Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
NASA telah merilis laporan temuan dari Tim Investigasi mengenai Uji Penerbangan Berawak Boeing CST-100 Starliner. Melalui konferensi pers pada Kamis (19/2), NASA mengungkapkan bahwa misi Starliner tergolong ke dalam kecelakaan Tipe A.
Pengklasifikasian ini menempatkan insiden Starline pada level yang sama dengan kecelakaan pesawat Columbia tahun 2003 dan Challenger tahun 1986. Meskipun tidak ada cedera dan misi kembali terkendali, tetapi penetapan klasifikasi tertinggi ini mengakui adanya potensi kecelakaan yang signifikan.
Pada Februari 2025, NASA membentuk Tim Investigasi independen untuk menyelidiki faktor-faktor teknis, organisasi, dan budaya yang berkontribusi terhadap masalah penerbangan uji tersebut.
Laporan investigasi tersebut mengidentifikasi adanya kegagalan pada perangkat keras, kesalahan kepemimpinan, hingga permasalahan struktural dalam misi tersebut menyebabkan kondisi yang tidak memenuhi standar keselamatan badan antariksa itu sendiri
Laporan tersebut juga menyebutkan tiga akar permasalahan kegagalan misi, yaitu pendekatan kontrak yang membatasi upaya NASA dalam pengembangan Starliner, rekayasa sistem Boeing yang tidak memadai dan pengawasan yang kurang, serta budaya Commercial Crew Program (CCP) yang lebih mengutamakan keberhasilan penyedia daripada ketelitian teknis.
Dari penemuan investigasi tersebut, NASA mengambil tindakan korektif untuk memastikan keselamatan awak dan misi penerbangan di masa mendatang. Selain itu, tindakan korektif juga berguna dalam memastikan standar desain dan kualifikasi serta integrasi struktural dalam misi-misi berikutnya.
“Kami sedang memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut. Kami secara resmi menyatakan kecelakaan Tipe A dan memastikan akuntabilitas kepemimpinan agar situasi semacam ini tidak terulang lagi,” jelas Jared Isaacman selaku Administrator NASA.
Isaacman juga menambahkan bahwa ia berharap dapat bekerja sama dengan Boeing untuk menerapkan tindakan korektif dan menguji Starliner kembali hanya ketika sudah siap.
Laporan investigasi tersebut diselesaikan pada November 2025. NASA dan Boeing juga telah bekerja sama semenjak Starliner kembali pada delapan belas bulan lalu untuk mengidentifikasi dan mengatasi tantangan yang dihadapi selama misi.
Starliner diluncurkan pada 5 Juni 2024 dalam penerbangan uji berawak pertamanya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Awalnya, misi ini direncanakan dalam jangka waktu 8-14 hari. Namun, penerbangan harus diperpanjang selama 93 hari ketika terjadi kesalahan sistem yang berhasil diidentifikasi saat Starliner sudah berada di orbit.
Setelah meninjau data penerbangan dan uji darat, NASA memutuskan untuk mengembalikan pesawat ruang angkasa tanpa kedua astronot, Butch Wilmore dan Suni Williams.
Starliner kembali dari stasiun luar angkasa pada September 2024 dan mendarat di New Mexico. Sementara Wilmore dan William baru kembali dengan selamat ke Bumi pada Maret 2025. (E-4)
NASA mengklasifikasikan misi Boeing Starliner sebagai kecelakaan Tipe A setelah dua astronot terdampar di luar angkasa. Laporan investigasi menyoroti kegagalan sistem dan pengawasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved