Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

NASA Tetapkan Misi Boeing Starliner sebagai Kecelakaan Tipe A

Asha Bening Rembulan
23/2/2026 10:34
NASA Tetapkan Misi Boeing Starliner sebagai Kecelakaan Tipe A
Pesawat ruang angkasa Starliner milik Boeing meluncurkan astronot Uji Penerbangan Awak NASA, Butch Wilmore dan Suni Williams, ke Stasiun Luar Angkasa Internasional.(NASA)

LAPORAN investigasi NASA menyimpulkan uji penerbangan berawak Boeing CST-100 Starliner dikategorikan sebagai kecelakaan Tipe A, setelah dua astronot terdampar di luar angkasa sejak Juni 2024 hingga Maret 2025. Klasifikasi ini menempatkan insiden Starliner sejajar dengan kecelakaan Columbia (2003) dan Challenger (1986), meski tidak menimbulkan korban luka dan misi akhirnya berhasil dikendalikan kembali.

Dalam laporan investigasi NASA sepanjang 311 halaman tersebut, Tim Investigasi mengungkapkan terdapat anomali dalam hardware, kesenjangan kualifikasi, kesalahan kepemimpinan, dan permasalahan struktural. Hal itu menciptakan kondisi risiko yang tidak sesuai dengan standar keselamatan penerbangan luar angkasa berawak NASA. 

Laporan mengidentifikasi tiga akar permasalahan kegagalan. Pendekatan kontrak yang membatasi upaya NASA dalam pengembangan Starliner, rekayasa sistem Boeing yang tidak memadai dan pengawasan yang kurang, serta budaya Commercial Crew Program (CCP) yang lebih mengutamakan keberhasilan penyedia daripada ketelitian teknis.

Dari penemuan investigasi tersebut, NASA mengambil tindakan korektif. Tindakan itu untuk memastikan keselamatan awak dan misi penerbangan di masa mendatang. NASA juga memastikan standar desain dan kualifikasi serta integrasi struktural dalam misi-misi berikutnya.

Jared Isaacman selaku Administrator NASA menjelaskan perlunya transparansi terkait penyebab kegagalan misi starliner. “Kami sedang memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut. Kami secara resmi menyatakan kecelakaan Tipe A dan memastikan akuntabilitas kepemimpinan agar situasi semacam ini tidak terulang lagi. Kami berharap dapat bekerja sama dengan Boeing karena kedua organisasi sedang menerapkan tindakan korektif dan mengoperasikan Starliner hanya ketika sudah siap,” jelas Jared dalam konferensi pers tersebut.

Uji Penerbangan Berawak Starliner

Starliner diluncurkan pada 5 Juni 2024 dalam penerbangan uji berawak pertamanya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Awalnya, misi ini direncanakan dalam jangka waktu 8-14 hari. Penerbangan harus diperpanjang selama 93 hari ketika anomali pada sistem propulsi berhasil diidentifikasi saat Starliner berada di orbit.

NASA kemudian memutuskan untuk mengembalikan pesawat tanpa kedua astronot, Butch Wilmore dan Suni Williams, setelah meninjau data penerbangan dan uji darat. Starliner kembali dari stasiun luar angkasa pada September 2024 di New Mexico, sementara Butch dan Suni kembali ke Bumi pada Maret 2025 dengan misi Crew-9 SpaceX. (NASA/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya