Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Teleskop James Webb Mengungkap Detail Nebula Berbentuk ‘Tengkorak Terbuka

Media Indonesia
01/3/2026 13:25
Teleskop James Webb Mengungkap Detail Nebula Berbentuk ‘Tengkorak Terbuka
Perbandingan instrumen Webb mengungkap detail kontras pada Nebula PMR 1. Kamera NIRCam (kiri) menembus lapisan gas untuk memperlihatkan ribuan bintang dan galaksi latar belakang, sementara instrumen MIRI (kanan) menonjolkan pendaran debu kosmik yang hangat(Dok NASA)

TELESKOP Luar Angkasa James Webb (JWST) milik NASA. Teleskop canggih ini berhasil mengungkap detail baru yang luar biasa dari sebuah nebula misterius bernama PMR 1. Terletak sekitar 5.000 tahun cahaya di konstelasi Vela, nebula ini merupakan awan gas dan debu yang mengelilingi sebuah bintang yang sedang sekarat.

PMR 1 memiliki penampilan yang sangat unik karena menyerupai otak manusia di dalam tengkorak yang transparan. Kemiripan inilah yang menginspirasi julukan tidak resminya sebagai nebula Exposed Cranium atau "Tengkorak yang Terbuka". 

Meski keberadaannya pertama kali terdeteksi lebih dari satu dekade lalu oleh pendahulu Webb, yakni Teleskop Spitzer pada 2013, instrumen canggih Webb kini memberikan ketajaman visual yang belum pernah ada sebelumnya melalui spektrum cahaya inframerah dekat (NIRCam) dan inframerah menengah (MIRI).

Pengamatan Webb menunjukkan bahwa nebula ini memiliki wilayah-wilayah yang mencerminkan fase berbeda dari evolusinya. Bagian luarnya berupa lapisan tipis gas hidrogen mendingin yang membentuk struktur tengkorak, yang diperkirakan sebagai material pertama yang terlontar dari bintang pusat. Sementara itu, bagian dalamnya berisi campuran kompleks berbagai gas terionisasi yang lebih panas, membentuk struktur berlekuk menyerupai otak.

Salah satu fitur yang paling mencolok adalah adanya celah gelap yang membelah nebula secara vertikal, seolah membagi otak tersebut menjadi lobus kiri dan kanan. Para ilmuwan menduga celah ini tercipta akibat pancaran jet kutub atau aliran gas yang menyembur dari bintang pusat dalam arah yang berlawanan. 

Hipotesis ini diperkuat oleh citra dari instrumen MIRI, yang memperlihatkan gas terionisasi seolah-olah sedang meledak keluar menembus selubung hidrogen di bagian atas nebula.

Namun, identitas asli dari bintang yang berada di pusat nebula ini masih menjadi tanda tanya besar bagi para astronom. Ketika pertama kali ditemukan pada tahun 1990-an, emisi nebula ini tampak seperti berasal dari bintang Wolf-Rayet, yaitu salah satu jenis bintang masif paling ekstrem dan tidak stabil yang melepaskan massa dalam jumlah besar melalui angin radiasi yang sangat kuat. Jika ini benar, bintang tersebut pada akhirnya akan meledak dalam sebuah supernova yang dahsyat.
Di sisi lain, ada kemungkinan bahwa Exposed Cranium sebenarnya hanyalah sebuah nebula planet biasa. Jika demikian, nebula ini dihasilkan oleh bintang yang massanya mirip dengan Matahari kita. 

Bintang jenis ini tidak akan meledak, melainkan akan mengembang menjadi raksasa merah dan melepaskan lapisan luarnya secara bertahap, hingga akhirnya hanya menyisakan inti padat yang disebut katai putih. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya