Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGGUNAKAN Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), para astronom berhasil menangkap gambar menakjubkan dari sebuah "ubur-ubur kosmik". Galaksi unik yang diberi kode ESO 137-001 ini terlihat sebagaimana wujudnya 8,5 miliar tahun yang lalu, atau sekitar 5,3 miliar tahun setelah peristiwa Big Bang. Temuan ini diyakini dapat memberikan gambaran yang lebih detail mengenai evolusi galaksi pada periode krusial "masa remaja" alam semesta.
ESO 137-001 diklasifikasikan sebagai galaksi ubur-ubur karena memiliki ekor gas panjang yang menjuntai, menyerupai tentakel hewan laut. Fenomena ini tercipta saat galaksi tersebut "berenang" melalui gugus galaksi melawan aliran angin kencang yang memberikan tekanan besar. Proses yang dikenal sebagai ram-stripping ini mendorong gas keluar dari badan galaksi dan membentuk ekor yang memukau.
Tim peneliti menemukan ESO 137-001 saat memeriksa data dari area langit yang disebut Cosmic Evolution Survey Deep field atau bidang COSMOS. Kawasan ini menjadi favorit para astronom karena lokasinya yang jauh dari bidang Bima Sakti dan bersih dari objek terang yang dapat menghalangi pandangan ke galaksi-galaksi kuno yang jauh.
"Kami sedang meneliti sejumlah besar data dari wilayah langit yang dipelajari dengan baik ini dengan harapan dapat menemukan galaksi ubur-ubur yang belum pernah dipelajari sebelumnya," ujar Ian Roberts dari Waterloo Centre for Astrophysics, Inggris, dalam sebuah pernyataan. "Sejak awal pencarian, kami melihat galaksi ubur-ubur jauh yang belum terdokumentasi dan langsung menarik perhatian kami."
Gambar dari JWST menunjukkan cakram galaksi yang terlihat relatif normal, mirip dengan galaksi modern kita, namun dengan perbedaan mencolok pada ekor gasnya. Di dalam tendril tersebut, terlihat "simpul" biru terang yang merupakan kelompok bintang muda. Kehadiran bintang-bintang muda ini menyiratkan bahwa mereka lahir di luar cakram utama galaksi, tepat di dalam ekor gas yang terlepas akibat tekanan tersebut.
Penemuan ESO 137-001 memberikan kejutan bagi para peneliti. Sebelumnya, para ahli mengira bahwa gugus galaksi yang masih dalam tahap pembentukan 8,5 miliar tahun lalu belum memiliki tekanan yang cukup kuat untuk menghasilkan proses ram-stripping.
"Hal pertama adalah lingkungan gugus galaksi ternyata sudah cukup keras untuk melucuti gas galaksi, dan yang kedua adalah gugus galaksi mungkin telah mengubah sifat galaksi lebih awal dari yang diperkirakan," jelas Roberts. "Data ini memberikan kita wawasan langka tentang bagaimana galaksi bertransformasi di alam semesta awal."
Penelitian yang diterbitkan di The Astrophysical Journal pada Selasa (17/2) ini akan terus dilanjutkan. Tim berencana menggunakan JWST untuk memecahkan lebih banyak misteri mengenai bagaimana populasi "galaksi mati" yang kita lihat di gugus galaksi saat ini terbentuk sejak masa lampau. (Space/Z-2)
Nebula Helix, juga disebut "Mata Tuhan" atau "Mata Sauron," adalah salah satu nebula planetarium terdekat, paling berwarna, dan paling banyak dipelajari di luar angkasa.
Pandora, teleskop luar angkasa terbaru NASA, resmi memasuki fase operasional usai diluncurkan pada Januari 2026.
Teleskop James Webb menampilkan detail baru Nebula Helix, memperlihatkan struktur gas, debu, dan akhir kehidupan bintang dengan resolusi inframerah tinggi.
Peneliti temukan fenomena 'faint-end suppression' di mana jumlah galaksi kecil menyusut drastis. Simak bagaimana radiasi bintang purba menghambat pertumbuhan mereka.
Teleskop James Webb menangkap cahaya supernova tertua yang pernah terdeteksi, berasal dari 13 miliar tahun lalu.
Ilmuwan gunakan AI 'AnomalyMatch' untuk menyisir 1.7 juta foto teleskop Hubble. Hasilnya, ditemukan ribuan anomali galaksi unik mirip ubur-ubur hingga hamburger.
Astronom menemukan galaksi ubur-ubur yang terletak sekitar 12 miliar tahun cahaya dari Bumi menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved