Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

James Webb Petakan Aurora dan Medan Magnet Unik dari Atmosfer Uranus

Thalatie K Yani
25/2/2026 12:00
James Webb Petakan Aurora dan Medan Magnet Unik dari Atmosfer Uranus
Teleskop James Webb berhasil memetakan atmosfer atas Uranus untuk pertama kalinya. Temukan fakta unik tentang suhu ekstrem dan aurora di planet es raksasa ini.(ESA/JWST)

TELESKOP Luar Angkasa James Webb (JWST) kembali mencetak sejarah dengan memetakan atmosfer atas Uranus secara mendalam untuk pertama kalinya. Observasi ini mengungkap fitur-fitur baru yang mengejutkan mengenai medan magnet planet es raksasa tersebut serta fenomena auroranya yang bercahaya.

JWST mengamati rotasi Uranus selama 15 jam untuk mempelajari bagaimana energi didistribusikan di lapisan atas atmosfer. Penelitian ini sangat krusial mengingat Uranus memiliki karakteristik medan magnet paling aneh di tata surya kita.

Berbeda dengan Bumi, kutub magnet Uranus miring sebesar 60 derajat terhadap kutub geografisnya. Kemiringan ekstrem ini menghasilkan aurora yang membentang jauh melampaui wilayah kutub, menciptakan pemandangan yang tidak ditemukan di planet lain.

Struktur Atmosfer yang Kompleks

Berdasarkan studi yang diterbitkan pada 19 Februari di jurnal Geophysical Research Letters, JWST berhasil mengukur suhu dan kepadatan ion hingga ketinggian 5.000 kilometer di atas puncak awan Uranus.

Temuan menunjukkan suhu dan kepadatan ion tidak mencapai puncaknya pada ketinggian yang sama. Ion ditemukan paling hangat pada ketinggian antara 4.000 dan 5.000 km, namun mencapai kepadatan tertinggi pada ketinggian sekitar 1.000 km. Ketimpangan ini disebabkan "geometri kompleks" dari medan magnet planet tersebut.

"Magnetosfer Uranus adalah salah satu yang paling aneh di tata surya," kata penulis utama studi, Paola Tiranti, mahasiswa doktoral di Universitas Northumbria, Inggris, dalam pernyataan resminya. "Webb kini telah menunjukkan kepada kita seberapa dalam efek tersebut menjangkau atmosfer."

Cahaya Misterius dan Pendinginan Atmosfer

Data JWST juga menampilkan dua pita terang aurora di dekat kutub magnet Uranus. Di antara kedua sabuk aurora tersebut, ditemukan adanya "penipisan" kepadatan ion dan emisi aurora. Para ilmuwan menduga efek ini dihasilkan transisi di antara garis-garis medan magnet planet, pola yang serupa dengan yang pernah diamati di atmosfer atas Jupiter.

Selain pemetaan tiga dimensi, JWST mengonfirmasi temuan mengejutkan atmosfer atas Uranus telah mengalami pendinginan secara konsisten sejak awal 1990-an. Suhu rata-rata atmosfer Uranus tercatat sekitar 153 derajat Celsius, lebih rendah dibandingkan pengukuran dari pesawat ruang angkasa sebelumnya maupun teleskop berbasis darat.

"Dengan mengungkap struktur vertikal Uranus secara detail, Webb membantu kita memahami keseimbangan energi dari planet raksasa es," tambah Tiranti. "Ini adalah langkah krusial untuk mengkarakterisasi planet raksasa di luar tata surya kita." (Live Science/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya