Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Teleskop James Webb Ungkap Penampakan 'Tengkorak Kosmik' di Luar Angkasa

Thalatie K Yani
09/3/2026 12:00
Teleskop James Webb Ungkap Penampakan 'Tengkorak Kosmik' di Luar Angkasa
James Webb Space Telescope (JWST) berhasil menangkap detail menakjubkan nebula PMR 1 yang menyerupai otak dalam tengkorak. Simak kecanggihan teknologinya.(NASA)

TELESKOP Luar Angkasa James Webb (JWST) kembali memukau dunia dengan mengungkap detail yang belum pernah terlihat sebelumnya dari sebuah objek kosmik unik. Objek tersebut adalah sisa-sisa bercahaya dari bintang yang sedang sekarat, yang secara visual menyerupai anatomi tengkorak manusia.

Objek yang dinamakan PMR 1 ini merupakan nebula planet, sebuah cangkang gas terionisasi dan debu yang mengembang, yang dikeluarkan oleh sebuah bintang pada tahap akhir evolusinya ketika bahan bakar nuklir di intinya telah habis. Meski pertama kali terdeteksi Teleskop Spitzer pada 2014, PMR 1 jarang dipelajari hingga akhirnya Webb memberikan pandangan baru yang lebih tajam.

Karena kemiripannya dengan otak yang terbungkus dalam tengkorak transparan, awan berwarna-warni ini dijuluki sebagai nebula "Exposed Cranium" atau "Tengkorak yang Terpapar".

Dua Sisi Cahaya: Inframerah Dekat dan Menengah

NASA merilis citra terbaru ini dalam dua bagian yang ditangkap oleh instrumen berbeda, Kamera Inframerah Dekat (NIRCam) dan Instrumen Inframerah Menengah (MIRI). Kemampuan Webb mengamati objek dalam berbagai panjang gelombang cahaya memungkinkan para astronom melihat kerumitan yang sebelumnya tidak terlihat.

Pada citra NIRCam, gelembung luar nebula tampak dengan tepian putih cerah, sementara awan di dalamnya berpendar oranye. Yang paling mencolok adalah jalur gelap vertikal di bagian tengah yang menciptakan ilusi dua belahan, persis seperti otak manusia. Melalui cahaya inframerah dekat ini, bintang-bintang dan galaksi jauh di latar belakang juga dapat terlihat menembus cangkang luar nebula.

Sebaliknya, pada citra MIRI, gelembung luar nebula tampak berwarna kebiruan dengan sentuhan ungu. Awan bercahaya di dalamnya terlihat lebih tebal dan kompleks, sementara jalur gelap di tengah menjadi kurang terlihat karena sebagian terhalang oleh debu dan gas yang padat.

Menguak Evolusi Bintang

Perbedaan visual antara kedua instrumen ini memberikan gambaran yang lebih lengkap bagi para ilmuwan mengenai aktivitas di dalam "tengkorak kosmik" tersebut. Jalur gelap yang terlihat jelas pada NIRCam ternyata berhubungan erat dengan letusan gas kembar di bagian atas dan bawah nebula jika dilihat melalui instrumen MIRI.

Gambar-gambar ini juga memberikan wawasan tentang berbagai tahap evolusi bintang:

Cangkang Luar: Terdiri dari gas hidrogen yang dikeluarkan lebih awal dalam kehidupan bintang. Awan Dalam: Campuran gas dan debu yang dikeluarkan lebih baru.

Masa depan bintang di pusat PMR 1 akan sangat bergantung pada massanya. Bintang tersebut kemungkinan besar akan meledak sebagai supernova atau terus melepaskan lapisan-lapisannya hingga menyisakan inti padat dan mengerut yang dikenal sebagai bintang katai putih (white dwarf). (Live Science/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya