Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pandora, Teleskop Baru NASA yang Melengkapi Pengamatan James Webb

N Apuan Iskandar
22/1/2026 22:40
Pandora, Teleskop Baru NASA yang Melengkapi Pengamatan James Webb
Ilustrasi satelit Pandora, yang sedang mengamati sebuah bintang dan exoplanet transitnya.(Dok. NASA’s Goddard Space Flight Center/Conceptual Image Lab)

PANDORA, teleskop luar angkasa terbaru NASA, resmi memasuki fase operasional usai diluncurkan pada Januari 2026. Misi ini dirancang sebagai pelengkap Teleskop James Webb (JWST) untuk mengkaji atmosfer eksoplanet, planet di luar tata surya, sekaligus memantau aktivitas bintang induknya.

Kehadiran Pandora diharapkan menjawab persoalan penting yang sulit dituntaskan lewat pengamatan JWST saja. Berbeda dari JWST yang berukuran besar dan waktu pengamatannya sangat diperebutkan, Pandora adalah teleskop kecil dalam program Astrophysics Pioneers NASA: misi berbiaya relatif rendah namun ditargetkan berdampak tinggi.

Pandora membawa teleskop berdiameter 45 cm yang menangkap cahaya pada spektrum tampak dan inframerah dekat. Kombinasi ini memungkinkan pengamatan serentak terhadap bintang dan eksoplanet ketika planet melintas di depan bintangnya, fenomena yang disebut transit.

Saat transit, sebagian cahaya bintang yang melewati atmosfer planet membawa “sidik jari” kimiawi, memberi petunjuk tentang komposisi atmosfernya.

Tantangan utama dalam studi atmosfer eksoplanet sering kali bukan pada planetnya, melainkan pada bintangnya. Bintik bintang, suar, dan variasi kecerahan dapat mengganggu sinyal yang diterima, membuat data atmosfer planet terlihat “kotor” atau bias.

Pandora dirancang untuk memantau perubahan aktivitas bintang dalam durasi panjang, sehingga ilmuwan bisa memisahkan pengaruh bintang dari sinyal planet dengan lebih presisi. Data yang lebih bersih ini kemudian membantu penafsiran pengamatan teleskop besar seperti JWST, yang waktu operasinya terbatas karena tingginya permintaan dari komunitas ilmiah.

Dalam misi ilmiah yang direncanakan berlangsung satu tahun, Pandora akan menargetkan setidaknya 20 eksoplanet. Setiap target akan diamati sekitar 10 kali, dengan durasi hingga 24 jam per sesi. Strategi pengamatan berulang ini memberi peluang menangkap perubahan halus pada cahaya bintang dan jejak atmosfer planet, termasuk indikasi hidrogen, uap air, serta keberadaan kabut atau awan.

Kolaborasi Pandora dan JWST diproyeksikan memperluas pemahaman tentang atmosfer eksoplanet, terutama dalam menjawab pertanyaan krusial: seberapa besar bintang induk memengaruhi sinyal yang kita baca sebagai “atmosfer planet”? Dengan pengamatan simultan pada berbagai panjang gelombang, ilmuwan dapat menyusun interpretasi yang lebih akurat mengenai komponen atmosfer dan kondisi fisik eksoplanet.

Jika berhasil, Pandora menjadi langkah penting dalam riset eksoplanet, terutama untuk menilai potensi habitabilitas, yakni apakah sebuah planet memiliki kondisi yang memungkinkan kehidupan seperti yang kita kenal. Integrasi data Pandora dan JWST dapat memperkaya peta pengetahuan kita tentang dunia-dunia jauh, sekaligus membuka babak baru dalam eksplorasi luar angkasa. (NASA/ScienceDaily/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya