Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Teleskop James Webb Abadikan "Ubur-ubur Kosmik" dari Masa Remaja Alam Semesta

Thalatie K Yani
19/2/2026 11:08
Teleskop James Webb Abadikan
Astronom temukan galaksi ESO 137-001 yang menyerupai ubur-ubur menggunakan teleskop James Webb. Temuan ini mengungkap rahasia evolusi galaksi 8,5 miliar tahun lalu.(NASA)

MENGGUNAKAN Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), para astronom berhasil menangkap gambar menakjubkan dari sebuah "ubur-ubur kosmik". Galaksi unik yang diberi kode ESO 137-001 ini terlihat sebagaimana wujudnya 8,5 miliar tahun yang lalu, atau sekitar 5,3 miliar tahun setelah peristiwa Big Bang. Temuan ini diyakini dapat memberikan gambaran yang lebih detail mengenai evolusi galaksi pada periode krusial "masa remaja" alam semesta.

ESO 137-001 diklasifikasikan sebagai galaksi ubur-ubur karena memiliki ekor gas panjang yang menjuntai, menyerupai tentakel hewan laut. Fenomena ini tercipta saat galaksi tersebut "berenang" melalui gugus galaksi melawan aliran angin kencang yang memberikan tekanan besar. Proses yang dikenal sebagai ram-stripping ini mendorong gas keluar dari badan galaksi dan membentuk ekor yang memukau.

Penemuan di Bidang COSMOS

Tim peneliti menemukan ESO 137-001 saat memeriksa data dari area langit yang disebut Cosmic Evolution Survey Deep field atau bidang COSMOS. Kawasan ini menjadi favorit para astronom karena lokasinya yang jauh dari bidang Bima Sakti dan bersih dari objek terang yang dapat menghalangi pandangan ke galaksi-galaksi kuno yang jauh.

"Kami sedang meneliti sejumlah besar data dari wilayah langit yang dipelajari dengan baik ini dengan harapan dapat menemukan galaksi ubur-ubur yang belum pernah dipelajari sebelumnya," ujar Ian Roberts dari Waterloo Centre for Astrophysics, Inggris, dalam sebuah pernyataan. "Sejak awal pencarian, kami melihat galaksi ubur-ubur jauh yang belum terdokumentasi dan langsung menarik perhatian kami."

Gambar dari JWST menunjukkan cakram galaksi yang terlihat relatif normal, mirip dengan galaksi modern kita, namun dengan perbedaan mencolok pada ekor gasnya. Di dalam tendril tersebut, terlihat "simpul" biru terang yang merupakan kelompok bintang muda. Kehadiran bintang-bintang muda ini menyiratkan bahwa mereka lahir di luar cakram utama galaksi, tepat di dalam ekor gas yang terlepas akibat tekanan tersebut.

Kejutan di Alam Semesta Purba

Penemuan ESO 137-001 memberikan kejutan bagi para peneliti. Sebelumnya, para ahli mengira bahwa gugus galaksi yang masih dalam tahap pembentukan 8,5 miliar tahun lalu belum memiliki tekanan yang cukup kuat untuk menghasilkan proses ram-stripping.

"Hal pertama adalah lingkungan gugus galaksi ternyata sudah cukup keras untuk melucuti gas galaksi, dan yang kedua adalah gugus galaksi mungkin telah mengubah sifat galaksi lebih awal dari yang diperkirakan," jelas Roberts. "Data ini memberikan kita wawasan langka tentang bagaimana galaksi bertransformasi di alam semesta awal."

Penelitian yang diterbitkan di The Astrophysical Journal pada Selasa (17/2) ini akan terus dilanjutkan. Tim berencana menggunakan JWST untuk memecahkan lebih banyak misteri mengenai bagaimana populasi "galaksi mati" yang kita lihat di gugus galaksi saat ini terbentuk sejak masa lampau. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya