Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH Anda membayangkan seberapa besar sebuah planet bisa tumbuh sebelum ia berubah menjadi bintang? Pertanyaan mendasar dalam astronomi ini akhirnya mendapatkan titik terang baru pada awal 2026. Melalui pengamatan mendalam Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), para ilmuwan NASA menemukan bahwa planet raksasa gas ternyata memiliki kapasitas pertumbuhan yang jauh melampaui teori-teori sebelumnya.
Laporan terbaru yang dirilis melalui jurnal Nature Astronomy pada Senin (9/2/2026) mengungkapkan hasil observasi terhadap sistem bintang HR 8799. Temuan ini menantang pemahaman kita mengenai garis pemisah antara planet raksasa dan katai cokelat (brown dwarf), objek yang sering dijuluki sebagai "bintang gagal".
Selama beberapa dekade, astronom memegang teori akresi inti (core accretion) sebagai standar pembentukan planet. Dalam proses ini, debu dan material padat di piringan protoplanet perlahan menggumpal membentuk inti yang masif. Setelah massa inti mencapai titik kritis, ia akan mulai menyedot gas di sekitarnya dengan sangat cepat.
Namun, muncul sebuah perdebatan besar: Apakah proses ini efektif untuk menciptakan planet dengan massa 5 hingga 10 kali lipat Jupiter, terutama di orbit yang sangat jauh dari bintang induknya? Di wilayah terluar sistem bintang, material biasanya terlalu tipis untuk mendukung pembentukan planet raksasa secara perlahan.
| Karakteristik | Planet Raksasa Gas (Jupiter) | Planet di Sistem HR 8799 |
|---|---|---|
| Massa Estimasi | 1 Massa Jupiter | 5 - 12 Massa Jupiter |
| Metode Pembentukan | Akresi Inti | Terbukti Akresi Inti (Temuan JWST) |
| Jarak dari Bintang | Dekat (5.2 AU) | Sangat Jauh (Orbit Luar) |
Tim peneliti yang dipimpin oleh Jean-Baptiste Ruffio menggunakan instrumen spektrograf inframerah pada JWST untuk mencari bukti fisik mekanisme pembentukan tersebut. Mereka fokus mencari molekul hidrogen sulfida di atmosfer planet HR 8799 c.
Mengapa sulfur begitu penting? Sulfur adalah elemen yang biasanya terikat pada butiran padat di piringan protoplanet. Jika sebuah planet kaya akan sulfur, itu adalah bukti kuat bahwa planet tersebut "memakan" banyak material padat selama masa pertumbuhannya—sebuah ciri khas dari mekanisme akresi inti.
Hasilnya mengejutkan. Deteksi hidrogen sulfida di atmosfer HR 8799 c membuktikan bahwa objek masif ini terbentuk seperti planet biasa, bukan melalui keruntuhan awan gas mendadak seperti proses lahirnya bintang. Ini berarti, batasan mengenai seberapa besar planet bisa tumbuh secara bertahap kini harus dikalibrasi ulang.
Temuan ini memiliki implikasi luas bagi klasifikasi objek langit. Selama ini, objek dengan massa di atas 13 kali Jupiter seringkali langsung dikategorikan sebagai katai cokelat karena kemampuannya melakukan fusi deuterium. Namun, jika mekanisme akresi inti bisa menghasilkan objek yang sangat masif, maka perbedaan antara planet dan bintang gagal menjadi semakin kabur.
Penelitian ini membuktikan bahwa alam semesta jauh lebih kreatif dalam membentuk dunia-dunia baru daripada yang kita duga. Dengan teknologi JWST, kita kini mulai memahami bahwa "raksasa" di luar sana mungkin memiliki sejarah kelahiran yang serupa dengan Jupiter di tata surya kita sendiri.
Hingga saat ini, beberapa eksoplanet seperti GQ Lupi b dan ROXs 42Bb tercatat memiliki massa yang sangat besar, namun klasifikasinya sering diperdebatkan antara planet atau katai cokelat. (Space/H-3)
Pemetaan semacam ini dipandang sebagai terobosan signifikan karena memungkinkan para ilmuwan untuk memahami kondisi atmosfer di luar tata surya.
Samudra Europa berpotensi tidak memiliki dinamika geologis yang cukup untuk mendukung kehidupan, khususnya akibat minimnya aktivitas hidrotermal di dasar lautnya.
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
Para ilmuwan NASA kembali membuat terobosan besar dalam dunia astronomi.
Hambatan terbesar dalam mewujudkan perjalanan antarbintang ternyata bukan terletak pada kapal, mesin, ataupun bahan bakar.
Astronom menggunakan teleskop James Webb untuk mengungkap misteri pembentukan planet raksasa di sistem HR 8799. Temuan ini mengubah cara ilmuwan membedakan planet dan bintang gagal.
Astronom temukan jet raksasa sepanjang 20.000 tahun cahaya dari lubang hitam supermasif di galaksi VV340a. Penemuan ini menantang teori evolusi galaksi.
Pandora, teleskop luar angkasa terbaru NASA, resmi memasuki fase operasional usai diluncurkan pada Januari 2026.
Para astronom kini berburu tanda-tanda kehidupan di 6.000 exoplanet. Mulai dari deteksi gas atmosfer hingga misi masa depan NASA, inilah cara kita menjawab apakah Bumi itu unik.
Teleskop James Webb menampilkan detail baru Nebula Helix, memperlihatkan struktur gas, debu, dan akhir kehidupan bintang dengan resolusi inframerah tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved