Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
ALAM semesta kembali menunjukkan sisi misteriusnya yang melampaui imajinasi manusia. Baru-baru ini, data terbaru dari Teleskop James Webb (JWST) memberikan bukti kuat mengenai eksistensi lubang hitam pelarian yang melesat bebas menembus ruang antargalaksi dengan kecepatan fantastis.
Fenomena ini bukan lagi sekadar teori di atas kertas. Penemuan ini menandai babak baru dalam astronomi modern, di mana objek paling masif di jagat raya ternyata bisa "ditendang" keluar dari rumah galaksinya sendiri.
| Kecepatan Maksimum | Hingga 3.000 km/detik |
| Massa Terdeteksi | 10 Juta kali massa Matahari |
| Panjang Jejak | 200.000 Tahun Cahaya |
Selama ini, kita mengenal lubang hitam sebagai objek statis yang berada di pusat galaksi. Namun, lubang hitam pelarian adalah pengecualian ekstrem. Objek ini bergerak dengan kecepatan hingga 3.000 kilometer per detik. Sebagai perbandingan, kecepatan ini ribuan kali lebih cepat daripada komet tercepat yang pernah melintasi tata surya kita.
Keberadaan objek ini pertama kali diprediksi melalui solusi relativitas Einstein oleh matematikawan Roy Kerr pada tahun 1960-an. Kerr menjelaskan bahwa lubang hitam yang berputar menyimpan energi rotasi yang sangat masif, mencapai 29% dari total massanya.
Bagaimana mungkin objek dengan gravitasi sekuat lubang hitam bisa terlempar? Jawabannya terletak pada peristiwa tabrakan kosmik. Fisikawan Roger Penrose sebelumnya telah mengisyaratkan bahwa lubang hitam bisa berfungsi seperti baterai raksasa yang melepaskan energi luar biasa saat bergabung.
Ketika dua lubang hitam supermasif bertabrakan, mereka memancarkan gelombang gravitasi. Jika pancaran gelombang ini lebih kuat ke satu arah, lubang hitam hasil penggabungan tersebut akan menerima efek "tendangan" atau recoil. Efek inilah yang mendorongnya keluar dari pusat galaksi dan menjadikannya pengembara antarbintang.
Bukti paling nyata ditemukan oleh tim astronom yang dipimpin oleh Pieter van Dokkum dari Universitas Yale. Menggunakan data James Webb, mereka mengidentifikasi garis lurus misterius di luar angkasa yang ternyata merupakan bekas lintasan lubang hitam.
Selain temuan van Dokkum, observasi pada galaksi NGC 3627 juga menunjukkan jejak serupa sepanjang 25.000 tahun cahaya yang disebabkan oleh lubang hitam bermassa 2 juta kali Matahari.
Meskipun terdengar mengerikan, para ilmuwan menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Ruang angkasa sangatlah luas, dan kemungkinan lubang hitam pelarian melintas cukup dekat untuk mengganggu Tata Surya sangatlah kecil.
Penemuan ini lebih berfungsi sebagai pengingat akan dinamisnya alam semesta. Lubang hitam kini tidak hanya dianggap sebagai pemakan materi, tetapi juga sebagai entitas yang mampu menciptakan struktur baru di ruang hampa melalui perjalanannya yang luar biasa.
FAQ: People Also Ask
Apakah lubang hitam pelarian bisa dilihat dengan mata telanjang?
Tidak. Lubang hitam sendiri tidak memancarkan cahaya. Kita hanya bisa melihat dampaknya, seperti jejak bintang yang terbentuk di belakangnya atau gangguan gravitasi pada objek sekitarnya.
Apa perbedaan lubang hitam pelarian dengan lubang hitam biasa?
Lubang hitam biasa umumnya berada di pusat galaksi (supermasif) atau diam di tempat bekas ledakan bintang. Lubang hitam pelarian bergerak dengan kecepatan tinggi melintasi ruang antargalaksi.
(Live Science, NASA James Webb Data Analysis 2026/H-3)
Penelitian terbaru mengungkapkan fakta mengejutkan. Ternyata, akhir kosmik mungkin akan tiba jauh lebih cepat dari yang diperkirakan para ilmuwan sebelumnya.
Kemenag memperingati peringatan Tumpek Uye menjadi momentum suci bagi umat Hindu untuk memperkuat kesadaran spiritual ekoteologi dalam memuliakan hewan
Astronom menggunakan Teleskop James Webb menemukan bukti awal keberadaan bintang raksasa purba bermassa hingga 10.000 kali Matahari.
Dua fisikawan dari University of Southern Mississippi mengajukan gagasan mengejutkan: alam semesta mungkin tidak hanya mengembang, tetapi juga berdenting
Penelitian baru ungkap ekspansi alam semesta mungkin melambat dan energi gelap mulai melemah. Temuan ini bisa mengubah pandangan kosmologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved