Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Miguel Claro, fotografer profesional sekaligus komunikator sains asal Portugal, kembali memukau para pengamat langit dengan hasil bidikan menakjubkan dari Rasi Orion. Gambar terbaru ini menangkap detail halus semburat merah yang dihasilkan oleh pancaran hydrogen-alpha, sejenis cahaya yang terpancar dari atom hidrogen.
Claro, yang juga menjabat sebagai Duta Foto European Southern Observatory dan astrofotografer resmi Cagar Langit Gelap Alqueva (Dark Sky Alqueva Reserve), dikenal dengan karyanya yang menggabungkan pemandangan Bumi dan langit malam dalam komposisi fotografi astronomi yang disebut skyscapes.
Dalam foto ini, tampak Barnard’s Loop (Sh2-276) — nebula berbentuk setengah lingkaran besar yang melingkari tiga bintang pada sabuk Orion. Nebula ini terletak sekitar 1.600 tahun cahaya dari Bumi dan membentang sejauh 300 tahun cahaya. Barnard’s Loop sendiri merupakan bagian dari kompleks awan molekul Orion yang jauh lebih besar, tempat kelahiran bintang-bintang baru, yang terdiri atas debu kosmik, hidrogen, dan helium.
Claro mengungkap sejak lama ia ingin memotret wilayah ini dengan cara yang menampilkan detail pancaran hidrogen merah yang mengelilingi area penuh warna dan keajaiban seperti Nebula Orion (M42), Nebula Kepala Kuda (Horse Head), LDN 1622, Cincin Lambda Orionis, hingga Nebula Kepala Penyihir (Witch Head Nebula) berwarna kebiruan di dekat bintang Rigel.
Namun, upaya untuk menangkap gambar ini tidaklah mudah. Peralatan yang telah ia siapkan — termasuk lensa Samyang 35mm f/1.8 dan kamera Poseidon C Pro — harus menunggu kondisi langit yang ideal selama dua bulan. Tantangan utama datang dari cuaca yang tidak bersahabat dan posisi rasi Orion yang mulai terbenam lebih awal di ufuk barat.
Claro hanya memiliki waktu sekitar 40 menit setiap malam saat cuaca cerah antara Februari hingga Maret 2025, dari lokasi pemotretan di Cagar Langit Gelap Alqueva, Portugal. Untuk menghasilkan total eksposur selama tujuh jam, ia harus membagi waktu pemotretan dalam banyak malam.
Ia menyatakan, jika pemotretan dilakukan sejak awal musim dingin, seluruh data gambar mungkin bisa dikumpulkan dalam satu malam saja. (Space/Z-2)
Fenomena ini bukan hanya menarik karena kemiripannya dengan kelelawar yang terbang di langit malam, tetapi juga karena menyimpan proses kelahiran bintang-bintang baru di dalamnya.
Teleskop James Webb memotret Nebula Laba-Laba Merah, sisa bintang yang sekarat dengan detail menakjubkan. Inilah gambaran masa depan Matahari kita di alam semesta.
JWST berhasil memotret awan gas Sagittarius B2. Temuan ini mengungkap keindahan sekaligus misteri mengapa pembentukan bintang di jantung Bima Sakti.
JWST kembali mencuri perhatian dengan menampilkan gambar luar biasa dari nebula planet NGC 1514, yang dikenal juga sebagai “Nebula Bola Kristal”.
Pada 27 Maret 2025, teleskop SPHEREx menangkap gambar pertama yang menakjubkan berisi lebih dari 100.000 galaksi, bintang, dan nebula.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved