Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Misteri Hubble Tension: Benarkah Alam Semesta Mengembang Lebih Lambat?

Thalatie K Yani
17/3/2026 06:42
Misteri Hubble Tension: Benarkah Alam Semesta Mengembang Lebih Lambat?
Peneliti menemukan bukti baru ekspansi alam semesta mungkin lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. Apakah ini jawaban atas perdebatan panjang para astronom?(ESO)

SELAMA puluhan tahun, para astronom terjebak dalam perdebatan sengit mengenai seberapa cepat alam semesta kita mengembang. Namun, dua penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics menawarkan sudut pandang baru yang mengejutkan, alam semesta lokal kita mungkin mengembang lebih lambat dari yang kita duga selama ini.

Temuan ini berpotensi menyelesaikan salah satu masalah paling membingungkan dalam kosmologi modern yang dikenal sebagai "Hubble Tension" atau Tegangan Hubble.

Apa Itu Hubble Tension?

Inti masalahnya terletak pada angka yang disebut Konstanta Hubble, laju kecepatan ekspansi alam semesta. Selama ini, ada perbedaan hasil yang mencolok antara dua metode pengukuran utama:

  • Metode Alam Semesta Lokal: Menggunakan ledakan bintang (Supernova Tipe Ia), menghasilkan angka 73 km/s/Mpc.
  • Metode Alam Semesta Awal: Menggunakan sisa cahaya Big Bang atau Cosmic Microwave Background (CMB), menghasilkan angka lebih rendah, yaitu 68 km/s/Mpc.

Ketidakkonsistenan ini membuat para ilmuwan pusing. Jika kedua metode itu akurat tetapi hasilnya berbeda, berarti ada sesuatu yang salah atau hilang dalam pemahaman kita tentang fisika alam semesta.

Mengamati Gerak Galaksi

Alih-alih menggunakan supernova atau cahaya purba, tim peneliti mencoba metode ketiga. Mereka menganalisis pergerakan dua kelompok galaksi tetangga: kelompok Centaurus A dan kelompok M81.

Galaksi-galaksi dalam kelompok ini berada dalam kondisi "tarik-menarik". Di satu sisi, mereka terikat oleh gravitasi satu sama lain; di sisi lain, mereka saling menjauh akibat aliran kosmik, yaitu peregangan ruang angkasa itu sendiri.

Hasilnya mengejutkan. Pengukuran pada kelompok galaksi ini menunjukkan angka Konstanta Hubble sebesar 64 km/s/Mpc. Angka ini jauh lebih rendah daripada estimasi sebelumnya dan justru lebih mendekati prediksi model standar yang didasarkan pada data CMB.

Implikasi Terhadap Materi Gelap

Selain soal kecepatan ekspansi, studi ini juga menyenggol teori "Materi Gelap". Simulasi kosmik biasanya memprediksi kelompok galaksi harus tertanam dalam "halo" materi gelap yang sangat besar untuk menjaga keutuhannya.

Namun, penelitian ini menemukan massa dari galaksi-galaksi paling terang dalam kelompok tersebut sudah cukup untuk menjelaskan dinamika pergerakan yang ada. Ini mengisyaratkan kita mungkin membutuhkan lebih sedikit materi gelap daripada yang diperkirakan sebelumnya untuk menjelaskan cara kerja alam semesta.

Belum Selesai, Tapi Memberi Harapan

Meski temuan ini sangat menarik, para peneliti mengakui bahwa jalan masih panjang. Metode ini baru diterapkan pada dua kelompok galaksi lokal.

"Tegangan Hubble kemungkinan besar masih akan menjadi 'sakit kepala' bagi para astronom untuk sementara waktu," ungkap tim peneliti dalam laporannya.

Langkah selanjutnya adalah menerapkan teknik ini ke wilayah ruang angkasa yang lebih luas. Data baru dari 4-meter Multi-Object Spectroscopic Telescope (4MOST) di masa depan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih pasti apakah teori "ekpansi lambat" ini adalah kunci untuk memecahkan misteri terbesar kosmos kita. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik