Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuwan baru-baru ini dikejutkan oleh penemuan sebuah "objek gelap" misterius yang tersembunyi dalam distorsi ruang-waktu. Objek ini terdeteksi sebagai "tonjolan aneh" pada lengkungan cahaya terdistorsi secara gravitasi, dan diduga merupakan gumpalan murni materi gelap terkecil yang pernah terdeteksi.
Penemuan tak sengaja ini dapat memberikan dukungan signifikan bagi teori cold dark matter (CDM). Model utama yang digunakan para astronom untuk menjelaskan bagaimana materi gelap menyusun struktur kosmos.
Objek ini ditemukan ketika tim ilmuwan, yang dipimpin oleh John McKean (University of Groningen dan University of Pretoria) dan Devon Powell (Max Planck Institute for Astrophysics, Jerman), sedang mengamati fenomena Einstein Ring.
Einstein Ring adalah bentuk gravitational lensing yang paling spektakuler, di mana gravitasi masif sebuah galaksi di latar depan membelokkan cahaya dari galaksi yang jauh di belakangnya, menciptakan lengkungan atau cincin cahaya yang hampir sempurna.
"Memburu objek gelap yang tampaknya tidak memancarkan cahaya jelas merupakan tantangan," ujar Devon Powell.
Tim menggunakan jaringan teleskop radio raksasa global, termasuk European Very Long Baseline Interferometric Network, Green Bank Telescope di AS, dan Very Long Baseline Array di Hawaii, untuk memetakan citra rinci dari galaksi-galaksi tersebut.
Awalnya, para peneliti berniat mempelajari compact symmetric object (CSO), sumber radio kecil yang biasanya berasal dari lubang hitam supermasif aktif. Namun, analisis data menggunakan superkomputer justru mengungkapkan anomali, terdapat "lekukan" yang tidak biasa pada lengkungan emisi radio. Lekukan ini hanya dapat dijelaskan oleh keberadaan objek masif lain yang berada di antara galaksi depan dan galaksi belakang.
Perhitungan menunjukkan objek tak terlihat tersebut memiliki massa sekitar satu juta kali massa Matahari, namun sama sekali tidak memancarkan cahaya. Para ilmuwan kemudian mempertimbangkan dua kemungkinan, objek itu adalah galaksi kerdil yang sangat tidak aktif ( faint dwarf galaxy ), atau gumpalan kecil materi gelap murni.
Objek ini berjarak sekitar 10 miliar tahun cahaya dari Bumi. Ukurannya seratus kali lebih kecil dari gumpalan materi gelap serupa yang pernah ditemukan sebelumnya.
"Mengingat sensitivitas data kami, kami berharap menemukan setidaknya satu objek gelap, jadi penemuan kami konsisten dengan apa yang disebut teori cold dark matter," jelas Powell. "Setelah menemukan satu, pertanyaannya sekarang adalah apakah kita dapat menemukan lebih banyak dan apakah jumlahnya akan sesuai dengan model."
Temuan ini, yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy dan Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, memberikan petunjuk penting tentang batas minimal seberapa kecil gumpalan materi gelap dapat terbentuk. Apakah gumpalan tersebut dapat eksis tanpa harus membentuk bintang-bintang di dalamnya.
Chris Fassnacht dari University of California, Davis, menekankan betapa pentingnya penemuan ini. "Menemukan objek bermassa rendah seperti ini sangat penting untuk mempelajari sifat materi gelap," katanya. Keberhasilan ini membuka jalan bagi penelitian lanjutan untuk menguji lebih jauh model cold dark matter dan akhirnya mengurai misteri terbesar alam semesta.” (Space/Z-2)
Bintang monster WOH G64 terpantau berubah dari Supergiant Merah menjadi Hypergiant Kuning. Apakah ini pertanda kelahiran lubang hitam dalam waktu dekat?
Teleskop James Webb berhasil memetakan atmosfer atas Uranus untuk pertama kalinya. Temukan fakta unik tentang suhu ekstrem dan aurora di planet es raksasa ini.
Peneliti berhasil memetakan medan magnet galaksi Bima Sakti secara mendalam. Terungkap adanya anomali unik di Lengan Sagitarius yang mengalir berlawanan arah.
Peneliti Universitas Tsinghua kembangkan AI ASTERIS untuk deteksi galaksi redup 200 juta tahun pasca-Big Bang. Simak kecanggihan teknologi sensor astronomi ini.
Studi terbaru mengungkap gunung berapi di Mars memiliki sejarah erupsi yang jauh lebih rumit dari dugaan semula, didorong oleh sistem magma yang terus berevolusi.
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved