Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Teleskop James Webb Perlihatkan Nebula Helix dalam Resolusi Tinggi

Abi Rama
21/1/2026 11:12
Teleskop James Webb Perlihatkan Nebula Helix dalam Resolusi Tinggi
Citra terbaru Nebula Helix yang diambil Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA ini menampilkan detail gumpalan gas menyerupai komet, hembusan angin bintang yang sangat kuat, serta lapisan-lapisan gas yang terlepas dari bintang yang sedang sekarat saat(NASA)

NEBULA Helix kembali mencuri perhatian dunia astronomi setelah diamati secara mendalam oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) milik NASA. Melalui resolusi inframerah tinggi, Webb menampilkan struktur gas dan debu yang sebelumnya sulit terlihat, fenomena ini menunjukan bagaimana sebuah bintang mengakhiri hidupnya dan mengembalikan materialnya ke alam semesta.

Nebula Helix

Nebula Helix merupakan nebula planet, yaitu awan gas dan debu yang terbentuk ketika bintang bermassa sedang kehabisan bahan bakar nuklirnya. Di pusat nebula ini terdapat katai putih, sisa inti bintang yang sangat panas dan padat. Meski tidak terlihat langsung dalam citra Webb, radiasi kuat dari katai putih inilah yang menerangi dan membentuk struktur gas di sekelilingnya.

Dalam gambar yang diambil instrumen NIRCam (Near-Infrared Camera), Webb memperlihatkan gumpalan-gumpalan gas yang menyerupai komet lengkap dengan ekor panjang. Struktur ini terbentuk akibat angin bintang panas berkecepatan tinggi yang menghantam lapisan gas dan debu lebih dingin yang dilepaskan bintang pada fase sebelumnya. Interaksi tersebut menghasilkan tampilan nebula yang dramatis dan kompleks.

Warna-warna dalam citra Webb bukan sekadar estetika, melainkan penanda suhu dan komposisi kimia. Gas terpanas yang terpapar radiasi ultraviolet tampak kebiruan, sementara wilayah yang lebih dingin terlihat kekuningan, tempat atom hidrogen mulai bergabung membentuk molekul. Di bagian terluar, rona kemerahan menandai material paling dingin, tempat debu mulai terbentuk dan gas menipis.

Gambar Nebula Helix yang diambil oleh Teleskop Visible and Infrared Telescope for Astronomy (VISTA) berbasis darat ini menampilkan tampilan utuh nebula planet (kiri), dengan sebuah kotak yang menandai area pengamatan Teleskop James Webb (kanan) (NASA)

Wilayah-wilayah terlindungi di dalam nebula juga menjadi sorotan penting. Pengamatan sebelumnya oleh Teleskop Spitzer telah mengisyaratkan adanya molekul kompleks. Namun, ketajaman Webb kini menunjukkan bahwa molekul-molekul tersebut terbentuk di kantong-kantong gelap yang terlindung dari radiasi keras, tersembunyi di antara cahaya jingga dan merah nebula.

Dijuluki Eye of Sauron: Tokoh Fiktif The Lord of The Rings

Nebula Helix berjarak sekitar 650 tahun cahaya dari Bumi dan terletak di rasi bintang Aquarius. Kedekatannya secara kosmik menjadikannya salah satu nebula planet yang paling banyak dipelajari. Bentuknya yang menyerupai mata raksasa bahkan membuatnya dijuluki “Eye of Sauron” atau “Mata Sauron”, tokoh fiktif dalam kisah The Lord of the Rings.

Bagi para ilmuwan, Nebula Helix bukan sekadar objek indah di langit, melainkan laboratorium alami untuk mempelajari siklus kehidupan bintang. Material yang dilepaskan bintang sekarat ini kelak akan menjadi bahan baku pembentuk bintang dan planet baru di sistem lain. (NASA/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya