Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MISTERI besar yang menyelimuti sistem planet Saturnus mulai terkuak melalui serangkaian pemodelan dinamika kosmik terbaru pada awal 2026. Titan, bulan terbesar milik Saturnus yang selama ini dikenal sebagai dunia alien paling mirip Bumi, diduga bukan merupakan objek primordial yang terbentuk bersamaan dengan planet induknya. Sebaliknya, hipotesis ilmiah terkini menunjukkan bahwa Titan Saturnus adalah produk dari sebuah bencana kosmik dahsyat: tabrakan antara dua bulan purba yang pernah mengorbit Saturnus ratusan juta tahun lalu.
Titan memegang status unik sebagai satu-satunya satelit alami di Tata Surya yang memiliki atmosfer tebal dan stabil. Keistimewaan Titan tidak hanya terletak pada ukurannya, tetapi juga pada siklus hidrologi berbasis metana. Di permukaannya, terdapat sungai, danau, dan laut yang berisi metana serta etana cair, menciptakan lingkungan yang menjadi fokus utama dalam studi astrobiologi global.
Penelitian terbaru yang dipimpin oleh para ilmuwan dari SETI Institute dan dipublikasikan pada Februari 2026 mengusulkan skenario baru yang disebut Teori Merger Bulan. Berdasarkan data gravitasi yang dikumpulkan selama fase akhir misi Cassini, para peneliti menemukan indikasi bahwa Titan terbentuk dari akresi puing-puing hasil tabrakan dua satelit berukuran sedang.
Proses ini diperkirakan terjadi sekitar 400 hingga 500 juta tahun lalu. Kejadian ini menjelaskan mengapa orbit Titan cenderung eksentrik namun stabil, serta mengapa bulan kecil di sekitarnya, seperti Hyperion, memiliki bentuk tidak beraturan yang menyerupai sisa-sisa reruntuhan kosmik.
Salah satu temuan paling provokatif dari hipotesis ini adalah kaitannya dengan usia cincin Saturnus yang ikonik. Data terbaru mendukung teori cincin muda. Diperkirakan, saat bulan-bulan purba bertabrakan untuk membentuk Titan, sebagian material yang hancur melintasi Batas Roche—zona gravitasi di mana tarikan Saturnus terlalu kuat untuk membiarkan material menyatu kembali menjadi bulan. Material es yang gagal menyatu inilah yang kemudian menyebar dan membentuk sistem cincin yang kita lihat hari ini, menjadikannya struktur yang baru secara astronomis, mungkin hanya berusia kurang dari 400 juta tahun.
Untuk membuktikan kebenaran teori ini, NASA terus mematangkan persiapan misi Dragonfly. Per Februari 2026, wahana rotorcraft nuklir ini telah memasuki Fase D, yaitu tahap integrasi perangkat keras dan pengujian sistem secara menyeluruh di Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins.
Dragonfly dijadwalkan meluncur pada Juli 2028 dan akan tiba di Titan pada 2034. Misi ini dirancang untuk melakukan lompatan vertikal (hop) di permukaan Titan guna menganalisis komposisi kimia tanah dan atmosfer secara langsung. Ilmuwan berharap Dragonfly dapat menemukan tanda-tanda kimia prebiotik atau bahkan bukti geologis dari tabrakan purba yang membentuk bulan tersebut.
Secara teknis tidak tanpa dukungan teknologi canggih. Atmosfernya sangat dingin dan tidak mengandung oksigen, namun kandungan organiknya yang kaya menjadikannya tempat paling potensial untuk mencari tanda-tanda kehidupan mikroskopis.
Nitrogen di Titan diduga berasal dari amonia es yang terperangkap saat pembentukan awal sistem Saturnus, yang kemudian terlepas melalui proses pemanasan internal atau fotolisis di atmosfer.
Kepastian geologis diharapkan muncul setelah misi Dragonfly melakukan analisis isotop pada permukaan Titan di pertengahan dekade 2030-an.
(NASA, Cassini–Huygens Mission Archive/H-3)
Teleskop James Webb temukan jejak lubang hitam pelarian yang melesat 3.000 km/detik. Simak bagaimana fenomena kosmos ini mengubah pemahaman kita tentang galaksi.
Komet C/2026 A1 (MAPS), anggota Kreutz sungrazer yang langka, diprediksi dapat bersinar terang di langit Bumi pada April 2026, seterang Venus, jika bertahan dari panas Matahari.
Teleskop SPHEREx milik NASA mendeteksi molekul organik seperti air dan karbon dioksida pada komet antarbintang 3I/ATLAS, membuka peluang riset asal-usul kehidupan.
Terinspirasi Lord of the Rings, ilmuwan temukan sistem lubang hitam ganda Gondor dan Rohan lewat teknik gelombang gravitasi terbaru.
Sempat diprediksi akan menghiasi langit malam tahun 2020, Komet C/2019 Y4 ATLAS justru hancur berkeping-keping. Kini, astronom menemukan bukti baru sisa fragmennya.
Wilayah aktif AR 14098 memicu enam flare Matahari kelas X dalam kurang dari 96 jam pada awal Februari 2026. NASA memantau dampaknya terhadap cuaca antariksa dan satelit.
Studi terbaru mengungkap posisi otak astronot bergeser ke atas dan ke belakang setelah misi luar angkasa.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari mixvale.com, instrumen SPHEREx merekam data dalam 102 panjang gelombang inframerah.
Teleskop SPHEREx milik NASA mendeteksi molekul organik seperti air dan karbon dioksida pada komet antarbintang 3I/ATLAS, membuka peluang riset asal-usul kehidupan.
NASA merilis citra terbaru Hubble yang mengungkap Nebula Telur, fase langka sebelum nebula planet terbentuk. Fenomena kosmik ini terjadi 1.000 tahun cahaya dari Bumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved