Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
HARAPAN untuk melihat manusia kembali mendekati bulan dalam waktu dekat harus tertunda sejenak. Empat astronot misi Artemis II dipastikan harus menunggu lebih lama setelah roket Space Launch System (SLS) ditarik mundur dari Kompleks Peluncuran 39B menuju Vehicle Assembly Building (VAB) di Kennedy Space Center, Rabu (25/2).
Langkah ini diambil setelah teknisi menemukan adanya gangguan aliran helium pada bagian atas roket (upper stage). Karena area tersebut tidak dapat diakses saat berada di landasan luncur, NASA terpaksa membawa kembali roket raksasa setinggi 98 meter itu ke dalam gedung untuk perbaikan.
Awalnya, NASA menargetkan jendela peluncuran pada 6 Maret mendatang. Namun, akibat kerusakan teknis ini, jadwal peluncuran bergeser paling cepat hingga 1 April 2024. Masalah helium ini terdeteksi pada 20-21 Februari, tepat sehari setelah NASA menyelesaikan "wet dress rehearsal", uji coba pengisian bahan bakar penuh dan simulasi hitung mundur peluncuran.
Misi Artemis II merupakan misi bersejarah yang akan membawa astronot NASA Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta astronot Badan Antariksa Kanada Jeremy Hansen dalam perjalanan 10 hari mengelilingi bulan.
Administrator NASA, Jared Isaacman, menjelaskan melalui unggahan di media sosial X, tim tidak mampu mengalirkan helium melalui kendaraan selama prosedur rutin pada Interim Cryogenic Propulsion Stage (ICPS).
"Tim tidak dapat mengalirkan helium melalui kendaraan selama prosedur pembersihan rutin dan represi pada ICPS roket SLS," ujar Isaacman.
Helium disimpan dalam tangki yang terhubung ke ICPS, yang hanya bisa diakses saat roket berada di dalam VAB. Isaacman menyebutkan bahwa penarikan mundur ini diperlukan agar teknisi dapat memastikan penyebab pasti kerusakan dan melakukan perbaikan yang presisi.
NASA berupaya menghindari drama "bolak-balik" yang terjadi pada kampanye Artemis I tahun 2022 lalu, di mana roket harus menempuh perjalanan antara landasan dan VAB sebanyak tiga kali akibat kebocoran hidrogen sebelum akhirnya berhasil meluncur pada November tahun itu.
Direktur Peluncuran Artemis II, Charlie Blackwell-Thompson, memberikan instruksi penarikan mundur pada pukul 09.28 pagi waktu setempat. Roket SLS kemudian diangkut oleh kendaraan raksasa Crawler-Transporter 2 menempuh jarak 6,4 kilometer.
Dengan kecepatan hanya 1,6 km/jam, perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 10,5 jam sebelum akhirnya SLS terparkir aman di High Bay 3 VAB pada pukul 20.00 malam.
NASA kini berpacu dengan waktu untuk mendiagnosa dan memperbaiki masalah tersebut. Targetnya, roket dapat segera kembali ke landasan untuk menyelesaikan uji coba terakhir sebelum jendela peluncuran April dibuka, dengan peluang peluncuran tersedia setiap hari mulai 1 - 6 April. (Space/Z-2)
NASA telah merilis laporan temuan dari Tim Investigasi mengenai Uji Penerbangan Berawak Boeing CST-100 Starliner.
Wahana Curiosity milik NASA menemukan formasi geologi unik berbentuk “jaring laba-laba” di Mars. Fenomena boxwork ini diyakini terbentuk dari aktivitas air purba.
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
NASA melalui observatorium Chandra dan teleskop James Webb menemukan protocluster galaksi purba JADES-ID1 yang terbentuk sangat awal, menantang teori pembentukan struktur alam semesta.
Fenomena parade planet akan menghadirkan enam planet di langit malam pada akhir Februari.
Misi Artemis II ke Bulan kembali terhambat kebocoran hidrogen cair. Ini alasan teknis dan politik di balik penggunaan bahan bakar paling "rewel" di dunia antariksa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved