Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDORA, teleskop luar angkasa terbaru NASA, resmi memasuki fase operasional usai diluncurkan pada Januari 2026. Misi ini dirancang sebagai pelengkap Teleskop James Webb (JWST) untuk mengkaji atmosfer eksoplanet, planet di luar tata surya, sekaligus memantau aktivitas bintang induknya.
Kehadiran Pandora diharapkan menjawab persoalan penting yang sulit dituntaskan lewat pengamatan JWST saja. Berbeda dari JWST yang berukuran besar dan waktu pengamatannya sangat diperebutkan, Pandora adalah teleskop kecil dalam program Astrophysics Pioneers NASA: misi berbiaya relatif rendah namun ditargetkan berdampak tinggi.
Pandora membawa teleskop berdiameter 45 cm yang menangkap cahaya pada spektrum tampak dan inframerah dekat. Kombinasi ini memungkinkan pengamatan serentak terhadap bintang dan eksoplanet ketika planet melintas di depan bintangnya, fenomena yang disebut transit.
Saat transit, sebagian cahaya bintang yang melewati atmosfer planet membawa “sidik jari” kimiawi, memberi petunjuk tentang komposisi atmosfernya.
Tantangan utama dalam studi atmosfer eksoplanet sering kali bukan pada planetnya, melainkan pada bintangnya. Bintik bintang, suar, dan variasi kecerahan dapat mengganggu sinyal yang diterima, membuat data atmosfer planet terlihat “kotor” atau bias.
Pandora dirancang untuk memantau perubahan aktivitas bintang dalam durasi panjang, sehingga ilmuwan bisa memisahkan pengaruh bintang dari sinyal planet dengan lebih presisi. Data yang lebih bersih ini kemudian membantu penafsiran pengamatan teleskop besar seperti JWST, yang waktu operasinya terbatas karena tingginya permintaan dari komunitas ilmiah.
Dalam misi ilmiah yang direncanakan berlangsung satu tahun, Pandora akan menargetkan setidaknya 20 eksoplanet. Setiap target akan diamati sekitar 10 kali, dengan durasi hingga 24 jam per sesi. Strategi pengamatan berulang ini memberi peluang menangkap perubahan halus pada cahaya bintang dan jejak atmosfer planet, termasuk indikasi hidrogen, uap air, serta keberadaan kabut atau awan.
Kolaborasi Pandora dan JWST diproyeksikan memperluas pemahaman tentang atmosfer eksoplanet, terutama dalam menjawab pertanyaan krusial: seberapa besar bintang induk memengaruhi sinyal yang kita baca sebagai “atmosfer planet”? Dengan pengamatan simultan pada berbagai panjang gelombang, ilmuwan dapat menyusun interpretasi yang lebih akurat mengenai komponen atmosfer dan kondisi fisik eksoplanet.
Jika berhasil, Pandora menjadi langkah penting dalam riset eksoplanet, terutama untuk menilai potensi habitabilitas, yakni apakah sebuah planet memiliki kondisi yang memungkinkan kehidupan seperti yang kita kenal. Integrasi data Pandora dan JWST dapat memperkaya peta pengetahuan kita tentang dunia-dunia jauh, sekaligus membuka babak baru dalam eksplorasi luar angkasa. (NASA/ScienceDaily/Z-10)
James Webb Space Telescope (JWST) berhasil menangkap detail menakjubkan nebula PMR 1 yang menyerupai otak dalam tengkorak. Simak kecanggihan teknologinya.
Dalam misi ini, wahana antariksa Cygnus XL milik Northrop Grumman akan diangkut menggunakan roket Falcon 9 dari SpaceX melalui Space Launch Complex 40 di Cape Canaveral, Florida.
ILMUWAN dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA telah mengonfirmasi sebuah pencapaian luar biasa dalam pertahanan planet.
NASA memastikan asteroid 2024 YR4 tidak akan menghantam Bulan pada 2032 setelah pengamatan terbaru Teleskop James Webb. Simak detail lintasan amannya di sini.
Teleskop James Webb (JWST) menangkap detail menakjubkan galaksi spiral NGC 5134. Lihat bagaimana debu kosmik dan bintang muda membentuk siklus kehidupan di luar angkasa.
Terobosan baru NASA Artemis! Peneliti gunakan laser 3D printing untuk menyulap debu regolith menjadi bangunan kokoh di Bulan.
NASA memastikan asteroid 2024 YR4 tidak akan menghantam Bulan pada 2032 setelah pengamatan terbaru Teleskop James Webb. Simak detail lintasan amannya di sini.
TELESKOP Luar Angkasa James Webb (JWST) milik NASA.
Teleskop James Webb temukan jejak lubang hitam pelarian yang melesat 3.000 km/detik. Simak bagaimana fenomena kosmos ini mengubah pemahaman kita tentang galaksi.
Melalui Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), para ilmuwan menemukan bahwa planet raksasa gas ternyata memiliki kapasitas pertumbuhan yang jauh melampaui teori-teori sebelumnya.
Astronom menggunakan teleskop James Webb untuk mengungkap misteri pembentukan planet raksasa di sistem HR 8799. Temuan ini mengubah cara ilmuwan membedakan planet dan bintang gagal.
Astronom temukan jet raksasa sepanjang 20.000 tahun cahaya dari lubang hitam supermasif di galaksi VV340a. Penemuan ini menantang teori evolusi galaksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved