Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Supernova Tertua Berusia 13 Miliar Tahun Berhasil Diabadikan Teleskop James Webb

Thalatie K Yani
10/12/2025 11:35
Supernova Tertua Berusia 13 Miliar Tahun Berhasil Diabadikan Teleskop James Webb
Teleskop James Webb menangkap cahaya supernova tertua yang pernah terdeteksi, berasal dari 13 miliar tahun lalu. (NASA)

CAHAYA supernova tertua yang pernah diamati berhasil ditangkap Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST). Supernova ini berasal dari 13 miliar tahun lalu, hanya 730 juta tahun setelah Big Bang. Supernova ini muncul bersamaan dengan semburan sinar gamma (gamma-ray burst/GRB). sebuah fenomena yang menandai kehancuran bintang masif dan kemungkinan kelahiran lubang hitam bermassa bintang.

“Hanya ada segelintir semburan sinar gamma dalam 50 tahun terakhir yang terdeteksi dalam satu miliar tahun pertama alam semesta. Peristiwa khusus ini sangat langka dan sangat menarik,” ujar Andrew Levan dari Radboud University, Belanda, dan University of Warwick, Inggris.

Kisahnya dimulai pada 14 Maret ketika satelit SVOM (Space-based multi-band astronomical Variable Objects Monitor) milik Prancis-Tiongkok mendeteksi ledakan sinar gamma dari ruang angkasa jauh. Sembilan puluh menit kemudian, Observatorium Neil Gehrels Swift NASA menangkap peristiwa yang sama dalam sinar-X, memungkinkan penentuan lokasi GRB yang kemudian dinamai GRB 250314A.

Sebelas jam setelah itu, Nordic Optical Telescope di Kepulauan Canary mendeteksi kilau redup afterglow dari material bintang yang meledak. Empat jam kemudian, Very Large Telescope (VLT) di Chile mengonfirmasi redshift sebesar 7,3, yang berarti ledakan ini terjadi 13 miliar tahun lalu.

Ekspansi alam semesta menyebabkan proses tersebut terlihat melambat. Dari perspektif Bumi, puncak cahaya supernova yang biasanya muncul dalam hitungan hari justru tampak mencapai puncaknya setelah tiga setengah bulan.

Mengetahui hal itu, Levan dan timnya mengajukan penggunaan waktu khusus Director’s Discretionary Time pada JWST. Pada 1 Juli, JWST menggunakan kamera inframerah dekat (NIRCam) untuk menangkap cahaya supernova pendamping GRB tersebut.

“Hanya Webb yang dapat secara langsung menunjukkan bahwa cahaya ini berasal dari supernova, sebuah bintang masif yang runtuh. Pengamatan ini juga menunjukkan bahwa kita dapat menggunakan Webb untuk menemukan bintang-bintang individual ketika alam semesta baru berusia 5% dari usianya saat ini,” kata Levan.

JWST juga berhasil mendeteksi galaksi inangnya, meski tampak hanya sebagai beberapa piksel. “Pengamatan Webb menunjukkan bahwa galaksi yang jauh ini mirip dengan galaksi lain yang ada pada waktu yang sama,” ujar Emeric Le Floc’h dari CEA Paris-Saclay.

Spektrum supernova tersebut juga menunjukkan kemiripan dengan supernova masa kini, meski para astronom memperkirakan akan ada perbedaan karena rendahnya unsur berat pada era tersebut. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap detail tersebut.

Supernova ini kini menjadi yang paling jauh dan tertua yang pernah diamati. Sebelumnya, rekor dipegang supernova yang terjadi 1,8 miliar tahun setelah Big Bang. Temuan terbaru ini memecahkan rekor tersebut dengan selisih besar. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik