukaan, mencari tahu di mana kehidupan mungkin bersembunyi dan seberapa banyak air yang tersedia bagi organisme di sana. (Live Science/Z-2)
Chronova Engineering menciptakan jam antarplanet unik yang menampilkan waktu relatif di Bumi, Mars, Jupiter, dan Saturnus menggunakan piringan rotasi planet.
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
Fenomena parade planet akan menghadirkan enam planet di langit malam pada akhir Februari.
Temukan perbandingan usia Neptunus, Saturnus, dan Uranus. Benarkah raksasa gas terbentuk lebih dulu daripada raksasa es? Simak fakta astronomi terbaru.
Studi terbaru mengungkap Titan mungkin terbentuk dari tabrakan dua bulan kuno. Peristiwa ini memicu lahirnya cincin Saturnus yang ikonik dan bulan misterius lainnya.
Ilmuwan mengungkap asal-usul Titan Saturnus dari tabrakan bulan purba. Simak kaitan pembentukan Titan dengan usia cincin Saturnus dan misi Dragonfly 2026.
Teleskop Hubble NASA berhasil menangkap citra paling tajam komet antarbintang 3I/ATLAS. Objek misterius ini melaju hingga 209.000 km/jam dan berasal dari luar tata surya.
Walaupun suhu tersebut terlalu panas bagi keberadaan air cair di permukaan, planet ini menjadi subjek penelitian yang sangat berharga untuk memahami "lembah radius,"
Ilmuwan temukan potensi kacang arab sebagai sumber pangan masa depan utama di Bulan. Cek hasil penelitian NASA terkait ketahanan legum di tanah ekstrem luar angkasa.
Para astronom menyebut citra ini sebagai salah satu gambaran paling detail tentang bagaimana bintang seperti Matahari mengakhiri hidupnya.
Satu abad lalu, Robert Goddard meluncurkan roket bahan bakar cair pertama. Penemuan yang terinspirasi fiksi ilmiah dan peran vital Esther Goddard.
NASA secara resmi telah menepis segala kemungkinan mengenai potensi hantaman asteroid 2024 YR4 terhadap Bulan pada tahun 2032 mendatang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved